BLITAR KAWENTAR-Bursa transfer Arema FC mulai memanas seiring keputusan manajemen Singo Edan menjadikan Januari sebagai bulan penentuan nasib pemain. Tiga laga terakhir sebelum jeda putaran pertama bukan sekadar formalitas, melainkan panggung evaluasi terbuka bagi seluruh penggawa Arema FC. Siapa bertahan, siapa tersingkir, akan ditentukan dari performa nyata di lapangan.
Situasi ini membuat seluruh pemain berada di bawah tekanan. Tidak ada lagi zona aman, tidak peduli status pemain inti, lokal, maupun asing. Manajemen dan tim pelatih Arema FC sepakat melakukan bongkar pasang skuad sebelum memasuki putaran kedua kompetisi. Bursa transfer Arema FC pun dipastikan akan diwarnai pergerakan signifikan.
Januari Jadi Bulan Sidang Pemain
Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, menegaskan bahwa evaluasi dilakukan secara menyeluruh berdasarkan kontribusi di pertandingan dan kecocokan dengan skema permainan. Tiga laga terakhir menjadi parameter utama sebelum palu keputusan diketok.
“Kami pasti akan memantau semua pemain, khususnya yang tidak perform dalam tiga laga terakhir,” ujar Marcos Santos. Menurut pelatih asal Brasil itu, Arema FC adalah klub besar yang menuntut standar tinggi. Setiap menit bermain harus dibayar dengan kontribusi maksimal.
Marcos juga memastikan kontrak bukan jaminan perlindungan. Pemain yang dinilai tidak sesuai kebutuhan tim tetap berpeluang dilepas lebih cepat. Target klub, kata dia, jauh lebih penting dibanding kenyamanan individu.
Evaluasi Tidak Pandang Bulu
Soal siapa saja yang masuk daftar evaluasi, Marcos memilih menutup rapat. Tekanan sengaja dibiarkan menggantung agar setiap pemain sadar satu kesalahan bisa berdampak langsung pada masa depan mereka di Arema FC.
Baik pemain lokal maupun asing sama-sama berpotensi dievaluasi. Sementara mereka yang minim menit bermain akan dipantau intensif melalui latihan. Namun manajemen memastikan evaluasi tidak dilakukan secara gegabah. Bongkar total skuad justru dinilai bisa menjadi bumerang.
“Idealnya hanya beberapa nama untuk menambal kekurangan tim,” kata Marcos. Fokus utama tetap membuat Arema FC lebih kompetitif menghadapi putaran kedua.
Kiper Lukas Frigeri Jadi Sorotan
Evaluasi skuad Arema FC makin panas usai kekalahan tipis 0-1 dari Bali United di Stadion I Wayan Dipta. Gol tunggal Kadek Agung pada menit ke-49 menjadi penentu hasil sekaligus memicu perdebatan soal lini pertahanan Singo Edan.
Nama kiper asing Lukas Frigeri langsung menjadi sorotan. Kolom komentar di akun Instagram resmi Arema FC dipenuhi kritik Aremania. Sebagian menuntut rotasi, bahkan mendesak agar Frigeri digantikan oleh kiper lokal Adi Satrio.
Tekanan publik ini membuat posisi Frigeri berada dalam evaluasi total. Menarik dinantikan apakah tuntutan suporter akan memengaruhi keputusan tim pelatih pada laga-laga berikutnya, terlebih jelang bursa transfer Arema FC.
Arema FC Bergerak di Bursa Transfer
Di tengah evaluasi ketat, pergerakan Arema FC di bursa transfer mulai terbaca. Manajemen dilaporkan menjalin komunikasi aktif dengan Persija Jakarta untuk memperkuat tim sebelum putaran kedua Super League 2025/2026.
Dua nama dari Persija mencuat ke permukaan, yakni Rio Matsumura dan Gustavo Franca. Arema FC disebut telah mencapai kesepakatan peminjaman Rio Matsumura, sementara negosiasi untuk Gustavo Franca masih berjalan.
Langkah ini menunjukkan strategi agresif namun terukur. Arema FC ingin merombak komposisi pemain, khususnya di sektor asing, menyusul performa tim yang belum stabil di putaran pertama.
Slot Asing Dibuka, Target Papan Atas
Sebelumnya, Arema FC telah melepas winger asal Brasil, Paulinho, pada Desember 2025. Kepergian tersebut membuka satu slot penting yang kini menjadi kunci perburuan pemain baru.
Gustavo Franca, playmaker Brasil milik Persija, dinilai menarik karena minim kesempatan bermain meski kondisi fisiknya fit. Situasi itu membuka peluang negosiasi, dan Arema FC melihat celah untuk menambah kreativitas lini tengah.
Sementara Rio Matsumura diproyeksikan sebagai paket tambahan. Jika dua pemain Persija ini benar-benar merapat, Arema FC berpotensi mendapat suntikan kualitas signifikan demi mengejar target papan atas di putaran kedua.
Editor : Ichaa Melinda Putri