Pasca pemecatan Ruben Amorim pada awal Januari lalu, Michael Carrick ditunjuk sebagai pengganti sementara. Di bawah asuhannya, performa Manchester United menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan. Meski manajemen belum mengetuk palu mengenai statusnya untuk musim depan, laporan terbaru menyebutkan bahwa Carrick memiliki visi yang jelas untuk membangun ulang skuad, termasuk membatalkan beberapa kebijakan era pelatih sebelumnya.
Fokus utama Michael Carrick adalah lini serang. Sang legenda klub dilaporkan mendesak manajemen untuk memulangkan Marcus Rashford ke Old Trafford. Situasi ini menjadi sorotan tajam mengingat Rashford sebelumnya tersisih dari rencana Ruben Amorim hingga harus "mengungsi" ke Barcelona dengan status pinjaman pada bursa transfer musim panas lalu. Carrick menilai Rashford adalah kepingan puzzle yang hilang dari skuad United saat ini.
Ambisi Carrick Membawa Pulang "Si Anak Hilang"
Menurut laporan The Telegraph, Michael Carrick telah menegaskan keinginannya agar Rashford kembali menjadi ujung tombak utama Setan Merah jika ia dipermanenkan. Carrick memiliki hubungan emosional dan profesional yang kuat dengan Rashford, mengingat keduanya pernah bahu-membahu sebagai rekan setim di era Louis van Gaal, pelatih yang memberi debut kepada Rashford pada 2016.
Keputusan Amorim meminjamkan Rashford ke Barcelona justru menjadi "blessing in disguise" bagi pemain berusia 28 tahun tersebut. Di Spanyol, Rashford menemukan kembali ketajamannya. Penyerang Timnas Inggris itu tampil impresif bersama Blaugrana dengan catatan statistik yang mentereng: 9 gol dan 12 assist dari 31 penampilan di semua kompetisi. Statistik inilah yang membuat Carrick yakin bahwa Rashford masih layak menjadi ikon Old Trafford hingga kontraknya berakhir pada 2028.
Namun, keinginan Carrick mungkin menghadapi tantangan dari sang pemain sendiri. Dalam wawancara eksklusif dengan ESPN, Rashford mengaku sangat menikmati kehidupannya di Camp Nou. "Bagi siapapun yang mencintai sepak bola, Barcelona adalah salah satu klub kunci dalam sejarah permainan ini. Bagi seorang pemain, ini adalah sebuah kehormatan," ungkap Rashford, mengisyaratkan kenyamanannya di Spanyol.
Bantahan Tegas Rumor Bruno Fernandes ke Real Madrid
Di sisi lain, kabar burung yang menyebutkan bahwa kapten Manchester United, Bruno Fernandes, menawarkan diri ke Real Madrid dipastikan hoax. Pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, mengonfirmasi bahwa berita tersebut 100 persen palsu. Romano menegaskan bahwa gelandang asal Portugal itu merasa puas dengan perannya di Old Trafford dan berkomitmen penuh pada proyek klub saat ini.
Real Madrid sendiri dilaporkan memang tidak memiliki rencana belanja pemain pada bursa musim dingin ini. Meskipun Los Blancos membutuhkan sosok gelandang pemersatu tim, rumor mengenai Bruno Fernandes yang "mengemis" minta direkrut adalah fabrikasi media semata. Madrid justru dikaitkan dengan nama-nama seperti Vitinha untuk proyeksi musim panas mendatang.
Nasib Joshua Zirkzee dan Kegagalan Gaet Ruben Neves
Sementara itu, masa depan Joshua Zirkzee di Manchester United masih menjadi tanda tanya. Di tengah minat dari dua raksasa Serie A, Zirkzee memilih untuk bertahan setidaknya hingga akhir musim ini. Pemain berusia 24 tahun itu ingin memulihkan kondisi fisiknya pasca cedera sebelum mengevaluasi opsinya di bursa transfer musim panas nanti.
Perjalanan Zirkzee di Inggris terbilang terjal. Ia hanya mencatatkan 9 gol dan 4 assist dari total 65 penampilan sejak tiba di Old Trafford. Persaingan di lini depan semakin ketat dengan keberadaan nama-nama seperti Bryan Mbeumo, Benjamin Sesko, hingga Matheus Cunha yang berada di atasnya dalam urutan pilihan pelatih.
Kabar kurang menyenangkan lainnya datang dari perburuan gelandang pengganti Casemiro. Manchester United dipastikan "gigit jari" dalam upaya mendatangkan Ruben Neves dari Al-Hilal. Mantan kapten Wolves itu memilih memperpanjang kontraknya di Arab Saudi dengan kenaikan gaji signifikan, menolak kesempatan kembali ke Eropa meski MU sangat meminati jasanya. (*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar