BLITAR – Gelora Bung Tomo (GBT) dipastikan akan kembali membara pada Minggu sore, 28 Oktober 2025. Persebaya Surabaya tengah bersiap melakoni laga krusial kontra Persijap Jepara yang digadang-gadang sebagai titik balik kebangkitan Bajol Ijo di musim ini. Pertandingan yang akan dimulai pukul 15.30 WIB ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan panggung pembuktian harga diri untuk mengakhiri kutukan sulit menang yang menghantui tim kebanggaan Bonek dan Bonita tersebut.
Manajemen Persebaya Surabaya memberikan sinyal kepercayaan penuh kepada pelatih asal Korea Selatan, Coach Shin Sang-gyu. Kepercayaan ini didasarkan pada disiplin dan keberanian Coach Shin dalam meracik strategi. Menariknya, di balik layar, terdapat kolaborasi intens antara Coach Shin dengan Bernardo Tavares. Keduanya rutin menjalin komunikasi melalui video call untuk membahas detail taktik, pendekatan permainan, hingga skema yang akan diterapkan guna memperkuat organisasi pertahanan dan ketajaman lini serang.
Evaluasi dari laga sebelumnya melawan Borneo FC menjadi pelajaran berharga. Fokus utama kini tertuju pada disiplin lini belakang agar tidak kembali kebobolan. Sinergi antara Coach Shin dan strategi dari Bernardo Tavares diharapkan melahirkan tim Persebaya Surabaya yang lebih solid dan berani saat menjamu Persijap di kandang sendiri.
Baca Juga: Tiket Pantai Serang Digratiskan Sementara , Warga Menuntut Transparansi Keuangan Bumdes
Memasuki bursa transfer tengah musim, kabar mengejutkan datang dari pergerakan Bernardo Tavares. Setidaknya ada tiga nama besar yang masuk dalam radar incaran untuk memperkuat skuad Persebaya Surabaya. Nama pertama yang mencuat adalah bek tangguh PSM Makassar, Yuran Fernandes. Yuran dikabarkan sedang mengurus legalitas kepindahannya, dan proses transfer disebut telah mencapai 50% untuk menggantikan posisi Slavko Damjanovic di lini belakang.
Nama asing kedua adalah Gonzalo Ritacco, gelandang kreatif asal Argentina yang terakhir merumput di Liga Kolombia bersama Deportivo Pasto. Tavares menilai karakter Ritacco sangat cocok dengan filosofi permainan Persebaya Surabaya. Sejarah mencatat bahwa Bajol Ijo sering meraih sukses dengan pemain asal Amerika Latin yang memiliki determinasi tinggi. Saat ini, proses negosiasi dengan Ritacco dikabarkan sudah mencapai angka 60%.
Selain pemain asing, satu nama lokal yang membuat publik sepak bola Surabaya bereaksi adalah striker Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta. Penyerang yang saat ini berkarier di Liga Malaysia tersebut masuk dalam radar pantauan Bernardo Tavares. Tavares secara terbuka memuji gaya bermain Sananta yang agresif dan memiliki insting gol yang tajam.
Meski status Sananta saat ini masih sebatas rumor dan belum ada pembicaraan resmi dengan pihak manajemen, sinyal ketertarikan ini sudah cukup membangkitkan harapan Bonek dan Bonita untuk melihat lini depan yang lebih tajam. Dengan kolaborasi pelatih yang solid dan potensi masuknya pemain baru, Persebaya Surabaya kini sedang menatap babak baru demi masa depan tim yang lebih cerah.
90 menit di Gelora Bung Tomo pada Minggu sore nanti akan menjadi saksi bisu, apakah Persebaya Surabaya mampu bangkit dan kembali ke jalur kemenangan atau justru semakin tertekan. Satu yang pasti, dukungan total dari Bonek dan Bonita akan menjadi bahan bakar utama bagi perjuangan Bajol Ijo di lapangan.(*)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama