BLITAR KAWENTAR - Bursa transfer Persib 2025 kembali memanas menjelang dibukanya putaran kedua BRI Super League musim 2025-2026. Persib Bandung disebut menjadi salah satu klub paling disorot setelah muncul rumor ketertarikan terhadap bek Timnas Indonesia milik Persija Jakarta, Rizky Ridho. Isu ini langsung menyita perhatian publik karena melibatkan rival klasik yang sarat gengsi.
Rumor transfer Persib 2025 ini muncul di tengah kebutuhan Maung Bandung untuk memperkuat sektor pertahanan. Jadwal padat serta tuntutan konsistensi membuat manajemen Persib dikabarkan mulai menyusun strategi serius di bursa pemain. Nama Rizky Ridho pun dianggap sebagai opsi ideal karena usia muda, pengalaman internasional, dan kepemimpinan di lini belakang.
Sorotan transfer Persib 2025 semakin besar karena kontrak Rizky Ridho bersama Persija Jakarta sejatinya masih panjang hingga 30 Juni 2028. Situasi ini membuat potensi kepindahannya menjadi sangat menarik, sekaligus menantang dari sisi negosiasi dan rivalitas antarklub.
Rizky Ridho dan Tantangan Transfer Rivalitas
Rizky Ridho merupakan salah satu bek terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Pemain berusia 24 tahun itu menjadi pilar Persija Jakarta sekaligus langganan Timnas Indonesia. Jika Persib benar-benar serius memboyongnya, maka langkah tersebut akan menjadi salah satu transfer paling sensasional dalam beberapa musim terakhir.
Secara teknis, Ridho dinilai cocok dengan karakter permainan Persib yang membutuhkan bek tangguh, disiplin, dan kuat dalam duel. Namun, faktor rivalitas Persib dan Persija menjadi tantangan tersendiri. Selain nilai transfer yang dipastikan tinggi, keputusan melepas pemain kunci ke rival langsung tentu tidak mudah bagi manajemen Macan Kemayoran.
Pergerakan Klub Lain di Bursa Putaran Kedua
Selain transfer Persib 2025, bursa putaran kedua juga diramaikan manuver klub-klub besar lainnya. Persebaya Surabaya dikabarkan mengincar winger Timnas Australia, Craig Goodwin, dari Adelaide United. Pemain berusia 34 tahun itu dikenal berpengalaman dan memiliki kualitas eksekusi bola mati yang mumpuni.
PSM Makassar juga aktif memburu pemain asing. Tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur itu dirumorkan mengincar winger asal Brasil, Matheus Castro, yang saat ini memperkuat Nagoya Grampus di Jepang. Selain itu, PSM juga dikaitkan dengan kiper asing Milen Heka yang kontraknya masih berjalan hingga 2028.
Di level Liga 2, PSS Sleman menjadi salah satu klub yang cukup agresif. Super Elja disebut membidik bek Brasil milik Persik Kediri, Luc Gama, serta pemain bertahan Dewa United berkebangsaan Belanda, Nick Kuipers. Langkah ini menunjukkan ambisi PSS untuk memperkuat fondasi tim demi bersaing ketat.
Persis Solo, Arema FC, dan Persija Ikut Meramaikan
Persis Solo juga tak ingin ketinggalan dalam perburuan pemain. Laskar Sambernyawa dirumorkan mengincar gelandang serang asal Brasil, Brian Brito, dari Goias FC. Pemain berusia 28 tahun itu dianggap memiliki kreativitas yang dibutuhkan Persis untuk meningkatkan daya serang.
Sementara itu, Arema FC resmi melepas pemain muda Brandon Cuneman. Bek berusia 20 tahun tersebut kabarnya diminati Bali United, yang dikenal aktif merekrut pemain potensial untuk proyek jangka panjang.
Persija Jakarta sendiri dikabarkan mengalihkan fokus ke pemain asing. Macan Kemayoran disebut mengincar gelandang serang Timnas Venezuela, Jose Capius, dari Caracas FC. Kontrak pemain berusia 29 tahun itu akan berakhir pada Desember 2025, membuat peluang negosiasi terbuka.
Makna Strategis bagi Persib Bandung
Di tengah ramainya bursa, transfer Persib 2025 tetap menjadi magnet utama perhatian publik. Ketertarikan terhadap Rizky Ridho mencerminkan keseriusan Persib dalam membangun tim yang solid dan kompetitif. Bukan hanya untuk bersaing di Super League, tetapi juga menjaga status sebagai klub papan atas dengan ambisi besar.
Bagi Bobotoh, rumor ini menjadi sinyal bahwa Persib Bandung tidak ingin berjalan di tempat. Putaran kedua Super League akan menjadi penentu, dan setiap manuver transfer Persib 2025 berpotensi membawa dampak besar bagi perjalanan Maung Bandung hingga akhir musim.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi