BANDUNG - Aktivitas manajemen Maung Bandung di lantai bursa kembali menjadi buah bibir nasional. Pergerakan agresif dalam Bursa Transfer Persib Bandung paruh musim ini bahkan mendapat pujian khusus dari pengamat sepak bola kawakan, Coach Justin. Dengan kekuatan finansial yang disebut paling stabil di Indonesia, Persib kini dikabarkan tengah menyiapkan manuver besar untuk menebus winger andalan Borneo FC, Mariano Peralta, guna mempertajam lini serang di putaran kedua BRI Super League 2025-2026.
Langkah berani dalam Bursa Transfer Persib Bandung ini disinyalir merupakan permintaan langsung pelatih Bojan Hodak yang masih belum puas dengan produktivitas gol timnya. Meski telah mendatangkan eks PSG, Layvin Kurzawa, Persib tampaknya belum berhenti berburu pemain bintang. Kehadiran Mariano Peralta yang merupakan legiun asing asal Argentina ini diproyeksikan menjadi tandem maut bagi deretan penyerang Persib demi merealisasikan target hattrick juara musim ini.
Namun, konsekuensi dari panasnya Bursa Transfer Persib Bandung adalah harus adanya perampingan skuat asing. Saat ini, kuota pemain impor Maung Bandung sudah terisi penuh oleh 11 pemain. Nama kiper asal Wales, Adam Prisbek, menjadi sosok yang paling santer dikabarkan bakal dikorbankan. Prisbek dirumorkan akan segera dilepas ke PSIM Yogyakarta dengan skema peminjaman, membuka jalan bagi masuknya penyerang baru sekaligus memberikan ruang bagi kiper diaspora, Cyrus Margono, yang tengah dibidik manajemen.
Pujian Coach Justin dan Strategi 'Satset' Manajemen
Coach Justin secara blak-blakan mengaku kagum dengan keseriusan manajemen dalam membangun skuat mewah. Menurutnya, Persib menunjukkan kelasnya sebagai klub profesional yang tidak ragu mengeluarkan dana besar untuk pemain berkualitas. "Persib luar biasa, semua pemain dibeli. Dan gue bilang, harus juara dong," ujar Coach Justin. Senada dengan itu, pengamat Panji Suryono menilai dana segar yang dimiliki Persib membuat mereka leluasa melakukan gerakan 'satset' tanpa hambatan finansial berarti.
Kehadiran nama-nama besar seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga yang terbaru Layvin Kurzawa, menjadi bukti nyata dominasi Persib di pasar pemain. Skema ini tidak hanya bertujuan untuk mendominasi Liga domestik, tetapi juga untuk memperkuat kedalaman tim di babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL2). Dengan materi pemain yang bertabur bintang, ekspektasi publik kini berada di level tertinggi.
Nasib Adam Prisbek dan Bidikan Cyrus Margono
Sektor penjaga gawang menjadi posisi yang paling dinamis saat ini. Kalah bersaing dengan Teja Paku Alam yang tampil konsisten membuat menit bermain Adam Prisbek sangat minim. Opsi meminjamkannya ke PSIM Yogyakarta dianggap sebagai solusi paling masuk akal bagi semua pihak. Hal ini dilakukan untuk menjaga nilai pasar sang pemain sekaligus memberikan jam terbang di kompetisi kasta kedua yang kompetitif.
Sebagai pengganti, nama Cyrus Margono muncul sebagai kandidat kuat pendamping Teja Paku Alam. Keuntungan utama merekrut Cyrus adalah statusnya yang kini berpaspor Indonesia (diaspora), sehingga tidak akan memakan slot pemain asing. Jika skema ini berhasil, Persib akan memiliki satu slot asing "mubazir" yang bisa dialokasikan sepenuhnya untuk mendatangkan Mariano Peralta atau pemain bertipe menyerang lainnya.
Efek Kurzawa dan Dion Marx di Ruang Ganti
Di sisi lain, kedatangan Layvin Kurzawa dan pemain muda Dion Marx telah memberikan atmosfer positif di ruang ganti. Gelandang Eliano Reijnders mengaku sangat antusias dan tidak sabar untuk bermain bersama Kurzawa. "Dia punya karier besar di Eropa bersama PSG dan Monaco. Kehadirannya jelas akan mendongkrak kekuatan tim," ungkap Eliano.
Sementara itu, Dion Marx yang diproyeksikan mengisi slot U-23 menunjukkan kepercayaan diri tinggi. Pemain Timnas U-23 ini mengaku tidak gentar harus bersaing dengan bek-bek senior berpengalaman seperti Federico Barba hingga Patricio Matricardi. Menariknya, Dion mengungkapkan bahwa Bojan Hodak sendiri yang menghubunginya secara langsung, menjelaskan visi dan kebutuhan tim secara lugas. Dengan sisa waktu bursa transfer yang kurang dari seminggu, kejutan demi kejutan diprediksi masih akan terus lahir dari markas Maung Bandung. (*)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly