BLITAR KAWENTAR - Destinasi wisata di Blitar kini semakin beragam. Tak sekadar wisata yang menghadirkan konsep keindahan alam atau wahana permainan tertentu, tetapi juga menyajikan kuliner. Seperti Pasar Wisata Kali Brantas, destinasi anyar di Desa Minggisari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar yang belakangan ini viral dan menjadi jujukan masyarakat. Pengunjung disarankan datang lebih pagi karena kuliner masih lengkap.
Pariwisata memang menjadi sektor potensial untuk mendulang pendapatan di suatu daerah. Karena itu, mulai dari lingkup daerah hingga kelurahan atau desa, mulai berlomba-lomba mengembangkan destinasi wisata.
Tujuannya tidak sekadar untuk menambah pendapatan daerah atau desa, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian warga setempat.
Seperti halnya Pasar Wisata Kali Brantas di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, yang kini telah menjadi jujukan masyarakat setiap akhir pekan.
Wisata tersebut tak hanya menawarkan panorama tepian Sungai Brantas, tetapi juga menyajikan berbagai jenis kuliner. Terutama kuliner tradisional alias jadul.
Seperti pantauan Koran ini pada Minggu (5/1), pasar wisata kuliner tersebut buka mulai pukul 06.00.
Sejak dibuka, masyarakat yang berkunjung sudah banyak. Mereka yang datang bukan sekadar warga lokal, melainkan juga ada dari wilayah lain. Hingga pukul 09.00, masyarakat terus berdatangan.
Wisata kuliner jadul ini memang tepat berada di pinggiran Kali Brantas. Tepian sungai yang dulunya rimbun dengan pepohonan bambu, kemudian disulap menjadi pasar wisata kuliner. Meski begitu, suasana alami pepohonan bambu tetap dipertahankan.
Masuk pasar wisata, pengunjung harus melewati jalan khusus dengan pemandangan pohon bambu di sebelah kanan dan kirinya.
Kurang lebih 50 meter dari area parkir, gapura sederhana dari bambu langsung menyambut para pengunjung. ”Sugeng Rawuh ing Pasar Wisata Kali Brantas”.
Setelah itu, pengunjung disuguhi dengan kedai-kedai jadul yang menjajakan beragam kuliner tradisional. Mulai dari jajanan hingga makanan dan minuman. Seperti ubi rebus, klepon, ampok, hingga nasi dan punten pecel, dan masih banyak lagi.
”Kulinernya banyak pilihan dan murah-murah. Rata-rata yang dijual memang jajanan jadul, jadi keingat masa kecil dulu. Rasanya juga lumayan,” ungkap Arinda Tasya, salah satu pengunjung.
Perempuan warga Desa Soso, Kecamatan Gandusari, ini sengaja datang jauh-jauh dari rumah karena penasaran. Dia mengaku baru pertama kali berkunjung ke pasar wisata kuliner tersebut.
”Ramai banget yang ke sini ternyata. Saya tiba pukul 06.30 sudah banyak pengunjung. Setelah itu terus berdatangan sampai padat,” terangnya.
Ramainya pengunjung membuat orang harus rela mengantre untuk membeli jajanan. Makanya, pengunjung harus sabar mengantre.
”Pelayanannya ramah, tapi ada beberapa yang agak lelet,” ujarnya.
Menurutnya, suasana di pasar kuliner sangat nyaman dan tempatnya sejuk. Selain itu di beberapa titik juga disediakan tikar untuk tempat duduk pengunjung. ”Kalau bisa tempatnya diperluas lagi dan penjualnya ditambah biar yang datang kesiangan gak kehabisan jajanan,” tuturnya.
Pengunjung lain, Diana, mengungkapkan, pasar wisata kuliner merupakan destinasi yang menarik dan kreatif. Sebab, wisata ini bukan hanya menawarkan panorama pinggiran kali Brantas, melainkan juga bisa menggeliatkan ekonomi warga lewat sajian kuliner.
”Idenya kreatif. Dengan begitu bisa memajukan desa,” katanya.
Untuk masuk ke pasar wisata kuliner tersebut tidak dipungut biaya. Pengunjung hanya membayar parkir seikhlasnya.
”Bisa jadi alternatif masyarakat yang ingin kulineran dengan harga terjangkau. Semoga bisa ke sini lagi, karena belum semua kuliner saya cicipi,” tandasnya lantas tertawa. (*/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah