BLITAR - Nama Francisco Rivera Persebaya kian lekat di benak pecinta sepak bola Indonesia. Gelandang asal Meksiko tersebut bukan hanya tampil konsisten di lapangan, tetapi juga mencuri perhatian lewat kisah perjalanan kariernya yang panjang sebelum akhirnya bersinar bersama Persebaya Surabaya. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Rivera membuka cerita tentang masa kecil, alasan memilih Indonesia, hingga ambisi besarnya bersama Bajul Ijo.
Dalam pengakuannya, Francisco Rivera Persebaya mengungkapkan bahwa kecintaannya pada sepak bola sudah tumbuh sejak usia sangat dini. Ia mulai bermain bola sejak usia lima tahun, meski berasal dari keluarga yang tidak terlalu dekat dengan dunia sepak bola. “Di keluarga saya tidak banyak yang bermain sepak bola. Saya mulai main karena cinta pada game ini,” ujar Rivera.
Perjalanan profesional Rivera dimulai di Meksiko. Ia menjalani seleksi klub profesional saat berusia sekitar 15 tahun dan berhasil menembus tim pertamanya, Club América. Setelah itu, kariernya berlanjut ke beberapa negara, termasuk Venezuela dan Kosovo, sebelum akhirnya menerima tantangan bermain di Indonesia.
Alasan Memilih Indonesia dan Persebaya
Keputusan Rivera melanjutkan karier di Indonesia bukan tanpa pertimbangan. Ia mengaku tertarik karena ingin naik satu level dalam karier profesionalnya sekaligus memperkenalkan kualitas sepak bola Meksiko ke panggung internasional. “Bermain di negara lain adalah langkah penting bagi karier saya,” kata Rivera.
Awalnya, Rivera menerima tawaran untuk bermain di Madura United. Bersama klub tersebut, performanya langsung melejit. Dalam satu musim, ia mencatatkan statistik impresif dengan sembilan gol dan 15 assist. Catatan tersebut membuat namanya masuk jajaran pemain terbaik liga dan menjadi incaran klub besar, termasuk Persebaya Surabaya.
Saat kesempatan bergabung dengan Persebaya datang, Rivera mengaku proses adaptasinya berjalan lebih mudah. Faktor kota, lingkungan, serta komunikasi dengan sesama pemain asing menjadi alasan utama. Di Persebaya, ia bertemu pemain yang bisa berbahasa Spanyol, Inggris, hingga Portugis, sehingga memudahkan integrasi di dalam tim.
Ambisi Tinggi Bersama Bajul Ijo
Bagi Francisco Rivera Persebaya, target pribadi tidak pernah lepas dari kepentingan tim. Ia menegaskan bahwa statistik bukan segalanya. “Jika tim menang meski saya tidak mencetak gol atau assist, saya tetap bahagia. Yang terpenting tiga poin,” ujarnya.
Rivera juga menegaskan ambisinya untuk membawa Persebaya menjadi juara. Ia menyadari target tersebut tidak mudah, namun optimistis bisa diraih dengan pendekatan bertahap. “Kami harus fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Step by step,” ucapnya.
Menurut Rivera, kekuatan Persebaya terletak pada kolektivitas tim. Ia menilai skuad Bajul Ijo sebagai tim yang solid, kuat secara fisik, dan bekerja sangat keras sejak pramusim. Bermain di kandang Gelora Bung Tomo disebutnya sebagai keuntungan besar karena atmosfer luar biasa dari para suporter.
Baca Juga: Sepanjang 2025 Ada Sekitar 18 Ribu Warga Produktif di Kabupaten Blitar Terkena Diabetes Melitus
Kagum pada Dukungan Bonek
Salah satu hal yang paling membuat Rivera terkesan adalah dukungan Bonek. Ia menyebut atmosfer di Stadion Gelora Bung Tomo sebagai sesuatu yang “gila” dan sulit dijelaskan dengan kata-kata. “Dukungan mereka memberi energi ekstra. Kamu merasa harus berlari lebih, berjuang lebih,” katanya.
Rivera pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para suporter Persebaya. Ia berjanji akan memberikan segalanya di lapangan demi membalas kepercayaan Bonek. “Kami akan berusaha menang di setiap pertandingan untuk membuat suporter dan keluarga kami bahagia,” ujarnya.
Liga Indonesia, VAR, dan Regulasi Pemain Asing
Rivera juga menilai Liga Indonesia mengalami perkembangan positif. Regulasi delapan pemain asing dianggapnya membuat kompetisi lebih kuat dan kompetitif. Selain itu, penggunaan VAR dinilai membantu keadilan pertandingan, meski masih perlu pembenahan dari sisi waktu pengambilan keputusan.
Ia juga mengaku mulai mengikuti perkembangan Timnas Indonesia. Rivera melihat skuad Garuda sebagai tim muda yang dinamis dan terus berkembang. Meski begitu, ia enggan banyak berkomentar soal perbandingan dengan Meksiko.
Menutup wawancara, Rivera secara jujur mengungkap preferensinya soal idola. “Saya menghormati Cristiano Ronaldo, tapi bagi saya Messi lebih baik,” katanya sambil tersenyum.
Dengan karakter rendah hati, etos kerja tinggi, dan ambisi besar, Francisco Rivera Persebaya kini menjadi salah satu figur sentral Bajul Ijo. Bagi Bonek, kehadirannya bukan sekadar pemain asing, melainkan simbol harapan menuju kejayaan.
Editor : Axsha Zazhika