Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rp38,26 Miliar Ludes, Striker Persebaya Tak Kunjung Selevel David da Silva, Masalah Lama Terulang

Findika Pratama • Senin, 15 Desember 2025 | 21:45 WIB
Rp38,26 Miliar Ludes, Striker Persebaya Tak Kunjung Selevel David da Silva, Masalah Lama Terulang
Rp38,26 Miliar Ludes, Striker Persebaya Tak Kunjung Selevel David da Silva, Masalah Lama Terulang

BLITAR - Masalah klasik kembali menghantui striker Persebaya. Bertahun-tahun setelah kepergian David da Silva, lini depan Bajol Ijo tak kunjung menemukan sosok yang sepadan. Ironisnya, dana besar sudah digelontorkan. Total Rp38,26 miliar dihabiskan manajemen Persebaya Surabaya demi mencari ujung tombak baru, namun hasilnya masih jauh dari harapan.

Nama David da Silva hingga kini masih menjadi bayang-bayang panjang bagi striker Persebaya. Produktivitas, konsistensi, dan perannya sebagai poros serangan belum tergantikan. Situasi ini kembali mencuat di paruh musim Liga 1 2025–2026, ketika dua striker asing yang diharapkan menjadi solusi justru tampil di bawah ekspektasi.

Persebaya kembali berada di titik yang sama: harapan besar di awal musim, hasil minim di lapangan, lalu wacana perombakan ulang. Pola ini terus berulang sejak David da Silva meninggalkan Surabaya pada 2018.

Perovic dan Diego Mauricio Gagal Menjawab Ekspektasi

Musim ini, sorotan tertuju pada Mihailo Perovic dan Diego Mauricio. Perovic yang memiliki nilai pasar Rp4,35 miliar baru mencetak dua gol dari 12 pertandingan. Menit bermainnya terbilang cukup, namun kontribusi di lini depan minim. Ritme permainan tak kunjung stabil, sementara tekanan dari publik semakin besar.

Situasi Diego Mauricio bahkan lebih mengkhawatirkan. Striker dengan nilai pasar Rp4,78 miliar itu baru tampil dua kali dengan total 34 menit bermain. Cedera dan adaptasi menjadi kendala, tetapi minimnya kontribusi membuat posisinya terus dipertanyakan. Opsi pergantian striker pun mulai menguat di kalangan internal klub.

Jika keduanya dilepas, Persebaya kembali mengulang siklus lama: ganti striker tanpa solusi jangka panjang.

Sejarah Panjang Kegagalan Striker Persebaya

Sejak Persebaya kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, David da Silva menjadi satu-satunya striker yang mampu bertahan lama. Ia membela Bajol Ijo selama tiga musim, dari 2018 hingga 2021. Selama periode itu, David tampil produktif dan konsisten, menjadi tumpuan utama serangan.

Setelah kepergiannya, Persebaya mencoba berbagai opsi. Manu Jalilov didatangkan dengan nilai Rp6,08 miliar, namun hanya bertahan satu musim tanpa dampak signifikan. Arsenio Valport kemudian direkrut pada Januari 2022 meski bukan penyerang murni. Ia dilepas hanya tiga bulan berselang, mempertegas rapuhnya perencanaan lini depan.

Gelombang striker asal Brasil seperti Jose Wilson, Silvio Junior, hingga Paulo Victor juga tak mampu bertahan lama. Nilai pasar mereka berkisar Rp3,48 miliar hingga Rp4,35 miliar, tetapi kontribusi di papan skor tetap minim.

Baca Juga: Viral Kabar Rapel Pensiun Desember Jutaan Rupiah Cair 15 Desember, Ini Klarifikasi Resmi PT TASPEN yang Wajib Diketahui Pensiunan PNS

Dana Besar, Hasil Minim

Paulo Hendrik sempat diharapkan menjadi solusi karena pengalaman di kompetisi lokal. Ia bergabung pada November 2023, namun dilepas Agustus 2024 tanpa meninggalkan jejak berarti. Kini, Flavio Silva mencoba peruntungan dengan nilai pasar Rp4,78 miliar. Performanya belum konsisten, sementara kritik dari suporter terus mengalir.

Jika ditotal, Persebaya telah menghabiskan Rp38,26 miliar untuk sektor striker sejak era pasca-David da Silva. Angka besar itu belum sebanding dengan kontribusi nyata di lapangan. Lini depan tetap tumpul, dan Persebaya terus terjebak dalam nostalgia kejayaan masa lalu.

Akar Masalah Belum Tersentuh

Selama fondasi perekrutan striker Persebaya tidak dibenahi secara menyeluruh, siklus kegagalan ini berpotensi terus berulang. Tanpa perencanaan matang dan kesesuaian dengan kebutuhan tim, Bajol Ijo hanya akan terus berganti nama, bukan solusi. Publik kini menanti, apakah manajemen berani melakukan evaluasi mendasar, atau kembali mengulang cerita lama.

 

Editor : Findika Pratama
#david da silva #bonek #Liga 1 2025 #persebaya surabaya #striker persebaya