BLITAR KAWENTAR-Nama Beckham Putra kembali menjadi sorotan publik sepak bola nasional usai Persib Bandung menumbangkan Persija Jakarta pada laga sarat gengsi pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026. Gol cepat Beckham Putra yang disertai selebrasi ikoniknya memunculkan kembali pertanyaan lama: apakah sang winger Maung Bandung akan kembali berurusan dengan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI?
Persib Bandung memastikan kemenangan penting atas rival abadinya Persija Jakarta lewat skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Gol tunggal Persib dicetak Beckham Putra saat laga baru berjalan lima menit, memanfaatkan kesalahan lini belakang Persija dalam mengantisipasi umpan dari sisi kanan.
Kemenangan tersebut bukan hanya soal gengsi, tetapi juga berdampak besar pada klasemen. Persib Bandung kini menutup paruh musim BRI Super League dengan status pemuncak klasemen sementara dengan koleksi 38 poin, unggul satu angka atas Borneo FC di posisi kedua.
Teja Paku Alam: Clean Sheet Bonus, Tiga Poin yang Utama
Penjaga gawang Persib, Teja Paku Alam, mengungkapkan rasa syukurnya usai mencatatkan clean sheet pada laga besar tersebut. Menurut Teja, kemenangan jauh lebih penting dibandingkan catatan tanpa kebobolan.
“Alhamdulillah kami bisa dapat tiga poin. Yang penting tiga poin. Kalau clean sheet itu bonus,” ujar Teja. Ia juga menyoroti atmosfer luar biasa di GBLA yang dipenuhi puluhan ribu Bobotoh sebagai energi tambahan bagi para pemain.
Meski berada di puncak klasemen, Teja menegaskan Persib masih harus berbenah untuk menghadapi putaran kedua kompetisi. Persib dijadwalkan kembali berlatih pada 16 Januari 2026 setelah menjalani masa libur singkat.
Persija dan Antusiasme Penonton Super League
Di sisi lain, Persija Jakarta tetap mencatatkan prestasi tersendiri di luar hasil pertandingan. Hingga pekan ke-17, total jumlah penonton BRI Super League nyaris menembus angka satu juta. Persija menjadi tim dengan daya tarik penonton tertinggi, baik saat bermain kandang maupun tandang.
Laga kandang Persija kontra PSIS Semarang pada 28 November 2025 mencatatkan kehadiran 56.150 penonton. Sementara saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya, sebanyak 33.432 penonton memadati Stadion Gelora Bung Tomo.
Kasus Rasisme dan Sikap Tegas Alano
Namun laga klasik Persib kontra Persija juga menyisakan catatan kelam. Winger Persija, Alano, menjadi korban pelecehan rasial di media sosial usai pertandingan. Sejumlah komentar bernada rasis membanjiri akun Instagram pemain bernomor punggung 17 tersebut.
Alano memilih merespons dengan sikap tegar. Ia menegaskan ingin tetap fokus melanjutkan perjuangan bersama Persija di sisa musim. Kasus rasisme ini menambah daftar panjang persoalan serupa yang masih kerap terjadi di sepak bola Indonesia.
Beckham Putra dan Ancaman Sanksi Komdis PSSI
Sorotan utama kembali tertuju pada Beckham Putra. Selebrasi “dingin” ala Cole Palmer yang ia lakukan ke arah tribun Bobotoh dinilai sebagian pihak berpotensi dianggap provokatif. Padahal, selebrasi serupa pernah membuat Beckham dihukum denda Rp75 juta dan larangan bermain tiga laga pada musim lalu.
Beckham menegaskan selebrasi tersebut tidak dimaksudkan untuk memprovokasi lawan atau suporter. Ia menyebut selebrasi itu sudah menjadi ciri khas dan bentuk ekspresi atas pencapaian tim yang sedang berada di puncak klasemen.
“Saya pikir ini hal yang normal. Ini sudah menjadi selebrasi ikonik saya dan kami sedang di puncak klasemen,” kata Beckham.
Kini publik menanti apakah Komdis PSSI akan kembali mengambil tindakan atau justru membiarkan selebrasi tersebut sebagai bagian dari ekspresi pemain.
Isu Transfer: Joey Pelupesi Dikaitkan dengan Persib
Selain performa di lapangan, Persib Bandung juga menjadi pusat perhatian di bursa transfer paruh musim. Isu kedatangan gelandang berpengalaman Joey Pelupesi menguat setelah muncul unggahan misterius dari akun yang dikenal dekat dengan dinamika Persib.
Meski belum ada pernyataan resmi dari manajemen, kebutuhan Persib akan pemain tengah berpengalaman dinilai selaras dengan profil Pelupesi. Jika terealisasi, transfer ini berpotensi memperkuat Persib dalam perburuan gelar pada putaran kedua.
Editor : Ichaa Melinda Putri