BLITAR KAWENTAR-Skuad Persija Jakarta BRI Super League 2025/2026 putaran kedua resmi mengalami banyak pembaruan, baik dari sisi komposisi pemain maupun nilai pasar. Sejumlah pemain mengalami kenaikan harga signifikan, sementara beberapa nama lain justru tercatat mengalami penurunan nilai jelang paruh kedua kompetisi.
Dalam daftar terbaru skuad Persija Jakarta BRI Super League 2025/2026, sektor penjaga gawang masih diisi nama-nama berpengalaman. Andritany Ardhiyasa tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar. Kiper berusia 33 tahun itu telah memperkuat Macan Kemayoran sejak 2010 dan terikat kontrak hingga 30 Juni 2026. Namun, nilai pasar Andritany tercatat turun menjadi Rp2,61 miliar.
Persija juga memiliki Carlos Eduardo, kiper asal Brasil berusia 33 tahun yang bergabung pada Agustus 2024. Nilai pasarnya berada di angka Rp1,30 miliar. Selain itu, Persija menyiapkan regenerasi melalui Hafiz Rizki Nuris (19 tahun) dan Irham Harzova (18 tahun), dua kiper muda hasil promosi dari tim U-20.
Lini Belakang Persija: Ridho Naik, Jordi Amat Turun
Di lini pertahanan, Persija Jakarta masih bertumpu pada kombinasi pemain senior dan muda. Jordi Amat, bek tengah naturalisasi berusia 33 tahun, baru bergabung pada Juli 2025 dengan kontrak hingga Mei 2027. Namun, nilai pasar Jordi tercatat turun ke angka Rp10,43 miliar.
Sorotan utama justru tertuju pada Rizky Ridho. Bek tengah tim nasional Indonesia berusia 24 tahun ini mengalami lonjakan nilai pasar signifikan hingga menyentuh angka sekitar Rp30 miliar. Kenaikan tersebut tak lepas dari performa konsisten Ridho bersama Persija dan Timnas Indonesia.
Selain Ridho, lini belakang juga diperkuat Hansamu Yama Pranata, Tales Lira (pinjaman dari Arema FC), serta dua pemain muda promosi, Sayid dan Bayu Hakir Rifai. Untuk posisi bek sayap, Alan Cardoso dari Brasil mencatat kenaikan nilai pasar menjadi Rp3,91 miliar, sementara Rio Fahmi juga mengalami peningkatan hingga Rp5,21 miliar.
Gelandang: Kombinasi Lokal, Asing, dan Darah Muda
Di sektor tengah, Persija Jakarta BRI Super League 2025/2026 memiliki kedalaman skuad yang cukup solid. Hanif Sjahbandi tetap menjadi andalan di posisi gelandang bertahan, didampingi pemain asing Mauricio Souza dan Fabio Silva yang nilai pasarnya ikut meningkat.
Nama Rio Matsumura masih mengisi peran gelandang serang, meski nilai pasar pemain asal Jepang ini tercatat turun menjadi Rp5,21 miliar. Persija juga mengandalkan Gustavo Prangka serta pemain muda Raihan Hanan untuk memperkaya opsi kreativitas lini tengah.
Sayap dan Lini Depan Penuh Persaingan
Di sektor sayap, Persija memiliki En Maxwell Souza yang nilai pasarnya melonjak hingga Rp8,69 miliar. Witan Sulaeman juga mencatat peningkatan nilai pasar menjadi Rp5,21 miliar, menegaskan statusnya sebagai aset penting Macan Kemayoran.
Nama-nama seperti Doni Tri Pamungkas, Bruno Tubarao, Alano, hingga sejumlah pemain muda seperti Aransyah Abdurrahman dan Jihan Pahlevi turut meramaikan persaingan di sisi lapangan.
Untuk lini depan, Persija masih mengandalkan Gustavo Almeida meski nilai pasarnya sedikit menurun. Sementara Exel Runtukahu justru mencatat kenaikan nilai pasar menjadi Rp3,48 miliar.
Rumor Transfer Persija Putaran Kedua
Selain daftar skuad resmi, Persija Jakarta juga ramai dikaitkan dengan sejumlah nama besar jelang bursa transfer putaran kedua. Beberapa di antaranya adalah Sandy Walsh dari Buriram United, Ricky Kambuaya dari Dewa United, Marcelino Ferdinan dari Oxford United, hingga Ezra Walian dari Persik Kediri.
Jika sebagian rumor tersebut terealisasi, kekuatan skuad Persija Jakarta BRI Super League 2025/2026 berpotensi meningkat signifikan dan membuka peluang bersaing di papan atas hingga akhir musim.
Editor : Ichaa Melinda Putri