BLITAR KAWENTAR-Laga Persib vs Persija dalam tajuk El Clasico Indonesia kembali menyisakan cerita panjang. Tidak hanya soal hasil pertandingan, duel panas pekan ke-17 BRI Super League itu juga memunculkan beragam reaksi, mulai dari rekor impresif Bojan Hodak, gol krusial Beckham Putra, hingga insiden teror terhadap Tom H yang mengundang perhatian publik sepak bola nasional.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu sore, Persib Bandung sukses menundukkan Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang dicetak Beckham Putra Nugraha, hasil dari efektivitas Maung Bandung dalam memanfaatkan peluang di laga bertensi tinggi. Kemenangan ini sekaligus mengantar Persib ke puncak klasemen paruh musim BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 38 poin.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menilai laga Persib vs Persija berjalan sangat ketat dan minim peluang. Menurutnya, pertandingan tersebut layaknya partai final karena kedua tim sama-sama enggan menelan kekalahan. Ia bahkan menyebut Persija nyaris tak menciptakan peluang berbahaya sepanjang laga.
“Saya sudah katakan sebelumnya, ini seperti pertandingan final. Tidak ada yang mau kalah. Mereka hanya punya satu tembakan. Kami juga tidak punya banyak peluang, tapi bisa mencetak satu gol,” ujar Bojan Hodak.
Rekor Bojan Hodak dan Atmosfer Bobotoh
Kemenangan ini semakin istimewa bagi Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia tersebut mencatatkan rekor tidak pernah kalah dari Persija Jakarta dalam lima pertemuan sejak menukangi Persib. Ia menyebut hasil tersebut pantas diraih timnya yang tampil disiplin dan fokus.
Bojan juga memberi pujian tinggi kepada Bobotoh. Menurutnya, atmosfer stadion sangat luar biasa dan memberi energi tambahan bagi para pemain. Ia menyoroti dukungan suporter yang berlangsung positif tanpa adanya flare, dengan nyanyian yang terus menggema sepanjang 90 menit.
“Atmosfernya fantastis, tidak ada flare. Selama 90 menit mereka bernyanyi. Bobotoh hari ini bisa menjadi contoh suporter di Indonesia,” katanya.
Meski berhasil menjadi juara paruh musim, Bojan menegaskan status tersebut belum terlalu penting. Ia mengingatkan kompetisi masih panjang hingga Mei mendatang. Fokus utama tim saat ini adalah pemulihan kondisi pemain, mengingat Persib memiliki jadwal pertandingan lebih padat, termasuk agenda AFC Champions League 2.
Beckham Putra dan Ambisi Besar Persib
Beckham Putra mengungkapkan golnya ke gawang Persija merupakan hasil instruksi pelatih yang menekankan efektivitas. Ia menilai kemenangan dalam derby Persib vs Persija menjadi bukti kualitas Maung Bandung sebagai tim papan atas Indonesia.
Sebagai pemain asli Bandung, Beckham mengaku kemenangan ini sangat spesial secara personal. Ia berharap Persib mampu mencetak sejarah baru, baik di kompetisi domestik maupun Asia.
“Saya asli Bandung, jadi tahu bagaimana atmosfernya. Ini kebanggaan dan mimpi yang terwujud bisa mencetak gol di laga derby,” ujar Beckham.
Insiden Teror ke Tom H
Namun kemenangan Persib ternodai oleh insiden di luar lapangan. Tom H dan keluarganya dilaporkan menerima ancaman pembunuhan melalui media sosial usai pertandingan. Ancaman tersebut diduga berawal dari gestur Tom H yang memancing emosi lawan di akhir laga.
Tagar #StandWithHay sempat menggema sebagai bentuk dukungan dari Bobotoh. Salah satu akun yang diduga sebagai pelaku teror memberikan klarifikasi bahwa akunnya telah diretas, sebelum akhirnya menghilang dari Instagram. Tokoh Bobotoh, Eko Maung, menyebut kasus ini bisa diproses secara hukum jika dilaporkan ke kepolisian.
Kritik Pedas untuk Persija
Di sisi lain, kekalahan ini memicu kritik keras dari legenda Persija Jakarta, Ismet Sofyan. Mantan kapten Macan Kemayoran itu menilai performa Persija jauh dari harapan, terutama dari sisi mental dan semangat bertanding.
“Enggak ada gregetnya, enggak ada nyalinya. Kalau cuma menggugurkan kewajiban, mending turunkan anak akademi,” tegas Ismet.
Hasil ini membuat Persija tertahan di peringkat ketiga klasemen dengan 35 poin. Sementara Persib semakin kokoh di singgasana klasemen dan akan kembali bertemu Persija pada pekan ke-32 di Jakarta, 10 Mei 2026 mendatang.
Editor : Ichaa Melinda Putri