BLITAR - Kabar kurang menggembirakan datang dari skuad Timnas Indonesia jelang agenda FIFA Match Day. Kiper utama Garuda, Martin Paes, dipastikan harus menepi cukup lama akibat cedera hamstring. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengonfirmasi bahwa kondisi Martin Paes cedera hamstring membuatnya absen dari pemanggilan tim nasional pada agenda uji coba internasional September mendatang.
Cedera tersebut dialami Martin Paes saat memperkuat klubnya, FC Dallas, di kompetisi Major League Soccer (MLS). Berdasarkan laporan resmi Badan Tim Nasional (BTN), penjaga gawang berusia 26 tahun itu membutuhkan waktu pemulihan sekitar enam hingga delapan minggu. Situasi ini membuat Martin Paes cedera hamstring menjadi perhatian serius PSSI karena berdampak langsung pada persiapan Timnas Indonesia.
Untuk pertama kalinya sejak masuk radar tim nasional, Martin Paes harus absen dari skuad Garuda dalam agenda resmi FIFA Match Day yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada 5 dan 9 September. Erick Thohir mengaku telah menerima laporan medis lengkap terkait kondisi sang pemain.
Erick Thohir Pastikan Martin Paes Absen Sementara
Erick Thohir menyampaikan bahwa keputusan tidak memanggil Martin Paes murni didasarkan pada rekomendasi medis. PSSI tidak ingin mengambil risiko yang dapat memperparah cedera kiper andalan tersebut.
“Kalau Martin Paes, kami mendapatkan kabar dari tim BTN dan official bahwa dia mengalami cedera hamstring dan harus istirahat sekitar enam sampai delapan minggu,” ujar Erick Thohir.
Ia menambahkan, pihak federasi berharap proses pemulihan berjalan lancar sehingga Martin Paes bisa kembali memperkuat Timnas Indonesia pada agenda internasional berikutnya, kemungkinan Oktober mendatang.
“Kita berdoa mudah-mudahan Oktober sudah bisa memperkuat lagi, tapi saat ini belum memungkinkan,” lanjutnya.
Emil Audero Dipanggil, Persaingan Kiper Makin Ketat
Sebagai langkah antisipasi, PSSI langsung memanggil tiga penjaga gawang untuk menggantikan posisi Martin Paes. Salah satu nama yang paling menyita perhatian adalah Emil Audero. Kiper berpengalaman yang saat ini berkarier di Eropa itu akan bersaing dengan Nadeo Argawinata dan Ernando Ari.
Erick Thohir menyebut, ketiga kiper tersebut akan dipersiapkan secara maksimal untuk menjalani laga uji coba melawan Kuwait dan Lebanon. Uji coba ini menjadi bagian penting dari persiapan Timnas Indonesia menghadapi agenda internasional yang lebih kompetitif.
“Kami memanggil Emil Audero, lalu Nadeo, dan juga Ernando. Tiga kiper ini yang akan dipersiapkan untuk uji coba melawan Kuwait dan Lebanon,” jelas Erick.
Kehadiran Emil Audero membuka peluang terjadinya rotasi dan persaingan sehat di posisi penjaga gawang. Hal ini dinilai positif untuk menjaga kualitas dan kedalaman skuad Garuda.
Ivar Jenner Juga Absen Akibat Cedera
Tak hanya Martin Paes, Timnas Indonesia juga harus kehilangan gelandang muda potensial, Ivar Jenner. Pemain FC Utrecht tersebut dipastikan absen setelah mengalami cedera saat menjalani latihan bersama klubnya di Belanda.
Menurut Erick Thohir, Ivar Jenner sebenarnya masuk dalam rencana pemanggilan tim nasional. Namun, cedera yang dialaminya membuat tim pelatih dan PSSI sepakat untuk tidak mengambil risiko.
“Ivar seharusnya kita panggil, tetapi baru saja mengalami cedera sekitar tujuh minggu. Recovery-nya ditakutkan justru membuat cedera kambuh,” ungkap Erick.
PSSI pun berkoordinasi dengan pihak klub agar proses pemulihan Ivar Jenner berjalan optimal sebelum kembali ke level kompetisi internasional.
Fokus Pemulihan dan Persiapan Timnas
Dengan absennya Martin Paes dan Ivar Jenner, tim pelatih Timnas Indonesia kini memaksimalkan pemain yang tersedia. Agenda FIFA Match Day tetap dipandang krusial untuk menguji kedalaman skuad, strategi, serta adaptasi pemain terhadap level internasional.
Erick Thohir menegaskan bahwa kesehatan pemain tetap menjadi prioritas utama. PSSI tidak ingin memaksakan pemain yang berpotensi mengalami cedera lebih parah.
Situasi Martin Paes cedera hamstring menjadi pengingat bahwa rotasi dan kesiapan pemain pelapis sangat dibutuhkan. Dengan waktu yang masih tersedia, Timnas Indonesia diharapkan tetap tampil kompetitif meski tanpa beberapa pilar utama.
Editor : Axsha Zazhika