BLITAR – Manajemen Arema FC terus menunjukkan agresivitasnya dalam bursa transfer Arema FC paruh musim Super League 2025-2026. Setelah sukses membenahi lini serang, fokus Singo Edan kini bergeser ke sektor krusial, yakni jantung pertahanan. Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegaskan bahwa penambahan kekuatan di lini belakang adalah hal mutlak untuk menjaga stabilitas tim di sisa kompetisi.
Bongkar pasang skuad ini dilakukan demi target tinggi merangsek ke papan atas klasemen. "Kami perlu mendatangkan pengganti untuk lini belakang," ujar Marcos Santos. Tak hanya bek tengah, Arema FC juga berencana menambah kiper baru untuk memastikan program latihan tim utama tetap berjalan maksimal tanpa mengganggu agenda kompetisi pemain akademi.
Langkah aktif dalam bursa transfer Arema FC ini menunjukkan kepercayaan penuh manajemen terhadap rekomendasi teknis pelatih. Setiap rekrutan baru diarahkan untuk menutup lubang yang ada, terutama menjelang laga-laga berat di putaran kedua.
Walison Maya: Calon Tembok Samba di Malang
Sorotan utama dalam bursa transfer Arema FC kali ini tertuju pada sosok Walison Maya. Bek berpengalaman asal Brasil berusia 34 tahun ini dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan untuk menjadi pilar baru pertahanan Singo Edan hingga tahun 2026. Dengan postur menjulang 187 cm, mantan pemain Ponte Preta dan Coritiba ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan bek yang tangguh dan memiliki kepemimpinan.
Walison Maya memiliki rekam jejak yang cukup mentereng di kasta tertinggi Liga Brasil (Seri A), dengan total 88 pertandingan bersama Coritiba. Selain itu, ia juga sempat mencicipi kompetisi di luar negeri seperti Liga Kuwait dan Liga Vietnam. Pengalaman luasnya diyakini akan memberikan ketenangan bagi lini belakang Arema FC yang kerap menjadi sorotan di awal musim.
Joel Vinicius: Panggung Pembuktian Saat Dalberto Menepi
Di lini depan, absennya Dalberto Luan Belo pada laga melawan Persijap Jepara pekan ini membuka jalan bagi penyerang anyar, Joel Vinicius, untuk unjuk gigi. Pemain yang didatangkan dari Borneo FC Samarinda ini diharapkan langsung nyetel dan menjadi solusi produktivitas gol bagi Singo Edan.
Marcos Santos optimis dengan kehadiran Vinicius yang pada putaran pertama sukses mengemas 7 gol dan 2 asis bagi Borneo FC. Pelatih asal Brasil itu bahkan membandingkan potensi duet Vinicius dan Dalberto di masa depan seperti pasangan legendaris Bebeto dan Romario di Piala Dunia. Jelang laga di Stadion Kanjuruhan, fokus utama tim adalah meningkatkan konsentrasi dan ketenangan di depan gawang lawan agar setiap peluang dapat dikonversi menjadi gol.
Dengan pertahanan yang semakin kokoh lewat hadirnya pemain baru dan lini serang yang makin tajam, Arema FC optimis bisa mengamankan poin penuh saat menjamu Persijap Jepara.(*)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama