BLITAR KAWENTAR – Rumor transfer Arema terbaru mulai memanas seiring performa Singo Edan yang terus menurun di paruh musim Super League 2025/2026. Manajemen Arema FC disebut mulai melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk membuka opsi cuci gudang pemain hingga nasib pelatih Marcos Santos yang kini berada di ujung tanduk.
Situasi ini tidak lepas dari hasil buruk Arema FC dalam beberapa pekan terakhir. Enam laga beruntun tanpa kemenangan menjadi sinyal bahaya bagi tim kebanggaan Aremania tersebut. Catatan negatif itu membuat rumor transfer Arema terbaru kian ramai dibicarakan, baik soal pemain yang akan dilepas maupun sosok baru yang berpotensi didatangkan.
Performa minor Arema FC di kandang sendiri turut memperparah keadaan. Sejak kembali bermain di Stadion Kanjuruhan, Singo Edan belum sekalipun meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Bahkan, dua kekalahan beruntun dari Persita Tangerang dan Bali United semakin menekan posisi Marcos Santos di kursi pelatih.
Marcos Santos Terancam Usai Enam Laga Tanpa Kemenangan
Pelatih Arema FC Marcos Santos kini berada dalam tekanan besar. Rentetan enam pertandingan tanpa kemenangan menjadi catatan terburuknya sejak menangani Singo Edan di Super League musim ini. Kondisi tersebut membuat laga berikutnya menghadapi Persik Kediri pada 11 Januari 2026 menjadi sangat krusial.
Dalam duel tersebut, Arema FC bertindak sebagai tuan rumah. Namun tantangannya tidak ringan, mengingat Persik Kediri tengah berada dalam tren positif. Jika kembali gagal meraih poin penuh, posisi Marcos Santos diprediksi semakin sulit dipertahankan.
Evaluasi terhadap kinerja tim pelatih pun tak terhindarkan. Manajemen Arema FC dikabarkan telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk kemungkinan melakukan perubahan jika performa tim tidak kunjung membaik.
Manajemen Arema FC Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Di tengah tekanan hasil, manajemen Arema FC tidak tinggal diam. Evaluasi menyeluruh terhadap tim telah dilakukan sejak putaran pertama berakhir. Hal ini disampaikan langsung oleh General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi.
“Kami telah melakukan evaluasi semuanya, baik dari fisik, skill individu, terus kolektivitas tim. Personalnya seperti itu sudah kami evaluasi semua,” ujar Yusrinal.
Evaluasi tersebut tidak hanya menyasar pemain, tetapi juga kinerja tim pelatih. Langkah ini semakin menguatkan rumor transfer Arema terbaru yang menyebut akan ada perombakan komposisi skuad pada bursa transfer paruh musim.
Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian siapa saja pemain yang akan dilepas atau didatangkan. Manajemen masih menimbang berbagai aspek demi meningkatkan performa tim di putaran kedua.
Isyarat Datangkan Pemain Asing Baru di Lini Serang
Salah satu langkah antisipasi yang disiapkan Arema FC adalah mendatangkan pemain asing baru. Yusrinal mengungkapkan, pemain tersebut diplot sebagai pelapis Dalberto Luan sekaligus opsi tambahan di lini serang.
Pemain incaran Arema disebut memiliki fleksibilitas tinggi. Ia mampu bermain sebagai penyerang tengah maupun sayap kiri. Gaya bermainnya pun disebut mirip dengan Charles Lokolingoi, yang dikenal agresif, cepat, dan adaptif dalam berbagai skema permainan.
Langkah ini diharapkan bisa menambah daya gedor Arema FC yang kerap kesulitan mencetak gol dalam beberapa laga terakhir. Kehadiran pemain asing baru juga menjadi bagian penting dari rumor transfer Arema terbaru yang dinanti-nanti Aremania.
Bali United Ungkap Kelemahan Arema FC
Sementara itu, kekalahan dari Bali United turut membuka kelemahan Arema FC musim ini. Gelandang Bali United, Mirza Mustafi, mengungkapkan bahwa Arema sempat mendominasi permainan di awal laga.
“Selama 20 menit awal pertandingan dikuasai Arema. Setelah itu kami bisa mengubah situasi dan menciptakan banyak peluang,” kata Mirza usai kemenangan tipis 1-0 atas Singo Edan.
Menurut Mirza, kerja keras dan konsistensi latihan menjadi kunci kebangkitan Bali United. Pernyataan ini sekaligus menjadi cermin bagi Arema FC yang dinilai belum stabil sepanjang pertandingan.
Dengan situasi yang semakin dinamis, rumor transfer Arema terbaru dipastikan masih akan terus bergulir. Laga melawan Persik Kediri pun bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga bisa menjadi penentu arah masa depan Singo Edan di sisa musim Super League 2026.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi