Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Salim Tuharea Arema FC Masuk Radar Juku Eja, Aremania Waswas hingga Kepastian Transfer Tales Lira dan Warisan Coach Kuncoro

Vicky Hernanda • Jumat, 23 Januari 2026 | 22:00 WIB
Salim Tuharea Arema FC Masuk Radar Juku Eja.
Salim Tuharea Arema FC Masuk Radar Juku Eja.

BLITAR - Bursa transfer kembali memunculkan kegelisahan di kalangan pendukung Singo Edan. Nama Salim Tuharea Arema FC mendadak ramai diperbincangkan setelah dikabarkan masuk radar klub asal Makassar, Juku Eja. Isu tersebut langsung memicu reaksi Aremania yang khawatir kehilangan salah satu pemain lokal yang dinilai masih memiliki peran penting dalam rotasi tim.

Kabar ketertarikan Juku Eja terhadap Salim Tuharea Arema FC muncul seiring kebutuhan klub Makassar menambah kedalaman lini serang jelang lanjutan kompetisi. Meski belum ada pernyataan resmi dari kedua klub, rumor ini berkembang cepat dan membuat publik Malang berharap manajemen Arema FC bersikap tegas mempertahankan asetnya.

Bagi Aremania, Salim Tuharea Arema FC bukan sekadar pelapis. Ia dikenal sebagai pemain pekerja keras yang kerap memberi energi tambahan saat diturunkan. Melepas Salim di tengah musim dinilai berisiko, mengingat kompetisi masih panjang dan kebutuhan rotasi pemain sangat krusial menghadapi jadwal padat.

Kontribusi Salim Tuharea Bersama Singo Edan

Sepanjang musim berjalan, Salim Tuharea telah mencatatkan 10 penampilan bersama Arema FC. Meski belum mencetak gol, kontribusinya tetap terasa melalui satu assist yang membantu tim membuka peluang mencetak angka di laga penting. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Salim cukup sering dipercaya meski tidak selalu menjadi pilihan utama.

Gaya bermain Salim yang agresif juga tercermin dari lima kartu kuning yang sudah dikoleksinya. Karakter berani duel dan intensitas tinggi inilah yang kerap dibutuhkan Arema FC, terutama dalam pertandingan dengan tempo keras. Tak heran jika ketertarikan Juku Eja dianggap wajar, mengingat mereka dikenal aktif memantau pemain lokal siap pakai.

Namun bagi Arema FC, menjaga stabilitas skuad menjadi prioritas utama. Konsistensi tim dinilai penting agar performa tidak naik turun pada fase penentuan klasemen. Aremania berharap manajemen tak hanya fokus mendatangkan pemain baru, tetapi juga mempertahankan pemain lokal yang sudah menyatu dengan tim.

Rumor Tales Lira dan Sikap Manajemen

Di tengah isu Salim Tuharea, rumor lain juga menghangat di Malang, yakni kemungkinan kembalinya Tales Lira. Spekulasi ini muncul setelah Arema FC kehilangan Luis Gustavo yang harus mengakhiri musim lebih cepat akibat cedera ACL. Situasi tersebut memunculkan anggapan bahwa Singo Edan membutuhkan bek berpengalaman.

Nama Tales Lira, yang saat ini berstatus pemain pinjaman di Persija Jakarta, pun kembali mencuat. Namun manajemen Arema FC menegaskan bahwa kepastian transfer tidak sesederhana rumor yang beredar di media sosial. Jenderal Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian terkait kembalinya Tales.

“Untuk Tales sejauh ini masih belum, tapi kami akan melihat dulu komposisi pemain yang ada di tim kita sudah cukup apa belum. Karena bursa transfer masih belum ditutup,” ujar Yusrinal, Rabu (21/1/2026). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa manajemen memilih bersikap realistis dan tidak terburu-buru.

Baca Juga: Obelix Sea View Gunungkidul Masih Ramai 2025, Ini Rute Lengkap, Harga Tiket, Jam Buka, hingga Daya Tarik Sunsetnya

Seleksi Ketat di Bursa Transfer

Selain Tales Lira, sejumlah nama pemain Persija Jakarta seperti Rio Matsumura dan Gustavo Franca sempat dikaitkan dengan Arema FC. Namun dari berbagai spekulasi tersebut, hanya Gustavo Franca yang akhirnya resmi bergabung. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen Arema FC melakukan seleksi ketat sebelum mengambil keputusan.

“Tales belum ada di list kita. Tapi enggak tahu di last minutes nanti seperti apa, kita lihat saja nanti,” tambah Yusrinal. Sikap ini memberi ruang kemungkinan tanpa menjanjikan kepastian, sekaligus menegaskan bahwa stabilitas tim lebih penting dibanding sekadar mengikuti arus rumor.

Warisan Coach Kuncoro dan Struktur Pelatih

Di luar urusan transfer pemain, Arema FC juga menegaskan sikap terkait kursi kepelatihan pasca kepergian Coach Kuncoro. Manajemen memastikan tidak akan menambah sosok baru sebagai pengganti langsung. Almarhum Kuncoro dianggap figur sentral yang tak tergantikan, bukan hanya dalam aspek taktik, tetapi juga karakter khas Malangan yang ia wariskan.

Saat ini, jajaran asisten pelatih Arema FC menyisakan Siswantoro dan Andre Caldas. Andre Caldas dipercaya mengemban tugas yang sebelumnya dijalankan Kuncoro, termasuk peran dalam pengembangan dan akselerasi pemain. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Kuncoro kepada Singo Edan.

Dengan berbagai dinamika tersebut, Arema FC dihadapkan pada pilihan penting. Apakah akan mempertahankan Salim Tuharea Arema FC, membuka peluang transfer baru, atau tetap fokus menjaga stabilitas tim, semua keputusan akan sangat menentukan perjalanan Singo Edan di sisa musim kompetisi. (*)

Editor : Vicky Hernanda
#Transfer Arema FC #Tales Lira #aremania #Juku Eja #Salim Tuharea Arema FC