BLITAR KAWENTAR - Keputusan mengejutkan kembali datang dari Old Trafford. Ruben Amorim dipecat Manchester United setelah rapat darurat yang digelar manajemen klub pada awal Januari. Pemecatan ini menandai berakhirnya masa kerja pelatih asal Portugal tersebut yang baru berjalan sekitar satu tahun dua bulan.
Kabar Ruben Amorim dipecat Manchester United dikonfirmasi sejumlah media ternama Eropa. Manajemen Setan Merah menilai Amorim sudah tidak lagi cocok memimpin tim hingga akhir musim. Performa buruk, konflik internal, serta komentar kontroversial sang pelatih menjadi kombinasi fatal yang berujung pada keputusan ekstrem.
Rapat Darurat dan Statistik yang Menghantam
Menurut laporan The Athletic, rapat darurat digelar oleh CEO Manchester United Omar Berrada bersama direktur olahraga Jason Wilcox. Salah satu poin krusial adalah rasio kemenangan Amorim yang hanya berada di angka 38,1 persen dari total 63 pertandingan.
Statistik tersebut dianggap jauh dari standar klub sebesar Manchester United. Selama setahun terakhir, performa Setan Merah dinilai stagnan bahkan cenderung menurun, membuat manajemen kehilangan kepercayaan terhadap proyek Amorim.
Bukan Sekadar Hasil, Ada Konflik Kekuasaan
Pemecatan Amorim ternyata tidak semata-mata soal hasil di lapangan. Di balik layar, tersimpan konflik serius terkait struktur kekuasaan. Amorim secara terbuka meminta diperlakukan sebagai “manajer”, bukan sekadar head coach.
Pernyataan tersebut disampaikan Amorim dalam konferensi pers dan ditafsirkan internal klub sebagai manuver kekuasaan. Manajemen menilai Amorim telah melampaui batas dengan ikut mencampuri kebijakan strategis yang berada di luar kewenangannya.
Sengketa Transfer Jadi Pemicu Utama
Perbedaan pandangan soal transfer disebut sebagai akar masalah. Amorim ingin mendatangkan pemain sesuai kebutuhannya, sementara manajemen menolak sejumlah permintaan demi menjaga stabilitas finansial jangka panjang.
Ketegangan memuncak setelah Amorim melontarkan komentar pedas usai laga melawan Leeds United. Ia mengaku kecewa karena tidak mendapat otoritas penuh. Komentar inilah yang disinyalir menjadi titik balik menuju pemecatan.
Kerugian Finansial Tak Terhindarkan
Keputusan Ruben Amorim dipecat Manchester United juga berdampak besar secara finansial. Dikutip dari Sky Sports, MU masih wajib menggaji Amorim hingga kontraknya berakhir pada Juni 2027 karena pemutusan dilakukan sepihak.
Sebelumnya, MU sudah mengeluarkan sekitar 9,25 juta pound sterling untuk menebus Amorim dari Sporting CP. Ditambah gaji dan pesangon, total kerugian klub diperkirakan mencapai puluhan juta pound. MU baru bisa berhenti membayar jika Amorim menerima tawaran dari klub lain dalam 18 bulan ke depan.
Darren Fletcher Jadi Solusi Sementara
Usai pemecatan, manajemen langsung menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Legenda klub tersebut akan menangani tim dalam waktu dekat sambil menunggu penunjukan manajer permanen.
Fletcher menjadi pelatih interim kelima yang berasal dari eks pemain Manchester United di era Sir Alex Ferguson. Penunjukan ini diharapkan menjaga stabilitas ruang ganti di tengah situasi krisis.
Bursa Pelatih Mulai Memanas
Manchester United kini bergerak cepat mencari pengganti Amorim. Sejumlah nama langsung masuk radar. Salah satu yang paling kuat adalah Xavi Hernandez. Mantan pelatih Barcelona itu dinilai cocok dengan kebutuhan MU yang ingin membangun ulang proyek olahraga secara menyeluruh.
Xavi disebut hanya tertarik pada klub dengan dukungan penuh manajemen dan fleksibilitas dalam proyek jangka panjang. Kondisi MU yang tengah berbenah bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Era Baru Dimulai
Pemecatan Ruben Amorim menjadi penegasan bahwa Manchester United tak ingin lagi terjebak dalam ketidakjelasan arah. Meski mahal dan kontroversial, manajemen memilih memutus siklus lebih cepat.
Kini, fokus Setan Merah adalah menemukan sosok pemimpin yang bukan hanya piawai secara taktik, tetapi juga mampu selaras dengan struktur klub. Era baru Old Trafford resmi dimulai.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi