BLITAR KAWENTAR - Rumor Persebaya kembali mencuat usai kemenangan penting atas Malut United dalam laga pekan ke-17 Super League 2025–2026. Duel panas yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (10/1/2026), menjadi bukti perubahan signifikan di tubuh Bajul Ijo, terutama sejak ditangani pelatih anyar Bernardo Tavares.
Rumor Persebaya menguat seiring performa dominan yang ditunjukkan sejak menit awal. Bermain di hadapan ribuan pendukungnya, Persebaya Surabaya tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Malut United. Intensitas tinggi membuat tim tamu kesulitan keluar dari tekanan dan tertinggal dua gol di babak pertama.
Keunggulan tersebut mempertegas rumor Persebaya yang tengah berada dalam jalur kebangkitan. Dua gol cepat yang dicetak Gali Freitas menjadi bukti efektivitas serangan tim Kota Pahlawan, sekaligus sinyal kuat bahwa sentuhan tangan dingin Bernardo Tavares mulai terasa.
Babak Pertama Milik Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Skema permainan yang cair membuat aliran bola cepat berpindah dari lini tengah ke depan. Malut United dipaksa bertahan lebih dalam dan kehilangan kendali permainan.
Gali Freitas tampil sebagai aktor utama. Penyerang asal Timor Leste itu membuka keunggulan dan kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa Persebaya unggul 2-0 di babak pertama. Ketajamannya bahkan membuka peluang mencatatkan hattrick andai mampu kembali mencetak gol di paruh kedua.
Dua gol tersebut lahir dari celah pertahanan Malut United yang gagal mengantisipasi pergerakan dinamis pemain Persebaya. Tekanan berlapis membuat lini belakang tim tamu kerap salah posisi.
Sentuhan Taktik Bernardo Tavares
Kemenangan ini tak bisa dilepaskan dari racikan strategi Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu menerapkan pendekatan taktik berbeda dengan memainkan skema false nine, menempatkan Gali Freitas sebagai ujung tombak utama.
Peran tersebut membuat Gali tidak hanya berdiri sebagai target man, tetapi juga aktif turun menjemput bola dan membuka ruang bagi pemain lain. Rotasi posisi ini membuat barisan pertahanan Malut United tampak kelimpungan.
Permainan Persebaya pun menjadi sulit ditebak. Alur serangan lebih cair, cepat, dan efektif. Transisi dari bertahan ke menyerang berlangsung rapi, membuat Malut United gagal mengembangkan permainan di babak pertama.
Malut United Bangkit di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Malut United mencoba bangkit. Intensitas serangan ditingkatkan dengan memaksimalkan lebar lapangan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui gol Ciro Alves pada menit ke-61.
Gol itu sempat mengubah momentum pertandingan. Malut United mulai berani menekan dan lebih sering menguasai bola. Namun, disiplin lini belakang Persebaya Surabaya membuat peluang-peluang lanjutan gagal berbuah gol tambahan.
Persebaya memilih bermain lebih pragmatis setelah unggul. Fokus menjaga kedalaman lini pertahanan dan mematikan ruang gerak lawan menjadi kunci untuk mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Rumor Persebaya dan Harapan Bonek
Kemenangan ini semakin memanaskan rumor Persebaya jelang putaran berikutnya Super League 2025–2026. Performa solid, skema permainan baru, serta ketajaman Gali Freitas memberi harapan besar bagi Bonek akan kebangkitan Bajul Ijo.
Bernardo Tavares dinilai mulai menemukan formula yang tepat. Meski masih membutuhkan konsistensi, kemenangan atas Malut United menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan diri tim.
Bagi Persebaya Surabaya, hasil ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Lebih dari itu, laga ini menjadi penanda arah baru permainan yang lebih modern, efektif, dan kompetitif. Jika tren positif ini terus berlanjut, rumor Persebaya sebagai kuda hitam di papan atas klasemen bukan lagi sekadar wacana.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi