Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Upaya Cegah Lonjakan Kasus Diabetes di Blitar, Dinkes Terus Ingatkan Bahaya Gula-Minyak

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 26 Desember 2025 | 03:30 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

BLITAR KAWENTAR - Menyikapi peningkatan signifikan kasus diabetes melitus (DM) yang mencapai 18.686 penderita pada tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar kini menggencarkan edukasi mengenai manajemen gizi harian.

Pengendalian asupan gula, minyak, serta kecukupan konsumsi air putih menjadi tiga pilar utama yang ditekankan untuk menekan risiko komplikasi penyakit kronis di masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto, menjelaskan bahwa transisi gaya hidup masyarakat saat ini cenderung mengonsumsi makanan instan yang tinggi kandungan gula dan lemak namun rendah nutrisi. Hal ini menjadi faktor risiko utama bagi kelompok usia produktif dan lanjut usia.

"Kunci dari kesehatan jangka panjang sebenarnya ada pada piring makan kita sehari-hari. Kami terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membatasi konsumsi gula dan minyak. Jika ini tidak dikontrol, penumpukan kalori dan lemak akan memicu obesitas hingga diabetes melitus tipe 2," ujar Anggit.

Anggit merinci, batasan konsumsi gula harian yang disarankan adalah tidak lebih dari empat sendok makan per orang per hari.

Sementara untuk minyak atau lemak, konsumsinya sebaiknya dibatasi maksimal empat sendok makan. Penggunaan minyak goreng secara berulang juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan kadar lemak jahat dalam tubuh.

Selain pembatasan asupan makanan, kecukupan hidrasi melalui air putih menjadi komponen yang tidak kalah penting.

Anggit menekankan bahwa banyak masyarakat yang lebih memilih minuman kemasan manis dibandingkan air putih saat merasa haus.

"Banyak orang yang merasa sehat tetapi sebenarnya kekurangan cairan atau justru kelebihan gula dari minuman kekinian. Kami menyarankan masyarakat untuk kembali pada pola minum air putih minimal delapan gelas sehari. Air putih sangat membantu proses metabolisme dan fungsi ginjal, terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit tertentu," tambahnya.

Dinkes Kabupaten Blitar juga menyoroti kebiasaan kurang gerak (sedentary lifestyle) yang sering menyertai pola makan tinggi gula dan minyak.

Anggit mengingatkan bahwa energi dari makanan yang masuk harus dikeluarkan melalui aktivitas fisik agar tidak menjadi beban bagi pankreas dan jantung.

Baca Juga: Aparat Polisi Perketat Pengamanan Selama Libur Panjang Nataru di Blitar

"Upaya pencegahan melalui pola makan ini harus berjalan beriringan dengan deteksi dini. Melalui Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang kami laksanakan di berbagai instansi dan desa, kami mengajak warga untuk mulai sadar gizi. Mengatur porsi gula, minyak, dan rutin minum air putih adalah langkah termurah dan termudah untuk menghindari biaya pengobatan yang mahal di masa depan," pungkas Anggit.(kho/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#diabetes melitus #kasus diabetes #minyak goreng #lemak #dinkes kabupaten blitar #gula