BLITAR KAWENTAR - Keputusan besar diambil manajemen Setan Merah. Ruben Amorim dipecat Manchester United secara resmi pada Senin, 5 Januari 2026. Kabar tersebut langsung mengguncang publik Old Trafford, mengingat Amorim baru sekitar satu tahun dua bulan menangani klub raksasa Premier League itu.
Informasi Ruben Amorim dipecat Manchester United pertama kali diungkap oleh pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano. Dalam laporannya, perwakilan Manchester United bertemu langsung dengan Amorim pada pagi hari waktu setempat. Pertemuan itu membahas kritik sang pelatih pascalaga melawan Leeds United, yang kemudian berujung pada pemutusan kerja sama.
Friksi Jadi Awal Masalah
Pemecatan Amorim tidak terjadi secara tiba-tiba. Dalam beberapa pekan terakhir, hubungan antara pelatih asal Portugal tersebut dan manajemen MU dikabarkan memanas. Amorim merasa tidak diberi kewenangan penuh sebagai manajer, terutama dalam urusan kebijakan tim dan pengambilan keputusan strategis.
Kritik terbuka Amorim terhadap manajemen dianggap melewati batas. Pernyataannya yang menegaskan bahwa ia datang sebagai “manajer Manchester United, bukan sekadar pelatih” dinilai menyindir struktur internal klub. Sikap ini memicu reaksi keras dari petinggi Setan Merah.
Ditunjuk sebagai Solusi, Berakhir Kontroversi
Ruben Amorim direkrut dari Sporting Lisbon pada 2024 untuk menggantikan Erik ten Hag. Kedatangannya sempat membawa harapan besar. Amorim dikenal sebagai pelatih muda dengan filosofi modern dan karakter kepemimpinan kuat.
Namun perjalanan Amorim di Old Trafford jauh dari kata mulus. Performa Manchester United kerap inkonsisten. Meski ada peningkatan dari sisi permainan, hasil akhir sering tak sesuai ekspektasi, membuat tekanan terhadap sang pelatih terus meningkat.
Darren Fletcher Jadi Interim
Usai Ruben Amorim dipecat Manchester United, manajemen bergerak cepat menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Mantan gelandang MU yang kini menangani tim U-18 itu akan memimpin Setan Merah dalam laga terdekat melawan Burnley.
Penunjukan Fletcher bersifat sementara. Manajemen ingin menjaga stabilitas tim sembari menyusun rencana jangka panjang terkait sosok manajer permanen yang akan datang pada musim panas nanti.
Sorotan di Tengah Kekacauan
Di tengah gejolak pemecatan Amorim, ada kabar positif dari lapangan. Joshua Zirkzee mulai menunjukkan kontribusi nyata. Masuk sebagai pemain pengganti saat melawan Leeds United, Zirkzee langsung memberi assist kepada Matheus Cunha untuk menyamakan kedudukan.
Cunha pun memberikan pujian terbuka. Ia menyebut Zirkzee memiliki kualitas spesial dan bisa menjadi pembeda bagi Manchester United di sisa musim ini. Kepercayaan diri sang striker dinilai terus meningkat.
Rumor Transfer Mulai Berhembus
Selain isu pelatih, Manchester United juga diterpa rumor transfer. Napoli dikabarkan serius ingin memboyong gelandang muda MU, Kobbie Mainoo. Klub asal Italia itu disebut siap mengajukan tawaran pinjaman dengan opsi pembelian permanen.
Napoli tertarik karena krisis gelandang akibat cedera pemain kunci. Namun transfer ini masih bergantung pada pergerakan pemain Napoli, termasuk potensi penjualan Noah Lang untuk membuka ruang finansial.
Sembilan Kandidat Pengganti Amorim
Manajemen MU kini mulai menyusun daftar pengganti Ruben Amorim. Beberapa nama besar mencuat, mulai dari Gareth Southgate, Enzo Maresca, Xavi Hernandez, hingga Stefano Pioli. Nama-nama dengan ikatan emosional seperti Ruud van Nistelrooy dan Michael Carrick juga masuk radar.
Keputusan memilih pelatih berikutnya menjadi krusial. Manchester United tak ingin kembali terjebak dalam siklus salah pilih manajer yang justru memperpanjang krisis.
Era Baru di Old Trafford
Pemecatan Amorim menandai babak baru di Old Trafford. Meski kontroversial, keputusan ini menunjukkan ketegasan manajemen dalam menjaga arah klub. Kini, fokus Setan Merah adalah menemukan sosok tepat yang mampu mengembalikan identitas dan stabilitas Manchester United.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi