Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Layvin Kurzawa Persib Jadi Sinyal Serius Bidik Juara dan ACL 2, Kedalaman Skuad Makin Gila, Dion Marx hingga Teja Paku Alam Ikut Disorot

Rendra Febrian Permana • Rabu, 28 Januari 2026 | 16:40 WIB
Layvin Kurzawa Persib Jadi Sinyal Serius Bidik Juara dan ACL 2, Kedalaman Skuad Makin Gila, Dion Marx hingga Teja Paku Alam Ikut Disorot
Layvin Kurzawa Persib Jadi Sinyal Serius Bidik Juara dan ACL 2, Kedalaman Skuad Makin Gila, Dion Marx hingga Teja Paku Alam Ikut Disorot

BLITAR – Kedatangan Layvin Kurzawa Persib Bandung menjadi salah satu topik paling panas dalam bursa transfer Super League musim ini. Mantan bek kiri Paris Saint-Germain (PSG) itu disebut sebagai sinyal kuat keseriusan Maung Bandung untuk tampil all out, bukan hanya di kompetisi domestik, tetapi juga di ajang Asia, AFC Champions League (ACL) 2.

Nama Layvin Kurzawa Persib mencuat setelah sang pemain dikabarkan telah sepakat bergabung dan siap menambah kekuatan lini belakang. Meski Persib sebenarnya sudah memiliki stok pemain bertahan yang solid, kehadiran Kurzawa dinilai bukan sekadar pelapis biasa.

Kurzawa, Bukan Pemain Sembarangan
Kurzawa dikenal sebagai pemain dengan jam terbang tinggi di level Eropa. Ia pernah membawa PSG melaju hingga final Liga Champions, bermain satu tim dengan Neymar, serta mencatatkan caps bersama Timnas Prancis. Pengalaman tersebut membuat Layvin Kurzawa Persib menjadi rekrutan dengan level berbeda dibanding pemain asing kebanyakan di Super League.

Awalnya, Kurzawa diproyeksikan sebagai antisipasi jika Federico Barba hengkang karena alasan keluarga dan ketertarikan klub Italia, Pescara. Namun, setelah Persib berhasil meyakinkan Barba untuk bertahan hingga akhir musim, transfer Kurzawa tetap dilanjutkan demi memperkuat kedalaman skuad.

Langkah ini dinilai sebagai strategi jangka pendek dan menengah, mengingat Persib akan tampil di Super League sekaligus ACL 2 pada Februari mendatang, menghadapi Ratchaburi dalam laga krusial.

Catatan Cedera Jadi PR Besar
Meski kualitasnya tak diragukan, kondisi fisik Kurzawa menjadi perhatian utama. Dalam setengah musim terakhir bersama klub sebelumnya, ia hanya tampil empat kali dengan total 170 menit bermain. Riwayat cedera yang cukup panjang membuat Persib dan pelatih Bojan Hodak diprediksi akan sangat berhati-hati dalam memainkannya.

Kurzawa kemungkinan besar tidak langsung menjadi starter. Pola ini serupa dengan perlakuan Persib terhadap Tom Haye di awal kedatangannya, yakni dimainkan bertahap untuk mengejar match fitness dan chemistry.

Kedalaman Lini Belakang Persib Makin Tebal
Masuknya Kurzawa membuat sektor bek kiri Persib semakin kompetitif. Selain Barba dan Kurzawa, masih ada Dewa United Putros, Eliano Reijnders, hingga pemain yang bisa bergeser ke sisi kiri. Bahkan, Kurzawa juga mampu dimainkan sebagai bek tengah, menambah fleksibilitas taktik bagi Bojan Hodak.

Kondisi ini menjadi modal besar Persib menghadapi ACL 2, di mana regulasi tidak membatasi jumlah pemain asing yang diturunkan. Kombinasi pemain asing dan lokal berpengalaman diyakini mampu membuat lini pertahanan Persib lebih solid dan berpeluang mencatat clean sheet.

Dion Marx dan Regenerasi Tim
Selain Kurzawa, Persib juga merekrut Dion Marx, bek muda Timnas Indonesia U-22. Kehadirannya dinilai sebagai solusi atas regulasi pemain U-23 di Super League. Selama ini, Kakang Rudianto nyaris tak tergantikan. Dion Marx diharapkan menjadi pelapis sekaligus investasi jangka panjang klub.

Keputusan Dion meninggalkan Eropa dan bergabung dengan Persib dinilai realistis, mengingat ia belum menjadi pemain inti di sana. Di Persib, peluang bermain lebih besar bisa mempercepat perkembangan kariernya.

Rumor Joey Pelupessy dan Fokus Skuad
Nama Joey Pelupessy sempat kencang dikaitkan dengan Persib, namun akhirnya dibantah manajemen. Persib disebut tidak sedang memburu pemain berlabel Timnas senior. Lini tengah dinilai sudah cukup kuat, sementara kebutuhan utama justru berada di posisi gelandang serang.

Teja Paku Alam Bersinar, Adam Zivkovic Terancam
Di sektor penjaga gawang, performa Teja Paku Alam kembali mencuri perhatian usai mencatat clean sheet dan menjadi kiper dengan kebobolan paling sedikit di Super League. Kondisi ini membuka peluang Teja kembali dilirik Timnas Indonesia.

Sebaliknya, posisi Adam Zivkovic semakin terancam. Minimnya kontribusi dan masalah cedera membuatnya berpeluang dilepas jika Persib merekrut kiper baru, termasuk nama Cyrus Margono yang santer dikaitkan.

Bojan Hodak Sulit Dilepas
Di balik semua dinamika transfer, satu hal yang nyaris pasti: Persib akan mempertahankan Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia itu menjadi sosok kunci di balik stabilitas tim, bahkan berpeluang mencatat hattrick juara. Kehilangannya akan menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen.
Dengan komposisi skuad saat ini, termasuk hadirnya Layvin Kurzawa Persib, Maung Bandung kian percaya diri menatap Super League dan ACL 2.(*)

Editor : Rendra Febrian Permana
#Bursa Tranfer Liga Indonesia #Tranfer Persib #Layvin Kurzawa Persib #bojan hodak #Persib Bandung ACL 2