Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mirip Alessandro Nesta, Jay Idzes Bikin Legenda Italia Kagum hingga Masuk Radar AC Milan!

Saifullah Muhammad Jafar • Rabu, 4 Februari 2026 | 16:20 WIB

Tampil bak Alessandro Nesta, Jay Idzes pukau legenda Italia lewat aksi heroik di Sassuolo. AC Milan kini serius bidik sang kapten Timnas Indonesia.
Tampil bak Alessandro Nesta, Jay Idzes pukau legenda Italia lewat aksi heroik di Sassuolo. AC Milan kini serius bidik sang kapten Timnas Indonesia.
BLITAR – Performa impresif kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, di kompetisi Serie B Italia musim ini terus menjadi sorotan publik. Bek tangguh yang kini berseragam Sassuolo tersebut tidak hanya tampil konsisten, tetapi juga mulai dibanding-bandingkan dengan legenda bek terbaik dunia, Alessandro Nesta. Gaya mainnya yang elegan, tenang, dan cerdas dalam membaca situasi membuat Jay Idzes disebut-sebut sebagai reinkarnasi bek klasik Italia di era modern.

Konsistensi tingkat tinggi yang ditunjukkan Jay Idzes bersama Neroverdi—julukan Sassuolo—membuat namanya kini santer dikaitkan dengan klub raksasa Serie A, AC Milan. Bukan sekadar isapan jempol, performa Idzes dinilai sangat cocok dengan kebutuhan Rossoneri yang tengah mencari bek tengah modern dengan harga terjangkau namun berkualitas dunia.

Statistik mentereng dan aksi heroik di lapangan menjadi bukti sahih kualitasnya. Terbaru, Jay Idzes melakukan penyelamatan krusial saat Sassuolo menghadapi Pisa. Aksi goal line clearance atau sapuan bola tepat di garis gawang yang dilakukannya memastikan timnya terhindar dari kebobolan. Momen ini seolah menegaskan bahwa Idzes bukan sekadar bek yang mengandalkan fisik, melainkan kecerdasan posisi (positioning) yang luar biasa.

Baca Juga: Perbaikan Plengsengan Sungai di Jalan CR Soekandar Kota Blitar Bakal Ditangani OPD Teknis, Camat Sananwetan: Kami Tampung Masukan LPMK

Reinkarnasi Ketenangan Alessandro Nesta

Jika kilas balik ke era 2000-an, Italia memiliki Alessandro Nesta yang dikenal sebagai bek yang jarang panik, pintar menutup ruang, dan selalu berada di posisi yang tepat. Musim ini, atribut tersebut seolah hidup kembali dalam diri Idzes. Ia tidak bermain dengan tekel-tekel brutal yang berisiko, melainkan dengan antisipasi yang presisi.

Pujian pun mengalir deras, tak terkecuali dari para legenda. Marco Piccioni, mantan pilar Sassuolo, mengaku terkesan dengan ketangguhan Idzes. "Saya sudah mengetahui Idzes karena kami bertemu tahun lalu saat dia di Venezia. Dia membuat kesan yang sangat baik pada saya. Dia pemain yang sangat kuat dan membuat lini belakang jauh lebih stabil," ungkap Piccioni.

Senada dengan Piccioni, pelatih Sassuolo saat ini yang juga pahlawan Italia di Piala Dunia 2006, Fabio Grosso, tak segan memuji anak asuhnya itu. Usai laga melawan Pisa, Grosso menyoroti bagaimana Idzes menjadi sosok tak tergantikan (undroppable) di lini pertahanan. Ketenangan Idzes membuat rekan setimnya merasa aman, sebuah kualitas fundamental yang wajib dimiliki seorang kapten.

Baca Juga: Viral Tanggal 30 Januari 2026 Disebut Jadi Hari Pencairan Gaji dan Rapelan ASN Besar-Besaran, Ini Fakta Resmi yang Wajib Dipahami

Aksi Heroik Rela "Korbankan Wajah"

Totalitas Idzes di lapangan tidak perlu diragukan lagi. Selain penyelamatan gemilang melawan Pisa, Idzes juga pernah melakukan aksi heroik saat melawan Atalanta. Dalam laga dengan intensitas tinggi tersebut, ia rela menggunakan wajahnya untuk memblok tembakan jarak dekat lawan. Sebuah dedikasi tanpa ragu yang mengingatkan publik pada filosofi pertahanan Catenaccio khas Italia yang militan.

Secara statistik, kontribusi Idzes sangat nyata. Dalam laga kontra Pisa yang berakhir kemenangan 3-1 untuk Sassuolo, Idzes bermain penuh 90 menit. Ia mencatatkan akurasi umpan sebesar 93 persen, melakukan dua blok, enam sapuan, dan memenangkan tujuh bola liar. Hingga saat ini, ia telah bermain dalam 22 pertandingan untuk Sassuolo dengan rata-rata rating 6,75 per laga. Duetnya bersama Tarik Muharemovic bahkan disebut sebagai salah satu tembok pertahanan paling solid di kompetisi saat ini.

Opsi Cerdas untuk Lini Belakang AC Milan

Penampilan gemilang ini membuat AC Milan dikabarkan mulai serius memantau situasi Idzes. Rossoneri membutuhkan kedalaman skuad di lini belakang, mengingat inkonsistensi dan badai cedera yang kerap melanda bek utama mereka. Idzes dinilai sebagai opsi investasi jangka panjang yang cerdas.

Baca Juga: Cegah Pencemaran Lingkungan, Pemkab Blitar Gandeng Pihak Ketiga Kelola Limbah Medis

Selain harganya yang masih masuk akal, postur tubuhnya yang menjulang 190 cm membuatnya kuat dalam duel udara. Kemampuannya sebagai ball-playing defender—bek yang bisa membangun serangan dari bawah—sangat cocok dengan taktik sepak bola modern yang diterapkan tim-tim besar Serie A. Fleksibilitas Idzes yang bisa bermain dalam skema tiga bek maupun empat bek menjadi nilai tambah tersendiri bagi manajemen Milan.

Meski Idzes belum pernah bermain di panggung Liga Champions, kematangannya di lapangan menunjukkan bahwa ia siap untuk level yang lebih tinggi. Jika konsistensi ini terus terjaga, kepindahan ke San Siro mungkin bukan lagi sekadar rumor, melainkan hanya masalah waktu. Publik sepak bola Indonesia tentu berharap sang kapten bisa segera mentas di kasta tertinggi sepak bola Eropa. (*)

 

Editor : Saifullah Muhammad Jafar
#Timnas Indonesia #alessandro nesta #jay idzes #sassuolo #ac milan