Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengenal Komunitas Influencer Berdampak Indonesia di Blitar: Perempuan Harus Berani Aksi Sampaikan Gagasan

M. Subchan Abdullah • Senin, 12 Januari 2026 | 10:15 WIB
ULET: Mahira Diffa Rahma terus berbagi kepada generasi muda, khususnya kaum perempuan tentang pentingnya menyebarkan pesan positif melalui media sosial.
ULET: Mahira Diffa Rahma terus berbagi kepada generasi muda, khususnya kaum perempuan tentang pentingnya menyebarkan pesan positif melalui media sosial.

BLITAR KAWENTAR - Menjadi perempuan muda di ruang publik bukan tanpa tantangan. Hal itu dirasakan betul oleh Mahira Diffa Rahma Hida saat memimpin komunitas Influencer Berdampak Indonesia.

Ya, Tantangan terbesar, bukan hanya soal kepercayaan orang lain, tetapi juga kepercayaan terhadap diri sendiri.

“Perempuan sering dianggap belum cukup siap memimpin, entah karena usia, pengalaman, atau konstruksi peran gender,” ujar warga Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar ini.

Namun, Mahira memilih memaknai kepemimpinan secara berbeda. Bukan tentang siapa yang paling lantang, melainkan siapa yang paling konsisten menjaga nilai dan arah bersama.

Dia percaya kepemimpinan yang sehat tumbuh dari kolaborasi dan keteguhan prinsip.

Di dunia digital, Mahira melihat peran perempuan semakin strategis. Perempuan bukan lagi sekadar konsumen media, tetapi produsen narasi dan gagasan.

Banyak figur perempuan, menurutnya, telah membuktikan bahwa media sosial bisa menjadi alat perubahan sosial.

“Perempuan bisa menjadi penghubung antara kesadaran dan aksi,” katanya.

Baginya, ruang digital adalah amanah. Apa yang dibagikan harus membawa nilai dan tanggung jawab.

Karena itu, ia selalu menanamkan kesadaran kepada anggota komunitas bahwa media sosial adalah alat, bukan tujuan.

Dalam komunitas yang dia pimpin, idealisme dijaga lewat diskusi rutin, refleksi bersama, dan penguatan nilai. Setiap anggota diajak kembali pada alasan awal mereka bergabung. Kepedulian, edukasi, dan keberpihakan pada isu sosial.

Mahira juga menyampaikan pesan khusus bagi perempuan muda yang ingin berdaya lewat media sosial. Dia menegaskan bahwa dampak tidak menunggu kesempurnaan.

“Tidak perlu menunggu terkenal atau punya banyak pengikut. Dampak lahir dari ketulusan dan konsistensi,” ujarnya.

Menurutnya, setiap perempuan memiliki suara yang layak didengar. Ketika suara itu digunakan dengan nilai, dia bisa menjadi pengaruh yang mengubah lingkungan, bahkan mengubah nasib. (sub/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Influencer Berdampak Indonesia #media sosial #ruang publik #komunitas #anak muda #blitar #medsos #perempuan muda