BLITAR - Persija Jakarta kembali menjadi pusat perhatian dalam dinamika bursa transfer Liga 1 putaran kedua musim 2025-2026. Setelah melakukan evaluasi mendalam terhadap performa tim di paruh pertama kompetisi, manajemen Macan Kemayoran bergerak cepat dengan meresmikan dua pemain anyar pada Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi penyegaran skuad demi menjaga konsistensi tim agar tetap bersaing di papan atas klasemen.
Di bawah arahan pelatih Mauricio Souza, Persija Jakarta menunjukkan keseriusan penuh dalam perburuan gelar juara. Menghadapi persaingan ketat dari Persib Bandung dan Borneo FC, kehadiran pemain baru dianggap sebagai kebutuhan mendesak untuk memberikan dampak instan pada kualitas permainan tim. Bursa transfer Januari ini menjadi momentum krusial bagi manajemen untuk menutup lubang yang terlihat di putaran pertama sesuai dengan kebutuhan taktik sang pelatih.
Nama pertama yang resmi diperkenalkan adalah Ala Eddine Ajarae. Penyerang tengah berusia 33 tahun asal Maroko ini didatangkan dengan status pinjaman dari klub India, Northeast United. Ajarae bukanlah pemain sembarangan; ia memiliki nilai pasar mencapai Rp6,08 miliar dan catatan statistik yang sangat impresif. Selama membela klub sebelumnya, ia sukses membukukan 39 gol dan 15 assist dari 41 pertandingan.
Karakter Ajarae yang kuat dalam duel udara dan piawai mencari ruang di kotak penalti diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan Persija akan striker berpengalaman. Ia diproyeksikan tidak hanya sebagai finisher atau pencetak gol murni, tetapi juga sebagai kreator serangan yang mampu membuka ruang bagi pemain lain. Pengalaman internasionalnya diyakini akan memberikan efek positif bagi mentalitas bertanding para pemain muda di skuad Macan Kemayoran.
Selain sektor serang, Persija juga memperkuat lini pertahanan dengan memboyong Fajar Faturrahman. Bek kanan berusia 23 tahun ini didatangkan dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama Borneo FC berakhir. Fajar merupakan salah satu bek kanan lokal paling konsisten di Liga 1 dengan catatan 136 penampilan di level tertinggi.
Pemain asli Indonesia dengan nilai pasar Rp6,08 miliar ini dikenal sebagai bek sayap modern yang aktif membantu serangan. Dengan koleksi 13 assist selama di Borneo FC, Fajar membawa kecepatan, stamina kuat, serta disiplin bertahan yang sangat dibutuhkan Mauricio Souza untuk menambah variasi serangan dari sisi kanan melalui umpan silang akurat. Kehadirannya diprediksi akan menciptakan persaingan sehat di lini belakang sekaligus menjadi aset jangka panjang bagi klub.
Secara keseluruhan, aktivitas Persija di bursa transfer Liga 1 awal tahun 2026 ini mencerminkan perhitungan matang untuk menjaga keseimbangan antara legiun asing berkualitas dan talenta lokal terbaik. Dengan skuad yang semakin solid, Persija Jakarta mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya bahwa mereka siap bertarung habis-habisan hingga akhir musim demi merengkuh gelar juara Liga 1 2025-2026.(*)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama