BLITAR KAWENTAR - Rumor Persebaya kembali menguat jelang duel panas pekan ke-17 Super League 2025–2026. Aura laga besar sudah terasa bahkan sebelum peluit dibunyikan. Persebaya Surabaya bakal kembali tampil di Stadion Gelora Bung Tomo, dan lawan pun datang dengan kewaspadaan penuh. Pengakuan terbuka dari pemain Malut United, David Da Silva, menjadi bukti bahwa kekuatan Green Force tak bisa dipandang sebelah mata.
Rumor Persebaya semakin ramai diperbincangkan setelah David Da Silva secara jujur menyebut Persebaya sebagai tim kuat, terutama saat bermain di kandang sendiri. Ia menilai atmosfer Gelora Bung Tomo selalu memberi tekanan besar bagi tim tamu. Sedikit saja kehilangan fokus, Persebaya bisa langsung menghukum lawan lewat permainan agresif mereka.
Rumor Persebaya ini mencerminkan respek tinggi dari kubu Malut United. “Saya melihat Persebaya begitu kuat saat bermain di Gelora Bung Tomo. Kami harus fokus penuh jika ingin mendapatkan poin,” ujar David Da Silva dalam sesi konferensi pers jelang laga, Jumat.
David Da Silva: Respek Tinggi, Profesional Tetap Nomor Satu
Laga ini juga sarat emosi bagi David Da Silva. Penyerang asal Brasil itu pernah berseragam Persebaya Surabaya pada musim 2018–2019 dan 2020–2021. Banyak kenangan manis yang tertinggal di Surabaya, namun David menegaskan profesionalisme tetap menjadi prioritas.
“Saya punya memori indah di sini, tapi fokus saya sekarang untuk Malut United. Saya menghormati jersey ini dan akan memberikan kemampuan terbaik,” tegasnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meski ada nostalgia, David tetap datang sebagai lawan yang siap bertarung.
Atmosfer Bonek dan Efek Non-Teknis GBT
Tak hanya faktor teknis, Malut United juga mewaspadai kekuatan non-teknis Persebaya. Bermain di hadapan ribuan Bonek dan Bonita disebut bisa memberi energi tambahan bagi tuan rumah. Pelatih Malut United, Henry, mengakui atmosfer Gelora Bung Tomo kerap membuat lawan berada di bawah tekanan sejak menit awal.
Apalagi, laga ini menjadi debut Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala Persebaya dari pinggir lapangan. Kehadiran pelatih anyar tersebut diyakini mampu meningkatkan mental dan motivasi pemain Bajul Ijo.
“Melawan Persebaya bukan pekerjaan mudah. Kehadiran Tavares tentu menambah motivasi mereka, tapi kami sudah menyiapkan game plan,” ujar Henry.
Strategi Bernardo Tavares: Persempit Ruang Jadi Kunci
Sorotan utama tertuju pada racikan strategi Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu mengantongi satu kunci penting jelang laga, yakni mempersempit ruang gerak Malut United sejak menit awal. Menurutnya, lawan sangat berbahaya jika diberi waktu dan ruang untuk mengembangkan permainan cepat.
“Malut United sangat kuat dalam transisi menyerang dan bola mati. Jika kami memberi terlalu banyak ruang, mereka akan mengambil keputusan terbaik,” kata Tavares.
Ia menekankan pentingnya organisasi bertahan yang rapat, terutama di sekitar kotak penalti. Malut United dinilai memiliki pemain dengan pengambilan keputusan cepat, baik lewat permainan terbuka, tembakan jarak jauh, maupun situasi bola mati.
Waspadai Trio Berbahaya Malut United
Bernardo Tavares secara khusus menyoroti koneksi antarpemain Malut United. Ia menyebut Ziro, David, dan Tyron sebagai trio yang memiliki chemistry kuat dan mampu menciptakan peluang hanya dengan satu-dua sentuhan.
“Ketiga pemain itu punya koneksi sangat baik, tapi Malut United bukan hanya soal tiga atau empat pemain. Mereka bermain sebagai satu tim,” tegasnya.
Pendekatan mempersempit ruang ini diharapkan bisa memaksa lawan kehilangan ritme sekaligus membuka peluang transisi cepat bagi Green Force.
Rumor Persebaya dan Ambisi Juara yang Mulai Nyata
Di luar taktik, rumor Persebaya juga menghangat di bursa transfer. Ambisi juara tak lagi sekadar wacana. Manajemen Persebaya Surabaya menegaskan keseriusan bersaing di papan atas dengan mendatangkan amunisi asing baru.
Bruno Paraiba dan Jefferson da Silva resmi bergabung. Bruno diharapkan menambah ketajaman lini depan, sementara Jefferson memperkuat sektor pertahanan. Satu pemain asing lagi disebut akan segera diperkenalkan di Gelora Bung Tomo.
Bernardo Tavares menyambut langkah ini dengan realistis. Ia menekankan pentingnya persaingan sehat dan proses bertahap. “Kami tidak bisa mengharapkan perubahan terjadi dengan cepat. Kami harus melangkah selangkah demi selangkah,” pungkasnya.
Dengan kombinasi strategi matang, dukungan penuh Bonek, dan komposisi pemain yang terus diperkuat, rumor Persebaya sebagai kandidat kuat juara musim ini kian sulit diabaikan.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi