Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Penulis Muda dari Blitar Kini Terjun di Dunia Modeling, Seperti Apa Kiprahnya?

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 20 Desember 2025 | 17:15 WIB

 

MEMPESONA: Rohana Mari Ulva mengenakan gaun saat sesi pemotretan.
MEMPESONA: Rohana Mari Ulva mengenakan gaun saat sesi pemotretan.

BLITAR KAWENTAR - Rohana Maria Ulva tersenyum kecil saat mengenang langkah awalnya menjejak dunia kreatif.

Dia kini aktif menjadi modeling di Blitar, Malang, hingga Surabaya. Perjalanan kariernya dimulai dua tahun lalu. Namun, keahliannya tidak hanya itu. Sebab, dia juga pernah menjadi penulis buku antologi.

Hana, sapaan akrabnya, sebenarnya lebih dulu kenal dengan kepenulisan. Sejak masa sekolah, tulis-menulis sudah digemarinya, hingga menorehkan dua buku antologi bersama penulis lain.

Namun, dunia literasi ternyata bukan satu-satunya jalan yang membawanya dikenal banyak orang.

“Sekarang saya fokus di dunia kreatif. Menjadi modeling, master ceremony (MC), dan menjadi pengajar. Karena sebagian besar rezeki saya dari dunia model dan MC, dan hal itu yang saya syukuri,” ujar Hana.

Rohana mengaku sudah sering dirias sejak masih sekolah. Relasinya berkembang lewat mulut ke mulut, tanpa strategi branding apa pun. Titik baliknya terjadi ketika dia bergabung dengan forum Blitar Youth Festival (BYF).

Di sana, dia bertemu Bayu Sadewa, sosok yang kemudian membuka jalan karier modeling-nya. Dari unggahan Bayu, dia tertarik ikut ajang pageant PLA, kegiatan yang akhirnya menjadi pintu masuk utama dunia entertain.

Setelah menjadi bagian BYF, berkolaborasi dengan orang lain, untuk memasarkan dirinya di sosial media. Dari situ, Hana mulai menata Instagram-nya menjadi portofolio. Hal itu dilakukan agar akun Instragram-nya dapat dilihat orang dengan luas.

“Awalnya isi akun Instragram-nya cuma twibbon lomba dan olimpiade. Setelah kolaborasi dengan anak BYF lain, saya mulai unggah hasil photoshoot di sosial media. Hasilnya, vendor mulai berdatangan menawarkan kerja sama pemotretan dan project lainnya,” ungkapnya.

Selama dua tahun berkarier sebagai model freelance, berbagai pengalaman dikumpulkan. Ada yang menyenangkan, ada pula yang meninggalkan pelajaran berharga. Salah satunya ketika dia dibatalkan vendor menjelang hari H.

Baca Juga: Mulai 2026, Program Makan Bergizi Gratis 2026 Dikebut: BGN Siapkan Rp900 Miliar per Hari, Target 82,9 Juta Penerima

 Momen itu menjadi hal yang cukup membekas di benaknya. Dari kejadian itu, dia belajar menerapkan pembayaran pada setiap project untuk menjaga profesionalitas. Hal itu untuk menghindari kejadian serupa untuk tidak terjadi lagi.

“Sudah deal, aku sudah menolak tawaran vendor lain. Tapi justru di-cancel oleh vendor ini,” ujarnya lirih.

Selain modeling, Rohana juga menjadi coach di sebuah agensi model. Dia bahkan pernah menjadi pemateri dalam ajang pageant bergengsi di Kabupaten Blitar.

Rohana tumbuh sebagai pribadi yang mendorong dirinya sendiri. Semua pilihan kariernya lahir tanpa paksaan.  Namun, di balik berbagai profesi yang dia jalani, ada satu mimpi besar yang belum terwujud.

“Keluarga selalu mendukung semua yang dijalaninya. Meski begitu, saya masih freelance karena ingin tetap produktif dan mengeksplorasi banyak hal,” pungkasnya. (jar/c1/ady)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#Rohana Maria Ulva #blitar #dunia literasi #model #Modeling #penulis #perempuan #buku antologi