BLITAR – Wacana Persib Bandung tiru JDT mulai ramai diperbincangkan publik sepak bola nasional. Isu ini mencuat setelah Maung Bandung dikaitkan dengan rencana merekrut sejumlah pemain berlabel Tim Nasional Indonesia, mengikuti pola yang selama ini diterapkan Johor Darul Takzim (JDT) di Malaysia.
Sejak awal musim 2025–2026, Persib Bandung memang sudah dihuni banyak pemain timnas. Namun, kabar terbaru menyebutkan langkah itu belum berhenti. Nama Martin Paes dan Joep Pelupessy kembali dikaitkan dengan Persib, memunculkan anggapan bahwa Persib Bandung tiru JDT dengan mengumpulkan pemain terbaik tim nasional dalam satu klub.
Isu Persib Bandung tiru JDT ini membuat kubu lawan mulai bereaksi. Tak sedikit yang menilai Maung Bandung tengah menyiapkan strategi besar untuk mendominasi Super League Indonesia sekaligus memperkuat posisi di level Asia, mirip dengan dominasi JDT di Liga Malaysia.
Rumor Transfer Paes dan Pelupessy Menguat
Sejak awal Desember, Joep Pelupessy dan Martin Paes disebut-sebut bakal melabuhkan jangkar di Bandung. Keduanya masuk radar Persib untuk memperkuat tim pada paruh kedua Super League serta babak 16 besar AFC Champions League 2.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Aditya Putra Herawan, tak menampik maraknya rumor transfer tersebut. Meski tak memberi jawaban gamblang, pernyataannya dinilai sebagai sinyal bahwa manajemen memang sedang mendekati pemain-pemain terbaik di bursa transfer.
Joep Pelupessy saat ini masih membela Lommel SK di Divisi 2 Belgia. Kontrak mantan pemain FC Groningen itu akan berakhir pada akhir musim dan belum menunjukkan tanda-tanda perpanjangan. Nilai pasarnya disebut berada di kisaran Rp4,35 miliar, angka yang masih relatif realistis bagi Persib.
Sementara itu, Martin Paes masih tercatat sebagai kiper utama FC Dallas di Major League Soccer. Kontraknya juga akan habis dalam waktu dekat. Rumor terbaru bahkan menyebut adanya pertemuan rahasia antara perwakilan Persib dan Paes di Doha, Qatar. Jika terealisasi, Paes berpotensi menjadi pemain termahal Persib musim ini dengan nilai pasar mencapai Rp26 miliar.
Kebutuhan Teknis di Lapangan
Dari sisi teknis, Joep Pelupessy diproyeksikan menjadi solusi di lini tengah. Meski berposisi sebagai gelandang bertahan, Pelupessy dikenal memiliki mobilitas tinggi ala Eropa. Ia mampu membantu pertahanan sekaligus mengalirkan bola ke depan.
Kehadirannya memungkinkan Bojan Hodak menerapkan skema tiga gelandang yang fleksibel, baik dalam formasi 4-3-3 maupun 4-2-3-1. Pelupessy bisa berduet dengan Marc Klok, sementara Tom Haye diberi peran lebih bebas mengatur tempo permainan.
Di sektor penjaga gawang, Martin Paes dinilai sebagai solusi atas ketergantungan Persib kepada Teja Paku Alam. Saat ini, Persib hanya memiliki satu kiper yang benar-benar dipercaya di laga besar. Kondisi ini dinilai rawan, terutama jika Persib harus bermain di dua kompetisi sekaligus.
Persib dan Label “JDT Versi Indonesia”
Jika Joep Pelupessy dan Martin Paes resmi bergabung, jumlah pemain timnas di Persib akan meningkat menjadi enam orang. Saat ini, Maung Bandung sudah diperkuat Marc Klok, Tom Haye, Eliano Reijnders, dan Beckham Putra Nugraha.
Situasi ini membuat Persib mulai disamakan dengan JDT, klub Malaysia yang dikenal sebagai “miniatur timnas”. Sepanjang tahun ini, JDT dihuni hingga 10 pemain inti Timnas Malaysia dan sukses mendominasi Liga Super Malaysia tanpa pesaing berarti.
Namun, dominasi ala JDT belum tentu langsung terjadi di Indonesia. Fakta di lapangan menunjukkan Persib, meski bertabur pemain timnas, masih kerap tersandung. Hingga pekan ke-13 musim ini, posisi puncak klasemen justru dikuasai Borneo FC.
Strategi Prestasi dan Bisnis
Langkah Persib mengincar pemain timnas bukan semata untuk memonopoli liga. Manajemen menilai pemain timnas memiliki standar teknik, fisik, dan mental yang lebih matang, sangat dibutuhkan untuk persaingan ketat di Super League dan AFC Champions League 2.
Selain prestasi, ada faktor bisnis yang tak kalah penting. Pemain timnas merupakan aset pemasaran bernilai tinggi. Kehadiran mereka meningkatkan daya tarik sponsor, mendongkrak penjualan merchandise, dan memastikan stadion selalu ramai.
Dengan strategi ini, Persib tak hanya membangun tim kuat di lapangan, tetapi juga memperkokoh posisi sebagai merek olahraga terbesar di Indonesia. (*)
Editor : Vicky Hernanda