Keputusan ini bisa dibilang sebagai plot twist terbesar bagi para penggemar sepak bola nasional. Pasalnya, nama Jay Idzes sebelumnya digadang-gadang akan naik kelas ke klub papan atas Serie A setelah penampilan impresifnya bersama Venezia, meski klub tersebut harus terdegradasi. Langkah Idzes merapat ke Sassuolo, klub yang dikenal dengan julukan The Giant Killer atau Pembunuh Raksasa, menjadi sorotan utama media Italia dan Indonesia.
Drama Pembajakan di Menit Akhir
Sebelum resmi berseragam Sassuolo, Jay Idzes nyaris bergabung dengan Torino. Klub sekota Juventus tersebut dikabarkan sangat serius meminati jasa bek bertinggi 190 cm ini. Faktor pelatih Torino, Paolo Vanoli, yang merupakan mantan pelatih Idzes di Venezia, menjadi alasan kuat mengapa Torino sempat berada di posisi terdepan (pole position). Media Italia bahkan sempat meyakini kesepakatan personal sudah tercapai.
Namun, transfer ke Torino mandek akibat masalah finansial klub tersebut yang gagal menjual bek mereka, Alessandro Buongiorno, untuk mendapatkan dana segar. Celah inilah yang dimanfaatkan dengan cerdik oleh Sassuolo. Bergerak cepat dan senyap, manajemen Neroverdi melakukan manuver "pembajakan" di detik-detik akhir negosiasi. Sassuolo datang dengan tawaran konkret yang langsung disetujui oleh Venezia dan pihak Idzes, mengakhiri segala rumor yang sempat membosankan dan berulang-ulang di media massa.
Detail Kontrak dan Lonjakan Gaji
Berdasarkan laporan jurnalis pakar transfer Italia, Nicolo Schira, kesepakatan antara Sassuolo dan Venezia terjalin cukup rapi. Sassuolo menebus Jay Idzes dengan mahar transfer di kisaran 7 hingga 8 juta Euro. Angka ini dinilai sangat realistis dan menguntungkan bagi Venezia yang tengah membutuhkan dana usai turun kasta ke Serie B.
Di klub barunya, Jay Idzes menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi empat tahun hingga Juni 2029, dengan opsi perpanjangan satu tahun. Yang paling menarik perhatian adalah lonjakan pendapatan yang diterima sang kapten. Idzes dipastikan menerima gaji sebesar 1,1 juta Euro per musim. Jika dikonversi ke rupiah, angka ini setara dengan pendapatan miliaran rupiah yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat ia masih membela Venezia. Hal ini menjadi bukti bahwa nilai pasar pemain Timnas Indonesia semakin diperhitungkan di Eropa.
Statistik Mentereng di Tengah Keterpurukan
Perekrutan Idzes oleh Sassuolo bukan tanpa alasan. Meski Venezia harus terdegradasi ke peringkat 19 klasemen akhir musim 2024/2025, performa individu Idzes tetap mengkilap. Statistik mencatat, ia tampil dalam 35 dari 38 pertandingan liga dengan total 3.128 menit bermain. Konsistensinya luar biasa, hanya absen tiga kali, di mana dua di antaranya karena akumulasi kartu.
Sebagai bek tengah, kemampuan Jay Idzes dalam membaca permainan sangat solid. Ia mencatatkan 64,4% tekel sukses, melakukan 32 intersep, dan 113 kali recovery bola. Keunggulan fisiknya juga terlihat dari 115 duel yang dimenangkan, termasuk 58 kemenangan dalam duel udara. Sepanjang musim, ia hanya 16 kali dilewati lawan, sebuah catatan impresif untuk bek yang bermain di tim papan bawah. Ia bahkan sempat mencetak satu gol krusial ke gawang Juventus saat laga berakhir imbang 2-2.
Proyeksi Jangka Panjang Bersama 'Pembunuh Raksasa'
Bergabung dengan Sassuolo dinilai sebagai langkah strategis bagi karier Jay Idzes. Meski bukan klub dengan sejarah panjang scudetto, Sassuolo memiliki reputasi sebagai kawah candradimuka bagi talenta-talenta hebat. Klub yang berbasis di Reggio Emilia ini dikenal dengan gaya main atraktif dan kerap menyulitkan tim-tim besar.
Sassuolo adalah tempat di mana pemain seperti Manuel Locatelli (kini di Juventus) dan Gianluca Scamacca (kini di Atalanta) ditempa hingga menjadi bintang. Dengan jaminan menit bermain di tim inti dan proyek jangka panjang yang jelas, Idzes memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Keberanian Sassuolo bermain terbuka melawan tim besar akan menjadi panggung sempurna bagi Idzes untuk terus memamerkan kualitasnya di level tertinggi sepak bola Italia.
Kini, publik sepak bola tanah air menantikan kiprah sang kapten dengan seragam barunya. Apakah Jay Idzes mampu membawa semangat Garuda terbang tinggi bersama Sassuolo musim depan? Waktu yang akan menjawabnya. (*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar