BLITAR KAWENTAR-El Clasico Indonesia Persija Jakarta vs Persib Bandung kembali memanaskan persaingan Super League 2025/2026. Bukan sekadar duel gengsi, laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026) sore ini menjadi penentu arah perebutan gelar juara paruh musim.
Persija Jakarta datang ke Bandung dengan kepercayaan diri tinggi. Macan Kemayoran tak ingin hanya bertahan di kandang rival abadinya, Persib Bandung. Targetnya jelas: membawa pulang tiga poin dan merebut puncak klasemen sementara Super League 2025/2026.
El Clasico Indonesia Persija Jakarta vs Persib Bandung kali ini mempertemukan dua tim papan atas yang sama-sama mengoleksi 35 poin. Kemenangan akan menjadi momentum krusial untuk menutup putaran pertama sebagai pemimpin klasemen, sekaligus fondasi kuat menghadapi paruh kedua musim.
Persiapan Matang Persija Jelang Duel Panas
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menegaskan timnya datang ke Bandung dengan persiapan yang sangat serius. Selama sepekan terakhir, fokus latihan diarahkan pada pemantapan taktik dan penguatan mental pemain.
Mauricio menyadari kualitas Persib Bandung yang dihuni banyak pemain berlabel tim nasional. Namun, ia menaruh keyakinan penuh pada skuad Macan Kemayoran. Menurutnya, duel dua tim kuat inilah yang membuat El Clasico Indonesia selalu sarat tensi dan menarik sejak menit awal.
Kabar baik datang dari kondisi pemain. Beberapa nama yang sebelumnya absen seperti Jordi Amat, Emaxwel Souza, dan Gustavo Almeida sudah dibawa ke Bandung. Meski demikian, Persija harus kehilangan Rio Matsumura dan Fabio Calonego yang absen akibat sanksi Komdis PSSI.
Tekad Pemain dan Ujian Mental di GBLA
Bek Persija, Bruno Tubarau, menegaskan seluruh pemain siap menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin tinggi. Ia menyadari laga di GBLA tidak mudah karena tekanan puluhan ribu Bobotoh. Namun, Persija datang dengan satu tujuan: menang.
Menurut Bruno, El Clasico Indonesia Persija Jakarta vs Persib Bandung bukan hanya soal rivalitas, tetapi juga tentang arah persaingan gelar. Tim yang keluar sebagai pemenang akan membawa momentum besar menuju putaran kedua Super League 2025/2026.
Jakmania Jadi Suntikan Energi Tambahan
Atmosfer luar biasa sudah terasa sejak sesi latihan terakhir Persija di Jakarta. Ribuan Jakmania hadir langsung di Persija Training Ground, membawa nyanyian, bendera, dan dukungan tanpa henti.
Kapten Persija, Rizky Ridho, tampil di hadapan suporter dan menyampaikan orasi penuh semangat. Ia memastikan seluruh pemain siap bertarung tanpa kompromi demi tiga poin. Ridho menegaskan target Persija adalah menang di Bandung dan menutup putaran pertama sebagai pemuncak klasemen.
Media Officer Persija, Kukuh Wahyudi, menyebut kehadiran Jakmania dalam sesi latihan sudah menjadi budaya positif jelang laga kontra Persib. Dukungan langsung dari suporter dinilai menjadi tekanan positif yang justru memperkuat mental pemain.
Bursa Transfer: Persija Mulai Berbenah
Di luar lapangan, Persija Jakarta juga bergerak aktif menyambut bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Manajemen telah melepas beberapa pemain seperti Muhammad Alwi Fadilah, Alfrianto, Nico Saputro, Figo Denis, dan Jehan Pahlevi demi membuat skuad lebih solid.
Rumor kedatangan pemain baru pun menguat. Nama bek Timnas U-23 Indonesia, Fajar Fathurrahman, disebut berpeluang besar bergabung setelah berpisah dengan Borneo FC. Selain itu, gelandang serang asal Brasil, Rodrigo Hasan, juga masuk radar.
Isu paling mengejutkan datang dari posisi penjaga gawang. Persija dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan kiper Brasil berusia 25 tahun, Pedro Karakocchi. Jika transfer ini terwujud, persaingan di bawah mistar Macan Kemayoran dipastikan semakin ketat.
Kini publik menanti satu hal utama: apakah Persija Jakarta benar-benar siap menaklukkan Persib Bandung di GBLA dan menegaskan status sebagai penantang serius gelar juara musim ini.
Editor : Ichaa Melinda Putri