Gebrakan Mega Transfer Persib Bandung: Mariano Peralta OTW Pecahkan Rekor Liga Indonesia?
Muhammad Adib Falih Rifly• Selasa, 3 Februari 2026 | 19:00 WIB
Update Mega Transfer Persib Bandung! Mariano Peralta siap pecahkan rekor transfer Liga 1. Simak rumor, nilai kontrak, dan sanksi terbaru PSSI.
BANDUNG - Persib Bandung kembali mengguncang jagat sepak bola tanah air dengan manuver transfer yang diprediksi akan menjadi sejarah baru. Kabar mengenai Mega Transfer Persib Bandung kian memanas setelah winger andalan Borneo FC, Mariano Peralta, dikabarkan selangkah lagi merapat ke Kota Kembang. Tidak main-main, manajemen Pangeran Biru disebut siap menempuh skema tebus transfer untuk mendaratkan pemain asal Argentina tersebut demi ambisi mempertahankan takhta di BRI Super League 2025-2026.
Isu mengenai Mega Transfer Persib Bandung ini mencuat menyusul kebutuhan mendesak pelatih Bojan Hodak akan sosok kreator serangan baru. Kepergian William Marcilio meninggalkan lubang di lini depan yang harus segera ditambal. Peralta, yang memiliki nilai pasar fantastis mencapai Rp10,43 miliar, diproyeksikan menjadi kepingan puzzle yang sempurna. Langkah berani ini diyakini mendapat sokongan finansial kuat setelah masuknya investor raksasa baru di jajaran kepemilikan saham Maung Bandung.
Rumor Mega Transfer Persib Bandung ini kian valid setelah akun-akun pengamat sepak bola nasional mulai membocorkan sinyal kepindahan Peralta per 1 Februari 2026. Dengan kontrak yang akan berakhir di Borneo FC pada Juni mendatang, Persib berada dalam posisi tawar yang kuat. Jika kesepakatan tebus kontrak ini terealisasi, maka nilai transfernya akan tercatat sebagai salah satu yang tertinggi dalam sejarah perpindahan pemain antar-klub Liga 1, mengukuhkan dominasi finansial Maung Bandung di kancah nasional.
Suntikan Dana Unilever dan Manuver Mariano Peralta
Kehadiran PT Unilever Indonesia Tbk sebagai mitra strategis baru menjadi katalisator utama di balik agresivitas Persib di bursa transfer paruh musim. Kolaborasi dengan brand besar seperti Rinso dan Sunlight bukan sekadar urusan branding, melainkan suntikan modal yang membuat Persib leluasa bergerak di pasar pemain. Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benji Yap, dan CEO PT PBB, Glenn Sugita, sepakat bahwa kemitraan ini memperkuat ekosistem finansial klub untuk terus berprestasi.
Mariano Peralta sendiri bukanlah nama baru dalam radar bidikan manajemen. Sejak awal musim, pemain berusia 27 tahun ini sudah dikaitkan sebagai pengganti Ciro Alves. Statistiknya di Borneo FC sangat mentereng, dengan koleksi 10 gol dan 14 assist pada musim lalu. Kemampuannya bermain di posisi winger maupun penyerang tengah menjadi solusi jitu atas tumpulnya lini depan Persib yang belakangan hanya mampu mencetak gol minim di beberapa laga terakhir.
Kabar Sanksi Komdis PSSI Senilai Rp115 Juta
Namun, di tengah euforia transfer, Persib Bandung harus menghadapi kenyataan pahit terkait disiplin suporter. Dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, Maung Bandung dihujani sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI dengan total denda mencapai Rp115 juta. Sanksi pertama sebesar Rp25 juta bermula dari laga kontra Persik Kediri akibat hadirnya suporter tamu yang melanggar regulasi kompetisi.
Hukuman lebih berat datang pasca laga panas melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Persib dijatuhi denda Rp30 juta akibat aksi pelemparan botol oleh oknum penonton di tribun selatan dan barat. Tak berhenti di situ, penyalaan petasan sebanyak lima kali setelah laga usai menambah beban denda sebesar Rp60 juta. Manajemen kini dituntut lebih tegas dalam mengedukasi Bobotoh agar kerugian finansial akibat sanksi tidak terus membengkak.
Sorotan untuk Layvin Kurzawa dan Warisan Bintang Dunia
Selain rumor Peralta, sorotan publik masih tertuju pada eks bintang PSG, Layvin Kurzawa. Kedatangannya memang mendongkrak citra Persib di level internasional hingga mendapat atensi dari Fabrizio Romano dan Kylian Mbappe. Namun, mantan kiper Persib, Edi Kurnia, memberikan peringatan keras. Ia mengingatkan agar Kurzawa tidak bernasib sama seperti Michael Essien yang sempat terkendala masalah kebugaran fisik dan cedera lutut.
"Kurzawa harus sadar bahwa ini Persib dan Liga Indonesia memiliki marwah yang besar. Kualitas teknis saja tidak cukup, ia harus nyetel dengan budaya lokal dan benar-benar bugar agar efektif bagi tim, bukan sekadar jadi penghias bangku cadangan," tegas Edi Kurnia. Saat ini, dengan posisi Persib yang tengah memuncaki klasemen Liga 1 dan bersaing di AFC Champions League 2, konsistensi pemain bintang menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. (*)