Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Persib Bandung: Dari Alat Perjuangan Rakyat 1933 hingga Raja Perserikatan, Kisah Panjang Klub Legendaris Kebanggaan Bobotoh

Rendra Febrian Permana • Rabu, 28 Januari 2026 | 17:20 WIB

 

Sejarah Persib Bandung: Dari Alat Perjuangan Rakyat 1933 hingga Raja Perserikatan, Kisah Panjang Klub Legendaris Kebanggaan Bobotoh
Sejarah Persib Bandung: Dari Alat Perjuangan Rakyat 1933 hingga Raja Perserikatan, Kisah Panjang Klub Legendaris Kebanggaan Bobotoh

BLITAR – Sejarah Persib Bandung tak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang sepak bola nasional dan denyut perjuangan rakyat Jawa Barat. Klub yang kini menjadi salah satu kekuatan terbesar di Indonesia itu resmi berdiri pada 14 Maret 1933, sebuah tanggal bersejarah yang terus dikenang oleh jutaan Bobotoh hingga hari ini.

Pada masa awal berdirinya, Persib Bandung bukan sekadar klub sepak bola. Ia menjadi simbol perlawanan dan identitas masyarakat Bandung di tengah dominasi kolonial. Ketika klub-klub bentukan Belanda bermunculan, Persib justru tumbuh sebagai wadah persatuan rakyat pribumi yang mencintai sepak bola sekaligus semangat kebangsaan.

Awal Berdiri dan Tantangan Zaman Kolonial

Dalam catatan sejarah Persib Bandung, klub ini lahir di tengah situasi sosial-politik yang tidak mudah. Pada awal 1937, sekelompok orang Belanda mendirikan VBBO (Voetbalbond Bandung en Omstreken) sebagai pesaing Persib. Namun, simpati masyarakat Kota Bandung justru mengalir deras kepada Persib.

Beberapa klub yang sebelumnya tergabung dalam VBBO akhirnya memilih bergabung dengan Persib Bandung. Hal ini menegaskan bahwa Persib telah menjadi klub rakyat yang memiliki daya tarik kuat, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Vakum di Era Jepang dan Kebangkitan Pasca-Kemerdekaan

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang pada awal 1940-an, aktivitas sepak bola nasional sempat terhenti. Persib Bandung pun mengalami masa vakum. Namun semangat itu tidak pernah padam. Pada 1948, Persib dibentuk ulang untuk mengikuti kompetisi Liga Perserikatan, menandai kebangkitan kembali klub legendaris ini.

Pada periode 1953 hingga 1957, Persib bermarkas di kawasan Cilentah sebelum akhirnya pindah ke sekretariat di Jalan Gurame, yang menjadi rumah Persib hingga awal 2000-an.

Prestasi Awal dan Representasi Indonesia

Persib Bandung mulai mencatatkan prestasi besar dengan menjuarai kompetisi Perserikatan pada 1937. Puncaknya terjadi pada 1961, saat Maung Bandung kembali menjadi juara setelah mengalahkan PSM Ujungpandang di partai final.

Keberhasilan itu membuat Persib dipercaya mewakili Indonesia di ajang Piala Aga Khan 1962 di Pakistan, sebuah kehormatan besar yang mengukuhkan nama Persib di level internasional.

Baca Juga: Sejarah The Jakmania: Dari Gagasan Manajemen Persija hingga Menjadi Suporter Terbesar dan Terbaik di Indonesia

Periode Kelabu dan Revolusi Era 1980-an

Era 1970-an menjadi masa sulit dalam sejarah Persib Bandung. Perubahan format kompetisi membuat Persib sempat terlempar dari kasta tertinggi sepak bola nasional. Namun kebangkitan dimulai pada awal 1980-an, saat Persib menunjuk pelatih asal Polandia, Marek Janota.

Janota membawa revolusi pembinaan usia muda yang melahirkan generasi emas Persib. Nama-nama seperti Robby Darwis, Adeng Hudaya, Ajat Sudrajat, hingga Djadjang Nurdjaman muncul dan menjadi tulang punggung tim.

Era Emas dan Final Bersejarah

Persib Bandung dua kali mencapai final Perserikatan pada 1984 dan 1985, meski harus puas sebagai runner-up usai kalah dari PSMS Medan lewat adu penalti. Final 1985 bahkan tercatat sebagai final Perserikatan dengan penonton terbanyak sepanjang sejarah, lebih dari 150 ribu orang memadati Stadion Utama Senayan.

Penantian panjang terbayar pada 1986, saat Persib akhirnya menjadi juara setelah menaklukkan Perseman Manokwari lewat gol tunggal Djadjang Nurdjaman.

Dominasi Akhir Dekade 1980-an

Tak berhenti di situ, Persib Bandung juga menorehkan prestasi di berbagai turnamen bergengsi seperti Siliwangi Cup, Marahalim Cup, dan Pesta Sukan Brunei. Puncaknya terjadi pada 1990, ketika Persib kembali menjuarai Perserikatan usai menundukkan Persebaya Surabaya 2-0 di partai final.

Dua gol kemenangan tersebut menjadi penutup manis perjalanan panjang Persib Bandung di era Perserikatan, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu klub terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia.(*)

Editor : Rendra Febrian Permana
#maung bandung #bobotoh #sejarah persib bandung #liga perserikatan #persib bandung