BLITAR-Isu Elliott Moore gantikan Barba mendadak menjadi perbincangan panas di kalangan Bobotoh. Trauma lama soal pemain Italia yang hengkang karena alasan keluarga kembali menghantui Persib Bandung, setelah Federico Barba dikabarkan membuka peluang kembali ke Italia. Reaksi mengejutkan manajemen, termasuk sikap Deputy CEO Aditya Putra Herawan, kini dinanti publik.
Gelombang kekhawatiran mencuat seiring rumor ketertarikan klub Serie B Italia, Pescara, terhadap Federico Barba. Bek tengah asal Italia itu disebut-sebut mengalami homesick dan masalah adaptasi, situasi yang mengingatkan Bobotoh pada kasus Stefano Beltrame musim lalu. Tak heran jika wacana Elliott Moore gantikan Barba langsung viral di media sosial.
Desakan kepada manajemen Persib agar bergerak cepat pun menguat. Bobotoh menilai kehilangan Barba bukan sekadar kehilangan pemain asing, tetapi juga hilangnya pemimpin di lini pertahanan yang selama ini menjadi jenderal lapangan.
Trauma Italia Kembali Menghantui Bobotoh
Istilah “trauma Italia” kembali ramai diperbincangkan. Barba, yang baru saja didapuk sebagai kapten tim, dianggap memiliki peran vital dalam organisasi lini belakang. Namun, pengakuannya soal kerinduan terhadap keluarga memicu spekulasi bahwa Persib bisa kembali kehilangan pemain kunci karena faktor nonteknis.
Kasus Stefano Beltrame masih membekas. Meski tampil impresif, gelandang asal Italia itu memilih hengkang lebih cepat dari kontrak akibat persoalan personal. Bobotoh khawatir sejarah serupa akan terulang, tepat saat Persib sedang berada di jalur juara Super League 2025–2026.
Elliott Moore Mencuat sebagai Solusi Logis
Di tengah ketidakpastian tersebut, nama Elliott Moore muncul sebagai opsi paling rasional. Kapten Oxford United itu dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang sepadan dengan Barba. Tak hanya soal teknis, Moore dikenal sebagai sosok vokal dan tegas dalam mengomando lini pertahanan.
Secara postur, Elliott Moore memiliki keunggulan signifikan dengan tinggi hampir dua meter. Duel udara dan antisipasi bola mati menjadi nilai jual utama, mengingat Persib kerap kebobolan dari situasi set piece musim ini. Selain itu, pengalaman Moore di EFL Championship membuatnya diyakini siap menghadapi intensitas dan kerasnya Super League.
Koneksi kepemilikan klub antara Persib dan Oxford United juga menjadi faktor yang memperkuat spekulasi. Secara administratif, transfer Moore dinilai bukan hal mustahil jika manajemen benar-benar menginginkannya.
Persib Genjot Persiapan Hadapi PSM Makassar
Di luar isu transfer, Persib Bandung tetap fokus pada agenda terdekat. Pelatih Bojan Hodak menggenjot fisik pemain usai libur singkat demi menjaga momentum. Persib dijadwalkan menghadapi PSM Makassar pada Sabtu, 27 Desember 2025, laga krusial dalam perebutan papan atas klasemen.
Hodak menegaskan kebugaran menjadi prioritas utama setelah jadwal padat enam pertandingan dalam 23 hari. Pemain yang tidak tampil penuh mendapat porsi latihan tambahan, sementara starter fokus pada pemulihan aktif.
Kabar baik datang dari Marc Klok yang sudah kembali berlatih bersama tim. Kehadirannya diharapkan menambah stabilitas lini tengah saat menghadapi permainan fisik khas PSM Makassar.
Bursa Transfer dan Tekanan Publik
Hingga kini, manajemen Persib masih bungkam soal kebenaran rumor Pescara dan opsi mendatangkan Moore. Namun tekanan publik semakin kuat. Banyak pengamat menilai Persib tidak boleh pasif, mengingat posisi tim sedang krusial dalam perburuan gelar.
Jika Barba benar-benar hengkang, opsi Elliott Moore gantikan Barba dianggap sebagai langkah preventif paling masuk akal. Kehilangan pemimpin di lini belakang tanpa pengganti sepadan berpotensi merusak stabilitas tim di fase penentuan musim.
Bursa transfer Januari 2026 tinggal hitungan hari. Kini bola panas ada di tangan manajemen Persib Bandung: mempertahankan sang kapten Italia atau melakukan manuver cepat demi menjaga asa juara tetap menyala di Kota Kembang.
Editor : Ichaa Melinda Putri