Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mariano Peralta Selangkah Lagi ke Persib Bandung, Mega Transfer Bersejarah Liga 1 di Tengah Badai Sanksi dan Masuknya Investor Unilever

Vicky Hernanda • Selasa, 3 Februari 2026 | 11:40 WIB
Mariano Peralta Selangkah Lagi ke Persib Bandung
Mariano Peralta Selangkah Lagi ke Persib Bandung

BLITAR – Rumor Mariano Peralta ke Persib Bandung kian menguat dan berpotensi menjadi salah satu transfer paling bersejarah di Liga 1 Indonesia. Klub berjuluk Pangeran Biru itu disebut siap memecahkan rekor transfer domestik demi mendatangkan playmaker asal Argentina tersebut dari Borneo FC pada jendela transfer paruh musim Super League 2025–2026.

Kabar Mariano Peralta ke Persib Bandung mencuat di tengah kebutuhan Maung Bandung akan sosok pemain nomor 10, menyusul dicoretnya William Marsilio dari skuad. Meski slot pemain asing Persib dikabarkan sudah penuh, sinyal kuat menyebutkan akan ada satu pemain asing yang dilepas demi membuka ruang bagi Peralta.

Di saat rumor transfer kian panas, Persib Bandung justru tengah menjadi sorotan akibat rentetan sanksi disiplin dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, Persib dijatuhi tiga hukuman dengan total denda mencapai Rp115 juta di ajang BRI Super League 2025–2026.

Denda Rp115 Juta dan Catatan Disiplin Persib

Sanksi pertama dijatuhkan usai laga Persik Kediri versus Persib Bandung pada 5 Januari 2026. Komdis PSSI menyatakan Persib melanggar regulasi kompetisi karena adanya suporter tamu di stadion, sehingga klub didenda Rp25 juta.

Hukuman berikutnya datang dari laga panas Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 11 Januari 2026. Dalam sidang 15 Januari 2026, Komdis mencatat aksi pelemparan botol dan benda lain dari tribun selatan dan barat selatan yang berujung denda Rp30 juta.

Tak berhenti di situ, Persib kembali dihukum akibat penyalaan petasan pascalaga. Petasan tercatat menyala lima kali di tribun utara dan selatan, yang dinilai membahayakan keselamatan. Akibatnya, Komdis PSSI menambah denda Rp60 juta, sehingga total sanksi mencapai Rp115 juta.

Kurzawa Datang, Branding Melejit

Di luar persoalan disiplin, Persib Bandung tetap menjadi pusat perhatian publik sepak bola nasional dan internasional berkat kedatangan mantan bek kiri PSG, Layvin Kurzawa. Transfer ini bahkan mendapat sorotan dari pakar transfer dunia Fabrizio Romano hingga akun resmi FIFA World Cup. Unggahan Persib juga mendapat respons dari Kylian Mbappe dan PSG.

Namun, mantan kiper Persib, Edi Kurnia, mengingatkan bahwa kualitas teknis saja tidak cukup. Ia menekankan pentingnya adaptasi budaya, etika di luar lapangan, serta kebugaran fisik Kurzawa agar tidak bernasib seperti pemain bintang sebelumnya yang gagal bersinar.

Investor Unilever dan Isyarat Kekuatan Finansial

Masuknya PT Unilever Indonesia Tbk sebagai mitra strategis Persib Bandung dinilai menjadi faktor penting di balik menguatnya rumor Mariano Peralta ke Persib Bandung. Melalui dua merek andalannya, Rinso dan Sunlight, Unilever resmi menjalin kemitraan dengan Persib sebagai klub dengan basis suporter terbesar di Indonesia.

CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn Sugita, menyebut Persib bukan sekadar klub, melainkan identitas masyarakat Jawa Barat. Sementara Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menilai kolaborasi ini membawa nilai kebersamaan dan loyalitas yang sejalan dengan semangat Persib.

Masuknya Unilever juga ditaksir memperkuat struktur finansial klub, sehingga Persib kini dianggap memiliki daya beli lebih besar di bursa transfer paruh musim.

Mariano Peralta, Solusi Krisis Gol?

Nama Mariano Peralta kembali mencuat setelah akun sepak bola nasional mengabarkan potensi transfer sang winger ke Bandung. Kontrak Peralta bersama Borneo FC akan berakhir pada 30 Juni 2026. Nilai pasarnya ditaksir mencapai Rp10,43 miliar per Desember 2025.

Jika Borneo FC tak melepasnya pada paruh musim ini, mereka berisiko kehilangan Peralta secara gratis di akhir musim. Faktor ini membuat peluang Mariano Peralta ke Persib Bandung kian terbuka.

Peralta tampil gemilang bersama Borneo FC. Pada musim 2024–2025, ia mencatatkan 10 gol dan 14 assist dari 35 laga. Musim ini, performanya tetap konsisten dengan torehan 10 gol dan 8 assist.

Meski berposisi sebagai winger, Peralta juga bisa dimainkan sebagai penyerang tengah. Kehadirannya diyakini bisa menjadi solusi atas seretnya produktivitas gol Persib, yang hanya mencetak lima gol dalam lima laga terakhir.

Kini, publik sepak bola Tanah Air menanti kepastian. Akankah Mariano Peralta ke Persib Bandung benar-benar terwujud dan menjadi transfer terbesar Liga 1, atau justru berlabuh ke klub lain? Menarik untuk ditunggu. (*)

Editor : Vicky Hernanda
#bobotoh #Mariano Peralta #BRI Super League 2025 2026 #Transfer Liga 1 #persib bandung