BLITAR – Joey Pelupessy ke Persib kembali menguat dan menjadi salah satu topik terpanas di bursa transfer awal 2026. Di tengah rumor hengkangnya William Marsilio, nama gelandang bertahan berdarah Belanda itu dinilai paling masuk akal untuk memperkuat struktur permainan Maung Bandung, terutama menghadapi jadwal padat Super League dan AFC Champions League 2 (ACL2).
Isu Joey Pelupessy ke Persib sejatinya bukan kabar baru. Berdasarkan pembahasan di kanal sepak bola nasional, pendekatan Persib terhadap Joey sudah terjadi bahkan sebelum musim bergulir. Namun, proses tersebut tertahan oleh deadline administrasi dan dinamika bursa transfer awal musim. Kini, peluang itu kembali terbuka lebar.
Jika transfer ini terwujud, Joey Pelupessy ke Persib bukan sekadar pembelian pemain, melainkan bagian dari strategi besar klub dalam memanfaatkan regulasi pemain naturalisasi yang tidak menggerus kuota asing.
Bukan Wacana Dadakan, Joey Sudah Lama Masuk Radar Persib
Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa Joey Pelupessy sudah lama diminati Persib Bandung. Namanya bahkan sempat muncul bersamaan dengan Eliano Reijnders dan Tom Haye sebelum bursa transfer awal musim ditutup. Hal ini menegaskan bahwa Persib bergerak dengan perencanaan matang, bukan reaktif terhadap rumor semata.
Berbeda dengan Ole Romeny yang baru mencuat belakangan, Joey Pelupessy dinilai lebih realistis dan sesuai kebutuhan tim. Usianya yang berada di kisaran 31–32 tahun memang menjadikannya salah satu pemain senior, namun pengalaman dan kualitasnya dianggap sepadan.
Keunggulan Regulasi: Tidak Mengganggu Kuota Asing
Salah satu alasan kuat mengapa Joey Pelupessy menjadi opsi ideal adalah statusnya sebagai Warga Negara Indonesia secara administrasi. Dengan demikian, Persib tidak terbentur regulasi kuota pemain asing.
Langkah ini dinilai sangat cerdas. Persib bisa mendapatkan pemain dengan pengalaman Eropa, kualitas bertahan tinggi, dan kedewasaan taktik tanpa harus mengorbankan slot asing untuk posisi lain. Inilah model rekrutmen yang membuat Persib berbeda dibanding banyak klub Liga Indonesia lainnya.
Daya Tarik Persib di Mata Pemain Naturalisasi
Persib kini bukan hanya kuat secara teknis, tetapi juga menarik secara profesional. Klub memiliki reputasi pembayaran gaji yang lancar, manajemen stabil, serta eksposur media dan sponsor yang terus meningkat.
Kesuksesan adaptasi pemain-pemain seperti Marc Klok, Eliano Reijnders, dan Tom Haye menjadi referensi penting. Cerita positif dari pemain-pemain tersebut diyakini sampai ke telinga Joey Pelupessy.
Bagi pemain profesional, faktor kenyamanan kerja sering kali sama pentingnya dengan level liga. Gaji kompetitif, dukungan suporter fanatik Bobotoh, serta peluang iklan dan sponsor menjadi paket lengkap yang sulit ditolak.
Profil Joey Pelupessy: Tepat untuk Kebutuhan Taktik Bojan Hodak
Dari sisi teknis, Joey Pelupessy dikenal sebagai gelandang bertahan disiplin dengan kemampuan membaca permainan yang baik. Ia mampu menjaga kedalaman, memutus alur serangan lawan, serta membantu transisi bertahan ke menyerang.
Karakter ini sangat cocok dengan filosofi Bojan Hodak yang menekankan keseimbangan tim dan disiplin struktur. Dengan Joey di lini tengah, Persib bisa menjaga intensitas permainan tanpa kehilangan kontrol, terutama di laga-laga Asia yang menuntut kecerdasan taktik.
Faktor Usia Tak Jadi Masalah Besar
Meski akan menjadi salah satu pemain tertua di skuad jika bergabung, usia Joey Pelupessy tidak dianggap sebagai hambatan signifikan. Pengalaman internasional dan kematangan bermain justru menjadi nilai tambah, terutama dalam pertandingan bertekanan tinggi seperti ACL2.
Persib membutuhkan figur pemimpin di lapangan, bukan sekadar pemain cepat atau agresif. Joey dinilai mampu mengisi peran tersebut dengan baik.
Masih Menunggu Negosiasi Final
Meski sinyal positif terus bermunculan, keputusan akhir tetap bergantung pada proses negosiasi. Namun satu hal jelas, jika Persib serius mengajukan penawaran, langkah tersebut hampir pasti bukan gertakan.
Dengan performa tim yang sedang menanjak dan target besar di level Asia, mendatangkan Joey Pelupessy bisa menjadi kepingan penting dalam proyek besar Maung Bandung musim ini. (*)
Editor : Vicky Hernanda