BLITAR KAWENTAR-Persebaya Surabaya menutup putaran pertama Super League 2025/2026 dengan hasil manis setelah menaklukkan Malut United dengan skor 2-1 pada laga pekan ke-17 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga menjadi penanda kebangkitan Green Force di bawah komando pelatih anyar Bernardo Tavares.
Dalam pertandingan tersebut, Malut United tampil dominan sejak awal laga dengan langsung mengambil inisiatif permainan. Sementara itu, Persebaya memilih pendekatan berbeda dengan bermain lebih sabar dan menunggu momen yang tepat untuk melakukan serangan balik. Strategi itu terbukti ampuh.
Kesabaran Persebaya terbayar pada menit ke-14. Gali Freitas melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Malut United. Gol tersebut menjadi pembuka sekaligus mengubah jalannya pertandingan.
Tak berhenti di situ, Persebaya kembali menghukum Malut United melalui skema serangan balik cepat. Gali Freitas kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-37. Brace pemain berusia 21 tahun itu membuat Persebaya unggul dua gol hingga turun minum.
Di babak kedua, Malut United tetap mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan tuan rumah. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil melalui gol Alves pada menit ke-61. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, Persebaya mampu menjaga keunggulan dan mengunci kemenangan dengan skor 2-1.
Brace Pertama Gali Freitas Musim Ini
Penampilan Gali Freitas menjadi sorotan utama laga ini. Dua gol ke gawang Malut United menjadi brace pertamanya musim ini bersama Persebaya. Hasil tersebut sekaligus menegaskan peran pentingnya di lini serang Green Force.
Menariknya, berdasarkan data Transfermarkt, Gali Freitas sebelumnya tidak pernah mencetak gol ke gawang Malut United saat masih memperkuat PSIS Semarang pada musim 2024/2025. Bahkan, ia selalu gagal meraih kemenangan melawan tim berjuluk Laskar Kie Raha tersebut. Statistik itu akhirnya terpatahkan di Stadion Gelora Bung Tomo.
Kekalahan ini juga menghentikan catatan positif Malut United yang sebelumnya mencatat empat kemenangan beruntun. Hasil tersebut membuat Malut United gagal menggeser Borneo FC dari puncak klasemen dan harus bertahan di posisi keempat.
Persebaya Tambah Amunisi Brasil
Di luar hasil pertandingan, Persebaya Surabaya juga aktif di bursa transfer paruh musim. Manajemen Green Force dikabarkan bakal menambah pemain asing asal Brasil, termasuk bek tengah berpostur jangkung Gustavo Fernandez.
Bek berusia 26 tahun tersebut disebut siap direkrut dengan status bebas transfer setelah berpisah dengan klub Liga Portugal 2, Penafiel. Gustavo Fernandez memiliki pengalaman panjang di sepak bola Portugal dengan membela Anadia, Valadares Gaia, Sanjoanense, hingga Penafiel. Pada musim 2025/2026, ia tampil dalam enam pertandingan di Liga Portugal 2 dan Taca de Portugal.
Jika transfer ini terealisasi, maka aroma Brasil di skuad Persebaya akan semakin kental. Sebelumnya, Persebaya telah resmi mengumumkan dua rekrutan asal Brasil lainnya, yakni Bruno Paraiba dan Jefferson Silva.
Bruno Paraiba merupakan gelandang yang didatangkan dari Cheonan City, klub kasta kedua Liga Korea Selatan. Sementara Jefferson Silva adalah bek kiri yang musim lalu bermain untuk Operario PR di Serie B Brasil.
Bursa Transfer dan Persaingan Internal
Masuknya pemain-pemain baru ini diprediksi akan berdampak pada komposisi skuad. Beberapa pemain asing Persebaya saat ini seperti Mihailo Perovic, Diego Mauricio, dan Dimed Dimov disebut menjadi nama-nama yang terancam tersisih jika manajemen melakukan perombakan.
Bruno Paraiba dan Jefferson Silva sendiri telah mengikuti sesi latihan perdana bersama tim. Namun, keduanya belum bisa melakoni debut saat menghadapi Malut United karena bursa transfer paruh musim baru dibuka pada 10 Januari dan ditutup pada 6 Februari 2026.
Keduanya berpeluang menjalani debut saat laga tandang melawan PSIM Yogyakarta pada 25 Januari atau saat Persebaya menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo pada 1 Februari mendatang.
Era Baru Bersama Bernardo Tavares
Bernardo Tavares yang resmi diperkenalkan sebagai pelatih Persebaya pada 22 Desember lalu membawa ekspektasi besar. Meski demikian, pelatih asal Portugal itu memilih bersikap realistis.
“Saya bukan penyihir. Saya tidak datang dan langsung menjanjikan kemenangan di semua pertandingan,” ujar Tavares. Namun, ia menegaskan niatnya membawa Persebaya meraih prestasi terbaik dengan membangun kenyamanan, motivasi, dan mental bertanding pemain.
Dengan kemenangan atas Malut United, performa Gali Freitas yang kian tajam, serta tambahan amunisi baru, Persebaya Surabaya kini mulai menunjukkan sinyal kuat sebagai penantang serius di putaran kedua Super League.
Editor : Ichaa Melinda Putri