BLITAR - Drama dan kontroversi mengiringi kemenangan krusial Persib Bandung atas Persis Solo. Meskipun berhasil mengamankan tiga poin dengan mentalitas baja (bermain dengan 10 pemain), suasana di internal Maung Bandung justru memanas. Sang pelatih, Bojan Hodak, meluapkan kemarahannya terhadap kepemimpinan wasit, sementara di sisi lain, rumor transfer paling emosional Bobotoh kembali berhembus kencang.
Bojan Hodak Murka: Protes Keras Dikirim ke Operator Liga
Kemenangan dramatis Persib atas Persis Solo ternyata menyisakan bara panas. Pelatih Bojan Hodak secara terbuka menyatakan kekecewaannya yang mendalam terhadap standar dan keputusan wasit yang memimpin laga. Hodak merasa timnya telah dicurangi.
Ia menyoroti beberapa keputusan janggal, terutama kartu merah yang diterima pemainnya yang ia anggap terlalu berlebihan. Bojan merasa wasit terlalu mudah mengeluarkan kartu untuk Persib, sementara pelanggaran keras dari lawan seolah dibiarkan.
Saking seriusnya, pelatih asal Kroasia itu tidak main-main. Ia menegaskan akan segera mengirimkan surat keberatan resmi kepada I-League selaku operator kompetisi. Surat itu akan berisi keluhan resmi lengkap dengan bukti video atas keputusan-keputusan wasit yang dianggap merugikan Persib.
Langkah tegas Hodak ini patut diacungi jempol sebagai upaya menuntut profesionalisme dari semua perangkat pertandingan demi terciptanya liga yang lebih baik dan bersih dari keputusan yang meragukan.
Kegagalan Total Persis Solo: Mentalitas Jadi Pembeda
Di sisi lawan, pelatih Persis Solo, Peter Dero, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Peter Dero yang sebelum laga sempat sesumbar mengenal gaya bermain Bojan Hodak, harus menelan pil pahit.
Unggul jumlah pemain di babak kedua nyatanya tidak bisa dimanfaatkan Laskar Sambernyawa. Peter Dero secara blak-blakan mengakui bahwa timnya gagal mengendalikan pertandingan, terutama di lini tengah.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras. Bojan Hodak sendiri menyindir bahwa kemenangan Persib diraih murni karena mentalitas, bukan karena permainan yang cantik. Hal ini menegaskan bahwa Persib yang sedang dalam kondisi timpang dan tidak baik-baik saja, masih terlalu tangguh untuk Persis Solo.
Eliano Rendals Bungkam Semua Kritik
Sementara drama non-teknis terjadi, ada satu pemain yang berhasil membungkam kritik melalui aksi nyata. Pemain naturalisasi berdarah Belanda, Eliano Rendals, yang sempat diragukan kapasitasnya oleh pengamat dan bahkan staf kepelatihan timnas (asisten Shin Tae-yong), kini menjawab semua itu dengan performa elegan.
Penampilan impresif Eliano, terutama di Liga Champions Asia (ACL), adalah bukti nyata kualitasnya. Ia kini menjelma menjadi metronom baru di lini tengah Persib. Visi bermainnya di atas rata-rata, akurasi umpannya memanjakan lini depan, dan yang terpenting, ia tak ragu bermain kotor untuk merebut bola. Di bawah polesan Bojan Hodak, Eliano sudah menjadi nyawa permainan di sektor tengah.
Rumor Paling Panas: Ciro Alves Gantikan Ramon Tangke?
Lini depan Persib kini sedang menjadi sorotan tajam. Pemain yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi, Ramon Tangke, masih jauh dari harapan. Hingga laga melawan Persis Solo, Tangke tercatat mandul, hanya menyumbang satu assist dan kesulitan dalam penyelesaian akhir.
Situasi tumpulnya Tangke ini memicu rumor liar di bursa transfer paruh musim. Satu nama yang sangat dirindukan Bobotoh kini kembali muncul ke permukaan: Ciro Alves.
Rumor ini bukan isapan jempol semata. Ciro Alves tertangkap kamera berada di Graha Persib sesaat sebelum laga melawan Persis Solo, memicu spekulasi CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) di kalangan Bobotoh. Ciro Alves yang dikenal cepat, skillful, dan punya naluri gol tinggi, dianggap sebagai jawaban ideal untuk menggantikan posisi Ramon Tangke yang berada di ujung tanduk. Waktu akan menjawab apakah Bobotoh akan melihat winger idola mereka kembali mengenakan jersey biru kebanggaan.(*)
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi