BLITAR KAWENTAR-Persib Bandung kembali menjadi pusat perhatian publik sepak bola nasional. Mulai dari gagalnya transfer kiper timnas Indonesia Martin Paes, munculnya nama kiper Bundesliga 2 Nicolas Kristof, pujian media Belanda terhadap Marc Klok, hingga desakan sanksi untuk Bruno Tubarao, semuanya menumpuk di tengah euforia Persib sebagai juara paruh musim BRI Super League 2025/2026.
Isu paling ramai datang dari sektor penjaga gawang. Spekulasi kedatangan Martin Paes akhirnya pupus. Kiper FC Dallas itu dipastikan bertahan di Major League Soccer (MLS) dan tidak bergabung dengan Maung Bandung musim ini. Kepastian ini sekaligus mengakhiri rumor panjang yang sempat membakar optimisme Bobotoh.
Namun kegagalan tersebut justru memunculkan nama baru yang lebih “wah”. Nicolas Kristof, kiper SV Elversberg di Bundesliga 2 Jerman, ramai disebut sebagai opsi alternatif. Secara statistik, Kristof tampil impresif dengan tujuh clean sheet musim ini dan dikenal memiliki refleks kuat dalam situasi satu lawan satu. Meski masih sebatas spekulasi, wacana mendatangkan kiper dari kasta kedua Liga Jerman dinilai sebagai sinyal ambisi besar Persib di putaran kedua.
Bojan Hodak Belum Puas Meski Juara Paruh Musim
Menariknya, status Persib sebagai pemuncak klasemen dengan 38 poin tidak membuat pelatih Bojan Hodak larut dalam euforia. Pelatih asal Kroasia itu justru melontarkan pernyataan dingin bahwa masih ada aspek permainan yang mengganjal, terutama efisiensi lini depan dan konsentrasi di menit akhir.
Sikap Hodak ini memicu spekulasi akan adanya transfer grade A. Nama Jesse Lingard, mantan pemain Manchester United yang kini berstatus free agent setelah berpisah dengan FC Seoul, ikut terseret dalam rumor. Lingard memiliki koneksi personal dengan Marco Dugandzic, striker Persib, yang memperkuat asumsi publik. Meski belum ada konfirmasi resmi, manuver ini menegaskan bahwa Persib belum menutup buku belanja.
Marc Klok Dipuji Media Belanda
Di tengah derasnya rumor, kabar positif datang dari Eropa. Media Belanda memberikan sorotan khusus kepada Marc Klok, kapten Persib, dalam ulasan pemain kelahiran Belanda yang berkarier di Asia. Klok dipuji karena konsistensi dan profesionalismenya meski usia tak lagi muda.
Statistik Klok musim ini juga menjadi sorotan, termasuk akurasi umpan mencapai 89 persen, tertinggi di antara gelandang lokal. Media tersebut menilai Klok masih memiliki standar permainan setara liga papan atas Eropa, terutama dalam menjaga tempo dan stabilitas emosi tim di laga besar.
Pujian ini menjadi kontras dengan sebagian komentar negatif netizen dalam negeri yang kerap meragukan kontribusi Klok dan Beckham Putra, baik di klub maupun timnas. Fakta ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pemain sering kali lebih dihargai di luar negeri ketimbang di kolom komentar media sosial sendiri.
Desakan Sanksi Bruno Tubarao ke Komdis PSSI
Di sisi lain, Persib juga terseret isu disiplin. Insiden Bruno Tubarao yang menginjak kaki Beckham Putra dalam laga Persib vs Persija memicu kemarahan Bobotoh. Meski wasit langsung mengeluarkan kartu merah, publik menilai sanksi di lapangan belum cukup.
Hingga pertengahan Januari 2026, keputusan Komdis PSSI terkait sanksi tambahan masih ditunggu. Lambannya proses ini memunculkan pertanyaan soal konsistensi penegakan disiplin, mengingat kasus-kasus lain kerap diputus lebih cepat.
Rezaldi dan Hamra Dipinjamkan ke Persik Kediri
Manuver nyata justru terjadi di sektor pemain lokal. Persib resmi meminjamkan Rezaldi Hehanusa dan Hamra Hehanusa ke Persik Kediri hingga akhir musim. Langkah ini disebut sebagai strategi menjaga aset jangka panjang agar kedua pemain mendapat menit bermain.
Deputy CEO PT PBB, Aditya Putra Herawan, menegaskan peminjaman ini bukan pelepasan, melainkan investasi. Rezaldi butuh jam terbang usai cedera panjang, sementara Hamra diproyeksikan sebagai bek masa depan Persib.
Dengan berbagai dinamika ini, Persib Bandung jelas belum berhenti bergerak. Bursa transfer paruh musim masih menyimpan potensi kejutan, dan sikap dingin Bojan Hodak menjadi sinyal bahwa Maung Bandung belum merasa sempurna, meski berdiri di puncak klasemen.
Editor : Ichaa Melinda Putri