Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ruben Amorim Dipecat Manchester United Meski Peringkat 6, Ini 4 Kandidat Pelatih Baru yang Disiapkan Manajemen

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Kamis, 8 Januari 2026 | 19:30 WIB
Ruben Amorim Dipecat Manchester United Meski Peringkat 6, Ini 4 Kandidat Pelatih Baru yang Disiapkan Manajemen
Ruben Amorim Dipecat Manchester United Meski Peringkat 6, Ini 4 Kandidat Pelatih Baru yang Disiapkan Manajemen

BLITAR KAWENTAR – Keputusan mengejutkan datang dari Old Trafford. Ruben Amorim dipecat Manchester United meski posisi Setan Merah di klasemen sementara Liga Inggris musim ini terbilang cukup aman. Hingga pekan ke-20 Premier League, Manchester United masih bertengger di peringkat keenam, namun hal itu rupanya belum cukup memuaskan manajemen klub.

Pemecatan Ruben Amorim langsung memicu reaksi luas dari publik sepak bola dunia. Banyak pihak mempertanyakan langkah tegas Manchester United, mengingat performa musim ini menunjukkan perbaikan dibanding musim sebelumnya. Namun, standar tinggi yang selalu melekat pada klub raksasa Inggris itu membuat progres tersebut dinilai belum sejalan dengan ambisi jangka panjang.

Bagi manajemen, Ruben Amorim dipecat Manchester United bukan semata soal posisi klasemen. Performa tim yang naik turun, inkonsistensi hasil pertandingan, serta kegagalan membangun identitas permainan yang kuat menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Situasi ini kembali menegaskan bahwa Manchester United masih berada dalam fase krisis dan pencarian arah yang jelas.

Musim Kedua yang Tak Meyakinkan

Ruben Amorim datang ke Old Trafford dengan harapan besar. Ia diproyeksikan menjadi sosok yang mampu mengembalikan kejayaan Setan Merah setelah bertahun-tahun terjebak dalam masa transisi. Namun kenyataan di lapangan jauh dari ekspektasi.

Pada musim perdananya, Manchester United hanya mampu finis di peringkat ke-15 Liga Inggris. Hasil tersebut tercatat sebagai salah satu musim terburuk dalam sejarah modern klub. Meski di musim kedua posisi klasemen membaik, performa tim dinilai belum menunjukkan lompatan signifikan yang diharapkan.

Manajemen menilai tidak ada fondasi permainan yang benar-benar kuat. Identitas tim belum terbentuk dengan jelas, sementara tekanan dari suporter dan media terus meningkat. Akhirnya, keputusan pahit pun diambil: Ruben Amorim dipecat Manchester United sebelum musim berakhir.

Empat Nama Masuk Radar Pengganti

Usai pemecatan tersebut, perhatian publik langsung tertuju pada sosok pengganti. Setidaknya ada empat nama pelatih yang disebut masuk radar manajemen Manchester United, masing-masing dengan karakter dan filosofi berbeda.

Gareth Southgate

Nama Gareth Southgate mencuat sebagai kandidat kuat. Mantan pelatih timnas Inggris itu saat ini berstatus tanpa klub. Pengalamannya mengelola skuad penuh bintang dan tekanan tinggi dianggap cocok dengan kondisi ruang ganti Manchester United.

Southgate dikenal mampu membangun stabilitas dan disiplin taktik. Namun, gaya permainannya yang cenderung pragmatis memunculkan perdebatan, terutama untuk klub sebesar Manchester United yang identik dengan sepak bola menyerang.

Enzo Maresca

Enzo Maresca juga masuk dalam bursa kandidat. Pelatih asal Italia tersebut baru saja berpisah dengan Chelsea setelah mencatatkan hasil positif, termasuk membawa klub kembali ke zona Liga Champions dan meraih Piala Dunia Antarklub 2025.

Filosofi permainan berbasis penguasaan bola, pressing terstruktur, serta keberanian memainkan pemain muda menjadi nilai plus Maresca. Pengalaman di Premier League membuatnya dinilai tak memerlukan adaptasi panjang.

Xavi Hernandez

Nama besar lainnya adalah Xavi Hernandez. Mantan pelatih Barcelona ini dikenal dengan filosofi permainan modern dan dominasi penguasaan bola. Bersama Barcelona, Xavi sukses mempersembahkan gelar La Liga dan Supercopa Spanyol.

Jika ditunjuk, Xavi berpotensi membawa perubahan besar dalam identitas permainan Manchester United. Namun, tantangan adaptasi dengan intensitas Premier League menjadi ujian utama bagi pelatih asal Spanyol tersebut.

Michael Carrick

Michael Carrick menjadi opsi emosional sekaligus realistis. Mantan pemain dan caretaker Manchester United ini dinilai sangat memahami kultur dan tekanan di Old Trafford. Meski belum memiliki pengalaman melatih klub elite, Carrick dianggap paham DNA permainan Setan Merah.

Gaya kepelatihannya yang tenang dan komunikatif diyakini mampu menghadirkan stabilitas awal bagi tim yang tengah limbung.

Persimpangan Masa Depan Setan Merah

Baca Juga: Persik Kediri vs Persib Bandung di BRI Super League 2025: Adu Gengsi Panas di Stadion Brawijaya, Maung Bandung Terancam Gagal Kudeta Puncak?

Pemecatan Ruben Amorim kembali menegaskan kompleksnya persoalan di tubuh Manchester United. Pergantian pelatih yang terlalu sering belum menghasilkan kesinambungan yang diharapkan. Oleh karena itu, penunjukan pelatih baru kali ini menjadi momen krusial.

Siapa pun yang dipilih, tantangannya bukan hanya soal taktik, tetapi juga kemampuan mengelola ego pemain, tekanan media, serta ekspektasi besar suporter. Tanpa dukungan manajemen yang konsisten dan visi jangka panjang, perubahan hanya akan menjadi solusi sementara.

Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi
#pelatih baru manchester united #old trafford #manchester united #Ruben Amorim dipecat Manchester United #liga inggris