BLITAR KAWENTAR-Hasil imbang 1-1 dalam laga Persib Bandung kontra Persik Kediri pada pekan ke-16 Super League 2025-2026 memantik beragam reaksi. Bertanding di Stadion Brawijaya, Senin malam, Maung Bandung harus puas membawa pulang satu poin dari kandang Macan Putih, hasil yang dinilai jauh dari harapan tim tamu.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, secara terbuka meluapkan kekecewaannya usai laga. Namun sorotan Hodak bukan semata tertuju pada performa timnya, melainkan pada kepemimpinan wasit yang dianggap mengganggu jalannya pertandingan. Bahkan, manajemen Persib dipastikan akan melayangkan surat keberatan resmi terkait keputusan pengadil lapangan.
Menariknya, Hodak mengaku ini adalah kali pertama dirinya benar-benar membahas kinerja wasit sejak menukangi Persib. Ia mengisyaratkan banyak hal yang ingin disampaikan, tetapi memilih menahan diri demi menghindari sanksi, termasuk pemotongan gaji. Kartu kuning yang diterimanya di laga tersebut disebut menjadi gambaran jelas ketidakpuasannya.
Bojan Hodak Pilih Hati-hati Jelang Laga Krusial
Situasi semakin sensitif ketika Bojan Hodak disinggung soal laga besar berikutnya melawan Persija Jakarta. Pelatih asal Kroasia itu memilih menutup pembahasan dan enggan memperpanjang polemik wasit agar tidak berdampak pada persiapan tim.
Di sisi lain, pelatih Persik Kediri Marcos Reina Torres justru memandang hasil imbang ini sebagai capaian positif. Meski menilai timnya layak menang, Reina menyebut satu poin dari Persib tetap bernilai penting, mengingat Maung Bandung merupakan salah satu tim papan atas Super League.
Menurutnya, laga melawan Persib Bandung menjadi ujian mental dan kualitas bagi Persik, terutama sebagai bekal menghadapi pertandingan selanjutnya kontra Arema FC. Ia juga memberi pujian khusus kepada Firli, pencetak gol penyeimbang Persik, yang dinilai menunjukkan perkembangan signifikan setelah mendapat kepercayaan bermain.
Isyarat Perpisahan Federico Barba
Di tengah panasnya tensi persaingan liga, kabar mengejutkan datang dari kubu Persib Bandung. Bek asing Federico Barba memberi sinyal kuat akan segera mengakhiri kebersamaannya dengan Maung Bandung. Melalui kolom komentar di Instagram pribadinya, Barba mengisyaratkan bahwa kepindahannya hanya tinggal menunggu waktu.
Pemain berusia 32 tahun itu mengaku belum mengetahui akan berlabuh ke klub mana, tetapi memastikan tujuannya kembali ke Eropa. Faktor keluarga menjadi alasan utama keputusannya, mengingat selama ini Barba harus terpisah dari keluarga yang berada di Italia.
Meski kontraknya bersama Persib baru berakhir pada Mei mendatang, terbuka kemungkinan kerja sama tersebut diakhiri lebih cepat. Barba menyadari keputusannya akan mengecewakan Bobotoh, namun menegaskan keluarga tetap menjadi prioritas utama.
Alberto Rodriguez Masuk Radar Persib
Jika Federico Barba benar-benar hengkang, manajemen Persib Bandung disebut mulai melirik nama lama, Alberto Rodriguez. Bek asal Spanyol itu memiliki rekam jejak manis bersama Persib pada musim juara Liga 1 2023-2024.
Di bawah arahan Bojan Hodak, Alberto menjelma menjadi tembok kokoh di lini belakang. Ia mencatatkan 33 penampilan dengan total 2.836 menit bermain dan berperan besar dalam kesuksesan Persib menjuarai liga. Kini, dengan kompetisi Liga India yang belum jelas, peluang kembalinya Alberto ke Bandung dinilai cukup terbuka.
Rumor Febri Haryadi dan Winger Bundesliga
Isu panas lainnya datang dari nama Febri Haryadi. Winger Persib tersebut dikabarkan diminati Persis Solo dengan skema peminjaman pada paruh musim. Jika transfer itu terwujud, Persib disebut tak main-main menyiapkan pengganti.
Nama winger asal Jerman milik Hamburger SV, Bakery Jatta, mencuat sebagai target ambisius. Meski masih terikat kontrak hingga 2029 dan bernilai pasar tinggi, opsi peminjaman dinilai menjadi skenario paling realistis.
Jika langkah ini terealisasi, Persib Bandung menunjukkan keseriusannya menjaga kualitas tim. Bursa transfer paruh musim pun berpotensi menghadirkan kejutan besar bagi Maung Bandung.
Editor : Ichaa Melinda Putri