BLITAR KAWENTAR-Bernardo Tavares bawa asisten dan pemain ke Persebaya menjadi kabar yang menyedot perhatian Bonek Mania jelang putaran kedua Liga Super Indonesia. Pelatih anyar asal Portugal itu dipastikan tidak datang sendirian ke Surabaya. Ia membawa paket lengkap berupa staf kepelatihan serta dua pemain yang disiapkan untuk memperkuat skuad Bajul Ijo.
Bernardo Tavares bawa asisten dan pemain ke Persebaya sebagai bagian dari proyek awal membangun fondasi tim. Sosok asisten yang dibawa adalah Renato Duarte, pelatih yang disebut memiliki kedekatan filosofi dan metode latihan dengan Tavares. Selain itu, dua pemain juga turut diboyong, yakni Bruno Paraiba untuk lini depan dan Jefferson Junior yang diplot mengisi sisi kiri pertahanan.
Bernardo Tavares bawa asisten dan pemain ke Persebaya bukan sekadar formalitas. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa manajemen memberikan kepercayaan penuh kepada sang pelatih untuk membangun tim sesuai visinya. Kehadiran Bruno Paraiba dan Jefferson Junior bahkan sudah diperkenalkan melalui kanal media dan media sosial resmi klub.
Staf Lama Tetap Bertahan, Bukan Digusur
Salah satu isu yang sempat mengemuka adalah kekhawatiran akan tersingkirnya staf kepelatihan lama. Nama Uston Nawawi dan Shin Tae-yong (atau staf lokal lain yang selama ini mendampingi tim) sempat disebut-sebut akan kehilangan peran. Namun isu tersebut ditegaskan tidak benar.
Manajemen memastikan bahwa Uston Nawawi, Shin, dan jajaran staf kepelatihan lokal lainnya tetap berada di Persebaya. Mereka tidak digantikan, melainkan akan berkolaborasi dengan Bernardo Tavares dan asistennya, Renato Duarte. Model kerja ini disebut sebagai bentuk “merger” atau kolaborasi kepelatihan.
Kolaborasi ini diharapkan menciptakan sinergi antara pemahaman budaya sepak bola lokal dengan pendekatan modern ala Eropa yang dibawa Tavares. Dengan begitu, adaptasi tim diharapkan bisa berjalan lebih cepat tanpa menghilangkan identitas khas Persebaya.
Modal Positif Menuju Putaran Kedua
Persebaya Surabaya memasuki fase penting menjelang putaran kedua Liga Super Indonesia. Dalam dua laga terakhir, Bajul Ijo berhasil meraih hasil positif dengan mengamankan poin maksimal. Tren ini menjadi modal berharga bagi Bernardo Tavares sebelum memimpin langsung sesi latihan dan pertandingan resmi.
Saat ini, Persebaya masih berada di peringkat ketujuh klasemen sementara. Persaingan di papan atas terbilang ketat, dengan selisih poin yang tipis antar tim. Oleh karena itu, konsistensi menjadi kunci utama jika Persebaya ingin ikut bersaing menembus zona atas.
Kehadiran pelatih baru, tambahan pemain, serta kolaborasi staf diharapkan mampu meningkatkan stabilitas permainan. Bernardo Tavares dikenal sebagai pelatih yang menekankan organisasi tim, disiplin taktik, serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
Tantangan Adaptasi dan Budaya Bermain
Meski membawa optimisme, tantangan besar tetap menanti. Bernardo Tavares harus mampu beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Surabaya yang dikenal penuh tekanan. Ekspektasi tinggi dari Bonek Mania menuntut hasil nyata dalam waktu relatif singkat.
Selain itu, proses “nge-blend” antara pelatih asing, staf lama, dan para pemain menjadi pekerjaan rumah utama. Gaya bermain Persebaya yang agresif dan mengandalkan semangat juang harus bisa dipadukan dengan pendekatan taktik Bernardo Tavares.
Bruno Paraiba dan Jefferson Junior juga dituntut cepat menyesuaikan diri dengan iklim kompetisi dan karakter Liga Indonesia. Jika adaptasi berjalan mulus, keduanya berpotensi menjadi kepingan penting dalam skema permainan baru Bajul Ijo.
Kedatangan Bernardo Tavares Tinggal Menunggu Waktu
Bernardo Tavares diprediksi akan tiba di Indonesia dalam waktu dekat, kemungkinan masih di bulan Januari. Ia akan langsung memimpin latihan bersama tim pelatih gabungan Persebaya. Momen ini sangat dinantikan oleh suporter yang ingin melihat perubahan nyata di lapangan.
Bernardo Tavares bawa asisten dan pemain ke Persebaya menjadi awal babak baru perjalanan Bajul Ijo musim ini. Kini, harapan besar bertumpu pada kolaborasi tersebut agar Persebaya bisa merangsek naik di klasemen dan kembali menjadi penantang serius di Liga Super Indonesia.
Editor : Ichaa Melinda Putri