BLITAR – Persib menuju level Asia bukan hanya ditentukan oleh ketajaman lini depan atau kreativitas gelandang serang. Musim ini, fondasi permainan Maung Bandung justru berdiri kokoh berkat peran vital Joey Pelupessy. Gelandang bertahan berdarah Belanda itu menjadi kunci keseimbangan permainan Persib, baik di kompetisi domestik maupun AFC Champions League 2 (ACL2).
Nama Joey Pelupessy mungkin tidak selalu muncul di papan skor. Namun kontribusinya terasa nyata dalam setiap pertandingan. Ia menjadi sosok penjaga stabilitas, pemutus serangan lawan, sekaligus penghubung awal transisi Persib dari bertahan ke menyerang. Inilah alasan mengapa Persib menuju level Asia dinilai lebih siap secara taktikal dibanding musim-musim sebelumnya.
Joey Pelupessy, Jangkar yang Selama Ini Dicari Persib
Selama beberapa musim terakhir, Persib kerap kesulitan menemukan gelandang bertahan dengan karakter komplet. Kehadiran Joey Pelupessy menjawab kebutuhan itu. Ia bukan hanya kuat dalam duel dan membaca permainan, tetapi juga tenang saat menguasai bola.
Joey mampu menjaga kedalaman lini tengah, menutup ruang antar lini, dan mematahkan serangan lawan sebelum masuk ke area berbahaya. Statistik intersep dan recoverynya konsisten tinggi, terutama saat Persib menghadapi tim dengan ball possession dominan.
Di level Asia, detail kecil seperti ini sangat menentukan. Persib menuju level Asia karena kini memiliki pemain yang memahami tempo dan ritme pertandingan internasional.
Membebaskan Kreator, Menguatkan Struktur Tim
Salah satu dampak paling terasa dari kehadiran Joey Pelupessy adalah kebebasan pemain lain. Tom Haye, misalnya, kini bisa bermain lebih ofensif tanpa terbebani tugas defensif berlebihan. Eliano Reijnders pun lebih leluasa bergerak mencari ruang karena ada jaminan keamanan di belakangnya.
Joey menjadi penjaga keseimbangan. Saat fullback naik membantu serangan, ia sigap menutup ruang. Saat Persib kehilangan bola, Joey adalah pemain pertama yang melakukan tekanan atau tactical foul untuk memutus tempo lawan.
Inilah aspek yang kerap luput dari perhatian publik, tetapi sangat dihargai oleh pelatih. Bagi Bojan Hodak, Joey adalah kepanjangan tangan strategi di lapangan.
Mentalitas Eropa dalam Skuad Persib
Selain kualitas teknis, Joey Pelupessy membawa mentalitas Eropa ke dalam ruang ganti Persib. Ia terbiasa bermain di liga dengan intensitas tinggi dan disiplin taktik ketat. Hal itu tercermin dari cara Persib menjaga shape permainan, terutama saat unggul skor.
Berbeda dengan musim-musim sebelumnya yang kerap kehilangan kontrol di menit akhir, Persib kini tampil lebih dewasa. Mereka tidak mudah panik, tahu kapan harus menurunkan tempo, dan kapan melakukan pressing terukur. Persib menuju level Asia juga berarti meningkatnya kecerdasan bermain, dan Joey berada di pusat perubahan itu.
Peran Krusial di Laga Asia
Menghadapi klub-klub Asia seperti Ratchaburi FC, peran gelandang bertahan menjadi sangat krusial. Tim-tim Asia Tenggara dikenal rapi dalam build-up dan cepat dalam transisi. Tanpa gelandang jangkar yang disiplin, lini belakang akan terus berada di bawah tekanan.
Joey Pelupessy menjadi filter utama. Ia membaca arah serangan, menutup jalur umpan, dan memaksa lawan bermain melebar. Dengan demikian, beban bek tengah Persib berkurang signifikan.
Hal ini pula yang membuat Persib mampu bersaing secara taktik, bukan sekadar mengandalkan semangat atau fisik. Persib menuju level Asia kini memiliki struktur permainan yang jelas dan terorganisasi.
Fondasi untuk Prestasi Jangka Panjang
Kehadiran Joey Pelupessy bukan hanya penting untuk satu musim. Ia menjadi fondasi bagi proyek jangka menengah Persib. Dengan struktur tim yang lebih seimbang, Persib tidak mudah goyah meski melakukan rotasi pemain atau menghadapi jadwal padat.
Jika konsistensi ini terjaga, Persib berpeluang bukan hanya melangkah jauh di ACL2, tetapi juga menjadi benchmark baru bagi klub Indonesia di kompetisi Asia. Joey Pelupessy mungkin bukan bintang paling mencolok, tetapi perannya sangat menentukan arah perjalanan Maung Bandung. (*)
Editor : Vicky Hernanda