BLITAR – Persib Bandung AFC Champions League 2 kembali menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Wakil Indonesia itu akan menghadapi tantangan berat pada babak 16 besar kompetisi Asia, namun manajemen, pelatih, hingga pemain menunjukkan optimisme tinggi untuk melangkah ke delapan besar. Hasil undian mempertemukan Maung Bandung dengan wakil Thailand, Ratchaburi FC, lawan yang dinilai tidak mudah namun masih realistis untuk ditaklukkan.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, menilai hasil drawing AFC Champions League 2 tersebut masih sesuai harapan. Ia menyebut Ratchaburi FC bukan lawan ringan, tetapi peluang Persib Bandung tetap terbuka lebar. Menurut Umuh, kualitas skuad Maung Bandung saat ini cukup kompetitif untuk bersaing di level Asia.
“Ini masih bagus. Tidak terlalu berat. Pasti ada perlawanan dan pertandingan akan menarik. Tapi Persib juga sudah bagus seperti ini, jadi insyaallah masih ada harapan,” ujar Umuh dengan nada optimistis. Ia berharap dukungan penuh Bobotoh menjadi energi tambahan agar Persib Bandung AFC Champions League 2 bisa melangkah hingga delapan besar.
Optimisme Umuh dan Dukungan Bobotoh
Umuh menegaskan Persib siap menghadapi siapa pun lawannya di babak 16 besar. Target lolos ke fase delapan besar disebut realistis jika tim mampu menjaga fokus dan konsistensi permainan. Ia juga mengajak seluruh pendukung Persib untuk terus mendoakan perjuangan tim di kompetisi Asia.
Persib Bandung dijadwalkan menjalani dua leg melawan Ratchaburi FC pada 11 dan 18 Februari, dengan skema laga tandang lebih dahulu. Format ini menuntut persiapan matang, terutama dari sisi fisik dan rotasi pemain.
Bojan Hodak Minta Penjadwalan Liga Diubah
Di sisi lain, pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menyoroti persoalan krusial terkait jadwal kompetisi domestik. Dua hari sebelum laga pertama AFC Champions League 2 melawan Ratchaburi, Persib harus bertandang ke markas Borneo FC dalam lanjutan Super League 2025–2026.
Menurut Bojan, jadwal tersebut sangat merugikan karena memaksa tim memainkan tiga pertandingan berat dalam waktu dua pekan. Ia mengungkapkan manajemen Persib telah mengajukan permohonan penjadwalan ulang kepada operator liga.
“Kami sedang fokus mengajukan penjadwalan ulang di liga karena ada periode di mana kami harus memainkan tiga pertandingan dalam dua pekan,” kata Bojan. Ia yakin jika penyesuaian jadwal disetujui, peluang Persib Bandung AFC Champions League 2 untuk melangkah lebih jauh akan semakin terbuka.
Bojan menilai komposisi timnya saat ini sudah solid dan terbiasa menghadapi lawan-lawan Asia Tenggara. Ia bahkan percaya Persib memiliki kans besar mengalahkan Ratchaburi FC dalam dua leg jika persiapan berjalan ideal.
Bekham Putra Percaya Diri Hadapi Wakil Thailand
Optimisme serupa juga disampaikan gelandang muda Persib, Beckham Putra. Pemain timnas Indonesia itu menyebut laga melawan klub Thailand sebagai tantangan besar yang harus dijawab dengan performa maksimal. Ia menegaskan Maung Bandung tidak akan gentar dan siap tampil habis-habisan.
Status Persib sebagai juara grup di fase sebelumnya menjadi modal penting. Maung Bandung lolos ke fase gugur dengan koleksi 13 poin hasil empat kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Sementara Ratchaburi FC melaju sebagai runner-up Grup F dengan sembilan poin.
“Kita juara grup, jadi mental kami lebih baik. Musim lalu tidak lolos, sekarang bisa juara grup. Itu jadi motivasi besar,” ujar Beckham Putra.
Isu Federico Barba dan Calon Pengganti
Di tengah fokus ke AFC Champions League 2, Persib Bandung juga diterpa rumor transfer. Bek asing andalan Federico Barba dikabarkan segera meninggalkan Bandung untuk kembali ke Italia. Klub Serie B, Pescara, disebut sangat serius mengincar jasa pemain berpengalaman tersebut.
Meski manajemen Persib masih membantah kabar tersebut, rumor pengganti Barba mulai mencuat. Nama bek Ajax Amsterdam yang dipinjamkan ke Fortaleza, Gaston Avila, disebut-sebut menjadi kandidat kuat. Selain itu, Persib juga dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Joey Pelupessy serta kiper Martin Paes.
Situasi ini membuat Persib Bandung AFC Champions League 2 berada dalam fase krusial. Konsistensi di kompetisi Asia dan domestik akan sangat bergantung pada stabilitas skuad dan keputusan strategis manajemen dalam waktu dekat. (*)
Editor : Vicky Hernanda