BLITAR KAWENTAR-Persib Bandung menutup paruh musim Liga 1 dengan status juara paruh musim Liga 1 setelah menaklukkan rival abadi Persija Jakarta. Kemenangan dalam laga sarat gengsi ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi menjadi bukti kekuatan mental, kematangan sistem permainan, serta solidnya dukungan Bobotoh di belakang tim Maung Bandung.
Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, menilai capaian Persib sebagai juara paruh musim Liga 1 berada di luar ekspektasi. Ia mengakui sejak awal manajemen lebih memfokuskan tim untuk bersaing di kompetisi Asia, sehingga secara logika performa di liga domestik seharusnya terdampak. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
“Kalau jujur, ini melampaui ekspektasi. Fokus ke Asia, jadwal padat, tapi Persib justru bisa menutup paruh musim di peringkat pertama,” ujar Tobias.
Faktor Bojan Hodak dan Rekrutmen Pemain Baru
Keberhasilan Persib menjadi juara paruh musim Liga 1 tak lepas dari peran pelatih Bojan Hodak. Tobias menyebut Bojan sebagai arsitek utama di balik perubahan wajah Persib musim ini. Perombakan besar-besaran skuad sempat dianggap perjudian, mengingat Persib sebelumnya sukses meraih gelar secara beruntun.
Namun rekrutan anyar justru tampil cepat beradaptasi. Banyak pemain yang baru pertama kali merasakan atmosfer Liga Indonesia, tetapi mampu menyatu dengan sistem permainan yang dibangun Bojan. “Ini benar-benar tim yang dibangun Bojan, bukan warisan musim lalu,” kata Tobias.
Berbeda dengan musim sebelumnya yang kerap mengandalkan kecemerlangan individu, Persib kini tampil lebih kolektif. Tidak ada satu pemain yang terlalu dominan, tetapi seluruh lini bergerak dalam satu sistem.
Derby Persib vs Persija: Mental Menjadi Pembeda
Dalam laga melawan Persija, Tobias menegaskan kemenangan Persib sangat layak. Meski penguasaan bola Persija lebih dominan, sepak bola tetap menilai hasil akhir. Persib mampu meredam salah satu lini serang paling produktif di Liga 1 tanpa kebobolan.
Menurut Tobias, ada tiga momen krusial yang menentukan hasil derby: gol cepat Beckham Putra, kartu merah pemain Persija, serta dua penyelamatan gemilang Teja Paku Alam. “Semua momen itu saling terkait. Gol cepat bikin Persija tidak tenang, kartu merah soal mental, dan Teja luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menyoroti mentalitas pemain Persib yang benar-benar memahami arti laga derby. Beckham Putra sebagai putra daerah dinilai bermain dengan motivasi berlipat karena paham betul arti pertandingan bagi Bobotoh.
Bobotoh dan Kedewasaan Suporter
Status Persib sebagai juara paruh musim Liga 1 juga tak bisa dilepaskan dari dukungan Bobotoh. Persib tercatat sebagai tim dengan jumlah penonton terbanyak musim ini dan selalu tampil solid saat bermain di kandang.
Menariknya, laga panas kontra Persija justru menjadi contoh kedewasaan suporter. Tidak ada flare di dalam stadion, tidak ada pelemparan, dan pemain Persija bisa datang serta pulang dengan aman. “Rivalitas itu bumbu sepak bola, tapi harus dijaga dalam koridor yang benar,” tegas Tobias.
Ia mengecam keras aksi rasisme dan ancaman pembunuhan yang dialami beberapa pemain, menyebutnya sebagai bentuk rivalitas yang sudah melanggar hukum.
Teja Paku Alam dan Pilar Pertahanan
Di atas lapangan, performa Teja Paku Alam mendapat pujian khusus. Dengan sembilan clean sheet dari 15 laga, Teja menjadi salah satu kiper lokal terbaik musim ini. Persaingan internal dengan kiper lain justru membuat performanya kian konsisten.
Selain Teja, sosok bek asing Barba dinilai memberi ketenangan luar biasa di lini belakang. Meski tengah diterpa rumor kontrak, Tobias menegaskan tidak boleh ada pemain yang merasa lebih besar dari klub. “Profesionalisme harus dijaga,” katanya.
Tantangan Paruh Musim Kedua
Meski berstatus juara paruh musim Liga 1, Persib masih memiliki pekerjaan rumah. Produktivitas lini depan menjadi sorotan, termasuk catatan kegagalan penalti yang berulang. Tobias berharap ada tambahan pemain yang siap pakai tanpa adaptasi panjang.
Untuk persaingan gelar, ia memprediksi hanya tiga tim yang konsisten hingga akhir musim: Persib, Persija, dan Malut United. Namun konsistensi tetap menjadi kunci utama jika Persib ingin mengakhiri musim sebagai juara sesungguhnya.
Editor : Ichaa Melinda Putri