BLITAR KAWENTAR - Olahraga lari kini tak sekadar jadi hobi sebagian masyarakat Blitar, namun di kalangan anak muda sudah menjadi tren. Terbukti bermunculan komunitas lari. Salah satunya adalah Universtas Kelud (UKEL), komunitas bagi penghobi lari trail.
Lereng Gunung Kelud seakan menjadi saksi lahirnya komunitas yang tumbuh dari kecintaan pada alam dan olahraga. Di lereng itu, Komunitas Lari Trail UKEL lahir dan memulai perjalanannya.
Tepat pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, UKEL Trail resmi terbentuk sebagai wadah para pegiat lari lintas alam di Blitar.
Komunitas ini digagas oleh enam sekawan yang memiliki semangat sama di dunia lari. Mereka adalah Ari Wibowo, Iman, Totok, Saifudin, Bahaul, dan Rafi. Bagi mereka, lari bukan sekadar mengejar jarak dan waktu, melainkan medium untuk mengenal diri, merawat kebugaran, sekaligus menjaga kelestarian alam.
“Awalnya kami ingin menampung teman-teman yang hobi lari trail di kawasan Gunung Kelud. Dari situ muncul ide membentuk komunitas agar bisa berlari bersama, belajar bersama, dan saling menjaga,” tutur Ari Wibowo, salah satu penggagas UKEL Trail, Senin (5/1/2026).
Berbasis di lingkungan Universitas Kelud, komunitas ini hadir sebagai ruang temu lintas latar belakang. Tak hanya mahasiswa, UKEL Trail juga diikuti pelajar, alumni, hingga pegawai negeri yang dengan guyonan khas disebut
“Pegawai Negeri Strava”, plesetan dari PNS. Saat ini, tercatat sekitar 30 anggota aktif yang rutin berlatih dan berbagi pengalaman.
Berbeda dengan lari jalan raya, UKEL Trail memilih fokus pada trail run karena menyatu langsung dengan alam. Jalur pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, hingga Karangrejo, Garum, menjadi lintasan favorit.
Setiap langkah kaki di jalur tanah, bebatuan, dan tanjakan menjadi cara sederhana mempromosikan keindahan Blitar.
“Trail run itu bukan hanya olahraga, tapi juga promosi wisata alam. Banyak teman dari luar daerah yang akhirnya tertarik datang ke Blitar karena melihat keindahan Kelud dari konten lari trail,” jelas Ari.
Latihan rutin komunitas digelar minimal sebulan sekali. Namun tak jarang latihan dadakan dilakukan saat ada anggota yang memiliki waktu luang. Basecamp UKEL Trail berada di Kamph Cafe, Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, yang menjadi titik kumpul sebelum berlari menyusuri alam.
Meski terbuka untuk umum, UKEL Trail mengedepankan sistem keanggotaan berbasis komitmen. Calon anggota diwajibkan mengikuti latihan minimal tiga kali sebelum resmi bergabung dalam grup komunikasi.
Informasi latihan dibagikan melalui WhatsApp (WA) dan media sosial Instagram serta TikTok @ukel_traill.
Menariknya, UKEL Trail tidak mengejar prestasi podium. Komunitas ini lebih menekankan lari rekreasional dan kebugaran. Bahkan, mereka menyebut diri sebagai “pelari konten”, yang menikmati proses dan momen di alam.
Prestasi tertinggi bagi UKEL Trail bukanlah medali. “Bagi kami, prestasi paling membanggakan adalah finish strong dan pulang selamat ke rumah masing-masing,” tegas Ari.
Meski begitu, anggota UKEL Trail telah berpartisipasi dalam berbagai event bergengsi. Mulai dari Kelud Skyrace, Selekda ALTI Jatim, hingga event nasional seperti Siksorogo Lawu Ultra (SLU), Slamet Trail Run, dan UGM Trail Run. Ke depan, mereka membidik Mantra 116 dan Slamet Lawu Ultra (SLU) 2026 sebagai target event.
Tak hanya sebagai peserta, UKEL Trail juga aktif di balik layar. Mereka pernah terlibat sebagai panitia di sejumlah event besar seperti Kelud Skyrace, Mantra 116, Broder 50, hingga Lelono by Mantra yang dijadwalkan Januari 2026.
Keselamatan menjadi prinsip utama komunitas ini. Setiap latihan diawali dengan pengecekan kondisi anggota. Perlengkapan P3K selalu disiapkan, terlebih saat berlari di gunung.
Keberadaan anggota yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan menjadi nilai tambah dalam menjaga keamanan bersama.
Lebih dari sekadar komunitas olahraga, UKEL Trail juga membawa misi jangka panjang: mencetak generasi muda yang mencintai alam sejak dini.
Bahkan, anak-anak usia 6 tahun sudah mulai dikenalkan trail run dengan pendampingan orang tua yang berpengalaman.
UKEL Trail terus melangkah, menyusuri jalur alam Blitar dengan semangat kebersamaan. Dari kaki Gunung Kelud, mereka membuktikan bahwa lari bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan, merawat alam, dan membangun persaudaraan.(*)
Editor : M. Subchan Abdullah