BLITAR KAWENTAR-Jersey kiper Arema FC untuk musim ini kembali menjadi perbincangan di kalangan Aremania. Sorotan tertuju pada jersey kiper ketiga yang tampil dengan warna hitam elegan, berbeda dari warna-warna cerah yang selama ini identik dengan Singo Edan. Ternyata, pilihan warna tersebut bukan sekadar keputusan desain, melainkan permintaan langsung dari kiper utama Arema FC, Lucas Frigeri.
Fakta ini terungkap di tengah perhatian publik terhadap detail apparel Arema FC musim kompetisi berjalan. Jersey kiper Arema FC berwarna hitam itu menjadi istimewa karena jarang digunakan oleh tim asal Malang dalam beberapa musim terakhir. Kombinasi warna gelap dengan aksen khas klub membuatnya langsung mencuri perhatian, baik di lapangan maupun di kalangan kolektor jersey.
Awalnya Dirancang Ungu, Berubah karena Frigeri
Manajemen Arema FC sejatinya telah menyiapkan konsep awal berbeda untuk jersey kiper ketiga. Warna ungu sempat menjadi rencana utama sebelum musim dimulai. Namun, dalam proses diskusi internal, Lucas Frigeri menyampaikan usulan alternatif.
Kiper asal Brasil tersebut mengajukan ide penggunaan warna hitam. Alasannya sederhana, Arema FC dinilai sangat jarang memiliki jersey kiper dengan warna tersebut. Usulan Frigeri kemudian dibahas secara serius oleh manajemen bersama tim apparel klub.
Setelah melalui diskusi panjang dan memastikan kesesuaian dengan regulasi kompetisi, manajemen akhirnya menyetujui perubahan desain. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap Frigeri sekaligus upaya menghadirkan tampilan berbeda bagi Arema FC.
Hitam Dinilai Cocok dengan Identitas Singo Edan
Pemilihan warna hitam bukan tanpa pertimbangan estetika. Warna tersebut dinilai selaras jika dipadukan dengan aksen merah dan biru, dua warna identitas Arema FC. Meski tampil sederhana, detail pada jersey kiper Arema FC ini justru menjadi nilai jual tersendiri.
Corak merah dan biru disematkan di beberapa bagian, menciptakan kesan tegas namun tetap modern. Sekilas terlihat minimalis, tetapi jika diperhatikan lebih dekat, desainnya menyimpan karakter kuat yang merepresentasikan Singo Edan.
Manajemen menilai jersey ini tidak hanya fungsional di lapangan, tetapi juga memiliki daya tarik visual bagi suporter. Terlebih, jersey kiper kerap menjadi incaran kolektor karena produksinya biasanya lebih terbatas dibanding jersey pemain.
Selera Fashion Frigeri Tuai Pujian
Menariknya, Lucas Frigeri sendiri mengaku sangat menyukai hasil akhir jersey tersebut. Di usia 35 tahun, Frigeri menunjukkan bahwa selera fashion-nya di lapangan tetap mengikuti perkembangan zaman. Penampilan sang kiper dengan balutan jersey hitam memberikan kesan elegan dan berwibawa saat menjaga gawang Arema FC.
Keputusan Frigeri mengusulkan warna hitam juga dinilai mencerminkan kepercayaan diri. Warna gelap sering diasosiasikan dengan ketegasan dan dominasi, dua karakter yang dibutuhkan seorang penjaga gawang di bawah mistar.
Tak heran jika jersey ini langsung menuai respons positif dari sebagian Aremania. Banyak yang menilai desain tersebut terlihat lebih eksklusif dibanding rencana awal berwarna ungu.
Potensi Jadi Favorit Kolektor
Di dunia sepak bola, jersey kiper sering memiliki pasar tersendiri. Produksi yang terbatas membuatnya lebih diburu kolektor, apalagi jika desainnya unik dan memiliki cerita di baliknya. Jersey kiper Arema FC berwarna hitam ini dinilai memiliki potensi besar menjadi item favorit.
Strategi pemilihan warna juga dianggap tepat dari sisi pemasaran. Warna hitam cenderung netral dan mudah dipadukan, sehingga menarik tidak hanya bagi pendukung Arema FC, tetapi juga pecinta jersey sepak bola secara umum.
Kini, perdebatan pun muncul di kalangan suporter. Sebagian menyukai pilihan hitam karena terlihat elegan dan berbeda, sementara lainnya masih penasaran seperti apa jadinya jika warna ungu tetap dipertahankan.
Namun satu hal yang pasti, keputusan ini menunjukkan bahwa Arema FC mulai lebih terbuka terhadap masukan pemain dalam aspek non-teknis. Sebuah langkah kecil yang ternyata berdampak besar pada identitas visual klub di musim ini.
Editor : Ichaa Melinda Putri