Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rahmat Irianto Disebut Maradonanya Persebaya, Performa Melejit Bikin Green Force Lebih Diunggulkan dari Persija di BRI Super League

Vicky Hernanda • Senin, 2 Februari 2026 | 14:50 WIB
Nama Persebaya juara BRI Super League kini semakin sering diperbincangkan publik
Nama Persebaya juara BRI Super League kini semakin sering diperbincangkan publik

BLITAR - Nama Persebaya juara BRI Super League kini semakin sering diperbincangkan publik sepak bola nasional. Performa konsisten Green Force dalam beberapa pekan terakhir membuat tim asal Surabaya itu mulai dijagokan sebagai kandidat kuat juara, bahkan disebut lebih unggul dibanding Persija Jakarta. Salah satu momen yang menjadi simbol kebangkitan tersebut adalah gol spektakuler Rahmat Irianto ke gawang PSIM Yogyakarta.

Gol Rahmat Irianto bukan sekadar gol biasa. Aksi solo run yang ia perlihatkan dari lini belakang hingga menuntaskannya menjadi gol membuat publik tercengang. Dalam laporan Radar Surabaya dan jaringan Jawa Pos, gol tersebut disebut sebagai “solo run gila” karena Rian menggiring bola melewati beberapa pemain lawan sebelum mencetak gol dengan tenang.

Momen itu menjadi titik balik yang memperkuat narasi Persebaya juara BRI Super League. Sejak gol tersebut, permainan Green Force dinilai naik level, bukan hanya secara teknis, tetapi juga dari sisi mental dan kepercayaan diri tim.

Rahmat Irianto, Maradonanya Persebaya

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tak mampu menyembunyikan kekagumannya terhadap aksi Rahmat Irianto. Dalam wawancara yang dikutip dari Bola.net dan Merah Putih, pelatih asal Portugal itu bahkan melontarkan pernyataan yang langsung viral.

“Kalau saya belum pernah melihat Rian sebelumnya, saya akan bilang namanya adalah Rian Diego Armando Maradona,” ujar Bernardo Tavares.

Pernyataan tersebut sontak membuat Rahmat Irianto dijuluki sebagai Maradonanya Persebaya oleh media nasional. Julukan ini terasa istimewa mengingat Rian selama ini dikenal sebagai gelandang pekerja keras, pemutus serangan, dan pemain dengan disiplin tinggi, bukan sebagai dribbler ulung.

Transformasi ini menunjukkan perubahan besar dalam permainan Persebaya di bawah tangan dingin Bernardo Tavares. Pemain tidak hanya dituntut disiplin secara taktik, tetapi juga diberi kebebasan mengekspresikan kemampuan terbaiknya di lapangan.

Sistem dan Kepercayaan Jadi Kunci

Perubahan Rahmat Irianto bukan terjadi secara kebetulan. Pengamat menilai, performa tersebut lahir dari sistem permainan yang matang serta kepercayaan penuh dari pelatih. Persebaya kini bukan hanya dikenal sebagai tim yang kuat dan sulit dikalahkan, tetapi juga kreatif dan efektif.

Kemenangan 3-0 atas PSIM Yogyakarta menjadi bukti bahwa Persebaya tidak selalu harus mendominasi penguasaan bola untuk menang. Green Force mampu mematikan lawan lewat efektivitas serangan, kedalaman skuad, serta transisi cepat yang terorganisir.

Sejumlah pengamat sepak bola nasional mulai secara terbuka menyebut Persebaya sebagai kandidat kuat juara. Bahkan, dalam perbandingan langsung, performa Green Force dinilai lebih solid dan seimbang dibanding Persija Jakarta pada musim ini.

Tony Firmansyah, Fondasi Masa Depan Persebaya

Selain Rahmat Irianto, satu nama lain yang mencuri perhatian adalah Tony Firmansyah. Berdasarkan laporan Jawa Pos dan data internal klub, Tony telah mencatatkan 1.023 menit bermain musim ini. Angka tersebut terbilang luar biasa untuk pemain muda lokal.

Catatan menit bermain itu menegaskan bahwa Tony bukan sekadar pelapis atau proyek jangka panjang. Ia sudah menjadi bagian penting dari skuad utama Persebaya saat ini. Kepercayaan yang diberikan Bernardo Tavares menunjukkan komitmen nyata terhadap regenerasi tim.

Di usia muda, Tony Firmansyah telah tampil dalam banyak laga penting. Ia kini bukan lagi sekadar prospek, melainkan fondasi Persebaya untuk masa kini dan masa depan. Hal ini memperkuat citra Persebaya sebagai tim yang tidak hanya mengejar kemenangan instan, tetapi juga membangun dominasi jangka panjang.

Persebaya Menuju Mental Juara

Apa yang ditunjukkan Persebaya saat ini bukan hanya soal hasil pertandingan. Ini adalah gambaran tim yang sedang tumbuh, berkembang, dan mulai membentuk mental juara. Rahmat Irianto membuktikan bahwa pemain lama bisa berevolusi, sementara Tony Firmansyah menjadi simbol bahwa regenerasi benar-benar berjalan.

Di balik semua itu, sosok Bernardo Tavares dinilai sebagai arsitek perubahan. Ia bukan hanya pelatih, tetapi juga pembangun fondasi mental dan identitas permainan Persebaya. Dengan performa yang terus menanjak, bukan tidak mungkin target Persebaya juara BRI Super League benar-benar menjadi kenyataan musim ini. (*)

Editor : Vicky Hernanda
#rahmat irianto #Tony Firmansyah #Persebaya juara BRI Super League #Bernardo Tavares #persebaya surabaya