BLITAR KAWENTAR-Laga big match Persik Kediri vs Persib Bandung pada pekan ke-16 BRI Super League 2025-2026 menyajikan duel sarat gengsi dan tensi tinggi di Stadion Brawijaya, Kediri. Meski berakhir tanpa gol di babak pertama, pertandingan ini menyedot perhatian publik karena mempertemukan dua tim dengan ambisi besar di papan atas klasemen Liga 1.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persik Kediri tampil agresif demi menjaga rekor positif saat bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Macan Putih langsung menebar ancaman pada detik ke-30 melalui sepakan Jose Enrique, meski bola masih melenceng dari sasaran. Dukungan penuh suporter tuan rumah membuat intensitas laga langsung meningkat.
Persib Bandung tidak tinggal diam. Maung Bandung yang datang dengan target mencuri tiga poin demi kembali menekan Borneo FC di puncak klasemen mulai menemukan ritme permainan. Peluang pertama Persib hadir pada menit ke-18 lewat sepakan datar Tom Haye, namun masih mampu diamankan kiper Persik, Leo Navacchio.
Babak Pertama Berjalan Ketat dan Minim Gol
Hingga menit ke-20, laga Persik Kediri vs Persib Bandung berlangsung ketat dengan tempo sedang. Beberapa kesalahan umpan dan pelanggaran kecil membuat pertandingan kerap terhenti. Pada menit ke-23, Persik hampir membuka keunggulan melalui tendangan bebas Ezra Walian yang melambung tipis di atas mistar gawang Teja Paku Alam.
Persib membalas lewat peluang emas Beckham Putra Nugraha pada menit ke-29, namun kembali digagalkan oleh penampilan solid Leo Navacchio. Tom Haye juga sempat mendapat kesempatan emas di menit ke-36, tetapi sepakannya berhasil diblok lini belakang Persik. Hingga turun minum, skor kacamata 0-0 tetap bertahan.
Hodak: Persik Sangat Berbahaya di Kandang
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, sejak awal mengakui kekuatan Persik Kediri saat bermain di Stadion Brawijaya. Menurutnya, catatan kandang Persik tidak bisa dipandang sebelah mata dan selalu merepotkan tim tamu.
“Kediri di kandang adalah tim yang berbahaya. Saat melawan kami, setiap tim selalu bermain 300 persen,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut. Hodak juga menyebut absennya beberapa pemain seperti Eliano Reijnders dan Federico Barba akibat cedera, namun menegaskan timnya tetap fokus tampil solid.
Persik Fokus Mental Hadapi Tim Papan Atas
Di kubu tuan rumah, pelatih Persik Kediri Marcos Reina Torres menegaskan kesiapan timnya menghadapi Persib Bandung. Ia menyoroti pentingnya mentalitas dan semangat juang, terutama saat menghadapi tim besar yang dihuni banyak pemain berkualitas.
Menurut Marcos, sosok Tom Haye menjadi salah satu pemain yang patut diwaspadai karena fleksibilitasnya di lini tengah. Meski demikian, ia menegaskan Persik tidak akan terpaku pada satu pemain saja. “Motivasi kami adalah memberikan kemenangan untuk suporter dan warga Kota Kediri,” tegasnya.
Tekanan Bobotoh dan Persaingan Klasemen
Menjelang laga ini, Persib Bandung sempat turun ke peringkat keempat klasemen sementara dengan 34 poin, tertinggal dari Borneo FC, Persija Jakarta, dan Malut United. Situasi tersebut membuat tekanan dari Bobotoh semakin besar.
Bojan Hodak menilai tekanan suporter adalah hal yang wajar bagi klub sebesar Persib. “Bobotoh selalu ingin Persib di puncak klasemen. Tekanan itu biasa di sini,” ujarnya.
Kiper Persib, Teja Paku Alam, juga menyatakan kesiapan penuh menghadapi tekanan di kandang Persik. Ia menegaskan pentingnya fokus dan disiplin untuk menjaga tren positif tim.
Dengan atmosfer panas, duel taktik, dan pertaruhan posisi klasemen, laga Persik Kediri vs Persib Bandung kembali membuktikan bahwa persaingan Super League musim ini semakin ketat dan penuh drama, terutama saat tim besar bertemu di kandang lawan.
Editor : Ichaa Melinda Putri