BLITAR KAWENTAR-Arema FC gagal menang lagi di lanjutan BRI Super League musim ini. Bertandang ke markas Bali United pada pekan ke-16, Singo Edan harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 1-0. Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Arema FC yang kini tercatat sudah enam pertandingan beruntun tanpa kemenangan.
Hasil tersebut membuat posisi Arema FC di klasemen sementara kian rawan. Hingga pekan ke-16, Dalberto dan kolega tertahan di peringkat ke-11 BRI Super League. Rentetan hasil buruk ini memicu sorotan tajam publik dan membuka wacana evaluasi besar-besaran di internal klub, baik terhadap pemain maupun jajaran pelatih.
Situasi ketika Arema FC gagal menang dalam waktu cukup panjang disebut menjadi alarm serius bagi manajemen. Meski evaluasi pelatih belum dilakukan secara resmi, manajemen dikabarkan sudah memulai langkah awal dengan menilai kontribusi para pemain, khususnya pemain asing yang dianggap belum memberi dampak signifikan.
Enam Laga Tanpa Kemenangan, Alarm Bahaya Menyala
Kekalahan dari Bali United menjadi pukulan lanjutan bagi Arema FC. Gol tunggal tuan rumah membuat Singo Edan kembali pulang tanpa poin. Hasil ini menegaskan bahwa masalah konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah besar tim asal Malang tersebut.
Dalam enam pertandingan terakhir, Arema FC gagal menunjukkan performa stabil. Kehilangan poin demi poin membuat target merangsek ke papan atas semakin berat. Manajemen pun disebut tidak ingin menunggu lebih lama untuk bertindak.
Evaluasi Pemain Asing Mulai Dilakukan
Berdasarkan informasi yang beredar, manajemen Arema FC telah melakukan evaluasi terhadap skuad. Fokus awal tertuju pada pemain asing. Disebutkan, dua hingga tiga pemain asing berpotensi dilepas pada bursa transfer paruh musim.
Langkah ini diambil untuk menyegarkan komposisi tim sekaligus mencari sosok yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktik. Arema FC juga dikabarkan sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah pemain asing sebagai opsi pengganti.
Sebelumnya, nama Kelvin Mateus, mantan pemain FC Porto, sempat masuk radar Arema FC. Namun kabar terbaru menyebutkan pemain asal Brasil tersebut batal merapat ke Malang dan memilih bergabung dengan Uthai Thani FC, klub asal Thailand.
Rio Matsumura Hampir Pasti Merapat
Di tengah kabar batalnya Kelvin Mateus, Arema FC mendapat angin segar dari sosok Rio Matsumura. Pemain asal Jepang tersebut dikabarkan hampir pasti akan memperkuat Singo Edan pada putaran kedua BRI Super League.
Rio Matsumura saat ini berstatus pemain Persija Jakarta. Pemain berusia 31 tahun itu akan bergabung dengan Arema FC hingga akhir musim dengan skema peminjaman. Kesepakatan ini dinilai realistis mengingat hubungan kedua klub yang kerap saling meminjamkan pemain.
Beberapa contoh transfer sebelumnya antara Persija dan Arema FC antara lain Taisei Marukawa dan Gustavo Almeida. Rio Matsumura sendiri disebut tidak masuk dalam skema permainan pelatih Persija, Mauricio Souza.
Statistik dan Alasan Dilepas Persija
Musim ini, Rio Matsumura baru tampil satu kali bersama Persija Jakarta di BRI Super League. Cedera parah yang dialaminya di awal musim membuat performanya belum kembali ke level terbaik.
Meski demikian, rekam jejak Rio Matsumura cukup menjanjikan. Sejak bergabung dengan Persija pada 2023, pemain kelahiran Kyoto itu telah mencatatkan 72 penampilan dengan torehan 17 gol dan 18 assist di semua kompetisi.
Kemampuannya bermain sebagai gelandang serang maupun winger membuat Rio dinilai cocok untuk menambah variasi serangan Arema FC yang belakangan tumpul.
Nasib Gustavo Franca Masih Abu-Abu
Selain Rio Matsumura, sempat muncul rumor bahwa Gustavo Franca, gelandang Persija lainnya, juga masuk radar Arema FC. Namun peluang transfer Gustavo disebut kecil. Sang pemain dikabarkan lebih dekat dilepas Persija ke klub lain.
Kini perhatian Aremania tertuju pada satu hal utama, apakah kehadiran Rio Matsumura mampu menjadi solusi atas krisis performa. Setelah Arema FC gagal menang dalam enam laga beruntun, perubahan di bursa transfer menjadi harapan terakhir untuk mengangkat performa Singo Edan di putaran kedua
Editor : Ichaa Melinda Putri