Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bursa Transfer Super League 2025-2026 Bergejolak: Kadek Raditya Didepak Persebaya, Proyek Lama Bernardo Tavares Akhirnya Mendaratkan Pedro Matos

Rendra Febrian Permana • Selasa, 20 Januari 2026 | 19:40 WIB

 

Bursa Transfer Super League 2025-2026 Bergejolak: Kadek Raditya Didepak Persebaya, Proyek Lama Bernardo Tavares Akhirnya Mendaratkan Pedro Matos
Bursa Transfer Super League 2025-2026 Bergejolak: Kadek Raditya Didepak Persebaya, Proyek Lama Bernardo Tavares Akhirnya Mendaratkan Pedro Matos

BLITAR – Bursa transfer Super League 2025-2026 kembali menghadirkan kejutan besar. Persebaya Surabaya resmi berpisah dengan bek tengah lokal Kadek Raditya Maheswara. Keputusan ini sekaligus menegaskan langkah tegas pelatih Bernardo Tavares dalam merombak skuad Green Force jelang putaran kedua kompetisi. Nama Kadek Raditya dipastikan tak lagi masuk dalam skema permainan sang pelatih.

Kabar hengkangnya Kadek Raditya dari Persebaya Surabaya mencuat pada Sabtu, 17 Januari 2026. Informasi tersebut pertama kali disampaikan akun fanbase @emosijiwaku.com dan langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional. Dalam unggahan perpisahan itu disebutkan catatan Kadek bersama Persebaya, yakni 58 penampilan liga, total 4.440 menit bermain, serta satu gol.

Keputusan mencoret Kadek Raditya mempertegas arah baru Bernardo Tavares di bursa transfer Super League 2025-2026. Selain Kadek, dua pemain lokal lain sebelumnya juga telah dilepas dalam fase evaluasi tim. Mereka adalah Rizky Dwi yang bergabung dengan Garuda Yaksa FC serta Rendy Oscario yang melanjutkan karier ke Semen Padang.

Rekam Jejak Kadek Raditya Bersama Persebaya

Kadek Raditya Maheswara lahir di Denpasar pada 13 Juni 1999 dan kini berusia 26 tahun. Ia dikenal sebagai bek tengah dengan karakter bermain tenang, kaki dominan kanan, serta postur 178 sentimeter. Kadek resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 1 Juli 2023 dan terakhir memperpanjang kontrak pada 11 Juni 2024.

Selama mengenakan seragam hijau, Kadek menjadi bagian dari rotasi lini belakang Persebaya. Total 58 penampilan liga dengan 4.440 menit bermain menjadi bukti kontribusinya. Ia juga sempat menyumbangkan satu gol untuk Green Force. Nilai pasarnya saat ini berada di angka Rp2,61 miliar, mencerminkan statusnya sebagai pemain lokal berpengalaman.

Namun memasuki musim Super League 2025-2026, menit bermain Kadek menurun drastis. Ia hanya tampil tiga kali dengan total 88 menit sepanjang putaran pertama. Meski jarang diturunkan, statistik individunya tetap tergolong solid. Kadek mencatat akurasi umpan hingga 90 persen, lima intersep, dua sapuan, serta tiga kali pemulihan bola.

Baca Juga: 3 Ruang Sekolah Hampir Digusur SDN Tlogo 2 Direncanakan untuk KDMP Masih Tunggu Hasil Musdes

Reaksi Bonek dan Sinyal Perombakan Skuad

Kepergian Kadek Raditya memicu beragam reaksi dari Bonek, suporter setia Persebaya Surabaya. Kolom komentar unggahan perpisahan dipenuhi ungkapan terkejut, kecewa, hingga dukungan terhadap keputusan pelatih. Bagi sebagian pendukung, Kadek dianggap sebagai sosok penting di lini pertahanan dalam dua musim terakhir.

Dari sudut pandang manajemen tim, pencoretan Kadek menjadi sinyal kuat bahwa Bernardo Tavares tengah melakukan perombakan menyeluruh. Putaran kedua Super League 2025-2026 diprediksi berlangsung semakin ketat, sehingga penyegaran komposisi pemain dinilai krusial untuk menjaga daya saing.

Proyek Tertunda Bernardo Tavares: Pedro Matos

Di tengah kabar kepergian pemain lokal, Persebaya Surabaya juga diramaikan isu kedatangan gelandang asal Portugal, Pedro Matos. Nama ini bukan sosok asing bagi Bernardo Tavares. Sebelumnya, sang pelatih sempat mengakui ketertarikannya pada Pedro Matos sebelum musim 2025-2026 dimulai.

Ketertarikan itu terungkap saat laga PSM Makassar melawan Semen Padang FC pada pekan ketiga Super League 2025-2026, Jumat 22 Agustus 2025. Kala itu, Bernardo Tavares menyebut Pedro Matos sebagai pemain yang ingin ia rekrut, namun gagal karena sang pemain memilih Semen Padang.

Pedro Matos dikenal sebagai gelandang pekerja keras dengan tinggi badan 175 sentimeter dan karakter bermain disiplin. Ia meniti karier profesional di Portugal dan terakhir membela AD Sanjoanense di Liga 3 Portugal dengan catatan 18 penampilan. Pada fase playoff degradasi, Pedro tampil menonjol dengan dua gol dan tiga assist.

Menuju Putaran Kedua Super League 2025-2026

Kini, takdir kembali mempertemukan Bernardo Tavares dengan Pedro Matos dalam konteks berbeda. Menjelang putaran kedua Super League 2025-2026, nama Pedro Matos dikabarkan merapat ke Persebaya Surabaya. Jika transfer ini terealisasi, kehadirannya bukan sekadar tambahan kekuatan, melainkan simbol proyek lama yang akhirnya mendarat sempurna di Surabaya.

Persebaya Surabaya pun bersiap memasuki paruh kedua musim dengan wajah baru. Kepergian Kadek Raditya dan kedatangan pemain incaran pelatih menjadi penanda bahwa bursa transfer Super League 2025-2026 masih menyimpan banyak kejutan.(*)

Editor : Rendra Febrian Permana
#Bursa Tranfer Liga Indonesia #kadek raditya #Pedro matos #Bernardo Tavares #persebaya surabaya