BLITAR - Manajemen Arema FC benar-benar melakukan perombakan besar-besaran menjelang putaran kedua kompetisi. Kabar mengejutkan datang dari markas Singo Edan terkait aktivitas keluar masuk pemain yang sangat dinamis. Salah satu informasi paling panas dalam bursa transfer Arema FC kali ini adalah kabar hengkangnya ujung tombak andalan, Dalberto Luan Belo, yang disebut-sebut bakal segera merapat ke Bali United.
Kepergian Dalberto tentu menjadi lubang besar di lini depan, namun manajemen telah menyiapkan skema pengganti yang tak kalah mentereng. Berdasarkan dinamika bursa transfer Arema FC, nama gelandang serang lincah milik Persija Jakarta, Ryo Matsumura, santer dikabarkan menjadi target utama. Pemain asal Jepang yang memiliki nilai pasar fantastis mencapai Rp 5,21 miliar tersebut diproyeksikan menjadi motor serangan baru di bawah asuhan pelatih Singo Edan.
Tak hanya sektor asing, gerbong pemain lokal pun mulai bergerak. Gelandang serang Muhammad Rafli secara resmi dikabarkan meninggalkan Bumi Arema untuk bergabung dengan Deltras Sidoarjo. Langkah ini disinyalir sebagai bagian dari perampingan skuad dan pemberian jam terbang lebih bagi Rafli di kompetisi kasta kedua. Selain Rafli, nama pemain muda Brandon juga dilaporkan resmi hengkang di putaran kedua mendatang.
Serbuan Bintang Baru di Bumi Arema
Untuk menambal posisi yang ditinggalkan, manajemen mulai membidik sejumlah nama besar. Selain Ryo Matsumura, Arema FC dikaitkan dengan Septian David Maulana dari PSIS Semarang. Pemain dengan nilai pasar Rp 3,04 miliar ini diharapkan mampu menambah kreativitas di lini tengah. Tak berhenti di situ, nama Tyronne del Pino atau akrab disapa Tyronne dari Persib Bandung juga masuk dalam radar buruan manajemen untuk memperkuat kedalaman skuad.
Ambisi Arema FC untuk bangkit di putaran kedua semakin terlihat dengan munculnya rumor kedatangan pemain asing asal Serbia, Fal Molic, yang memiliki nilai pasar Rp 6,08 miliar. Jika transfer ini terwujud, lini pertahanan Singo Edan dipastikan akan semakin kokoh. Manajemen juga dikabarkan melirik pemain sayap kanan asal Inggris dengan harga pasar Rp 7,86 miliar, meski identitas aslinya masih dirahasiakan rapat-rapat oleh pihak klub.
Evaluasi Skuad dan Pergerakan Pemain Sayap
Di sektor sayap, perubahan juga diprediksi bakal terjadi. Salim Tuharea, winger muda yang memiliki kecepatan, dikabarkan tengah diminati oleh PSIM Yogyakarta. Nilai pasarnya yang mencapai Rp 1,74 miliar menjadikannya aset berharga jika benar-benar dilepas. Sebagai gantinya, Singo Edan tengah memantau perkembangan Kaio Mendes, pemain sayap kiri dengan nilai pasar Rp 3,48 miliar yang dinilai cocok dengan karakter permainan "Malangan".
Menariknya, Arema juga dikaitkan dengan Bruno Tubarau, pemain asing asal Brasil yang saat ini berkostum Persija Jakarta. Pergerakan masif di bursa transfer Arema FC ini menunjukkan bahwa manajemen tidak main-main dalam mengejar target papan atas klasemen. Kedatangan pemain-pemain baru ini diharapkan bisa langsung nyetel dengan kapten tim Johan Alfarizi dan kawan-kawan.
Daftar Skuad Putaran Kedua
Meski banyak isu pemain keluar, Arema tetap mempertahankan sejumlah pilar utama. Di posisi penjaga gawang, Adi Satrio dan Lucas Frigeri masih menjadi pilihan utama. Sementara di lini tengah, Arkhan Fikri yang memiliki nilai pasar tertinggi di kategori lokal sebesar Rp 4,78 miliar, tetap menjadi andalan untuk mengatur ritme permainan.
Dengan komposisi gabungan pemain senior seperti Dendi Santoso dan tenaga muda seperti Achmad Maulana, Arema FC berharap bisa tampil lebih konsisten. "Kita harus siap dengan segala perubahan demi hasil terbaik bagi Aremania," ungkap salah satu sumber internal manajemen. Patut dinantikan bagaimana langkah resmi manajemen Arema FC dalam memperkenalkan rekrutan anyar mereka di pengujung bursa transfer ini. (*)
Editor : Vicky Hernanda