BLITAR – Persib Bandung lolos 16 besar ACL 2 dan mencatatkan sejarah emas di panggung Asia. Klub kebanggaan Jawa Barat itu tampil di luar dugaan dengan keluar sebagai juara Grup G, meski sejak awal hanya diprediksi memiliki peluang tujuh persen untuk melaju ke fase gugur.
Keberhasilan Persib Bandung lolos 16 besar ACL 2 tak lepas dari kemenangan prestisius atas Bangkok United di laga terakhir fase grup. Bermain di hadapan ribuan Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Maung Bandung tampil menggila dan menundukkan wakil Thailand itu dengan skor tipis namun bermakna.
Gol tunggal kemenangan Persib dicetak oleh Ramon Tanque, bomber andalan yang kembali menunjukkan insting tajamnya di laga krusial. Gol tersebut memastikan Persib finis di puncak klasemen Grup G dan melangkah gagah ke babak 16 besar AFC Champions League 2.
Juara Grup dari Tim yang Diremehkan
Status Persib sebagai wakil dari pot 4 wilayah timur sempat membuat banyak pihak meragukan peluang mereka. Namun keraguan itu justru dibayar lunas oleh skuad asuhan Bojan Hodak. Bangkok United yang datang sebagai unggulan pot 1 bahkan dibuat tak berkutik, baik di laga kandang maupun tandang.
Di pertandingan penentuan, dominasi Persib begitu terasa. Tercatat Maung Bandung melepaskan lebih dari 20 tembakan ke gawang lawan, sementara Bangkok United hanya mampu mencatatkan satu percobaan tanpa arah. Dua peluang Tom Haye bahkan nyaris menggandakan keunggulan andai tak membentur mistar.
Solidnya lini belakang Persib juga patut mendapat sorotan. Sepanjang laga, Teja Paku Alam nyaris tanpa pekerjaan berat karena rapatnya pertahanan yang dikomandoi para bek Pangeran Biru.
Motivasi Kuat dan Mental Juara
Salah satu kunci sukses Persib Bandung lolos 16 besar ACL 2 adalah mentalitas juara yang dibangun sejak di ruang ganti. Gelandang senior Marc Klok disebut menjadi figur penting dalam menjaga lapar kemenangan seluruh tim.
“Kita lebih baik, lebih bugar, dan lebih kuat dari mereka. Hari ini kita mencetak sejarah,” tulis Klok di akun X pribadinya usai pertandingan. Pesan tersebut seolah merangkum semangat Persib sepanjang fase grup.
Tantangan Berat di Babak 16 Besar
Meski sukses mencetak sejarah, tantangan lebih besar menanti Persib di babak 16 besar yang akan digelar Februari 2026. Drawing fase gugur dijadwalkan berlangsung pada 30 Desember 2025.
Sebagai juara grup, Persib dipastikan akan menghadapi runner-up wilayah timur. Beberapa calon lawan berat sudah mengintai, seperti Pohang Steelers dari Korea Selatan yang hanya kebobolan dua gol di fase grup dan diperkuat gelandang berpengalaman Ki Sung-yueng.
Selain itu, Persib juga berpotensi bertemu Ratchaburi FC dari Thailand yang menjadi tim paling produktif dengan koleksi 15 gol. Nama Chong Anhanoi dan Mecarur FC juga masih berpeluang menjadi lawan Maung Bandung.
Kabar baiknya, Persib dipastikan terhindar dari Gamba Osaka, raksasa Jepang yang menyapu bersih lima kemenangan di fase grup. Absennya Gamba Osaka dinilai membuka peluang Persib melangkah hingga perempat final.
Baca Juga: Sidang Permintaan Risalah RUPS Dahlan Iskan kepada Direksi PT Jawa Pos
Cuan Miliaran dan Ambisi Transfer
Tak hanya prestasi, Persib Bandung lolos 16 besar ACL 2 juga membawa berkah finansial. Sejak fase grup, Persib telah mengantongi dana Rp4,9 miliar. Subsidi laga tandang menambah Rp2,5 miliar, ditambah bonus kemenangan senilai Rp3,3 miliar dan hasil imbang sebesar Rp410 juta.
Kelolosan ke babak 16 besar kembali menghadirkan dana segar Rp1,3 miliar. Total pemasukan Persib dari ACL 2 disebut menembus belasan miliar rupiah, cukup untuk mendukung upgrade skuad paruh kedua musim.
Nama Joy Pelupessy pun kembali mencuat sebagai target utama. Kontrak gelandang berdarah Maluku itu akan berakhir pada musim panas 2026, membuka peluang Persib merekrutnya lebih cepat atau menunggu status bebas transfer.
Selain Joy Pelupessy, Persib juga dikaitkan dengan Ole Romeny. Namun rumor tersebut masih diragukan karena sang striker Oxford United terikat kontrak hingga 2028.
Dengan sejarah yang telah dicetak, publik kini menanti sejauh mana langkah Persib Bandung di pentas Asia.(*)
Editor : Rendra Febrian Permana